
Shi Lin sedang menikmati waktu pribadinya untuk ia bebaskan dirinya menjadi seorang gadis yang sebenarnya.Ia memiliki suatu harapan besar agar ia bisa di cintai oleh pria pujaan hatinya yaitu He Shu Huan.
"Nah sekarang kau tak kan pernah bisa mencela ku sebagai gadis bau lagi..Uh..Dasar manusia hati serigala laknat."Kata Shi Lin meski mulutnya maki He Shu Huan tetapi hatinya tetap merindukan dan amat mencintai Kaisar Ming Huan yang aneh tapi amat menarik sekali.
Shi Lin tidak tahu kalau dirinya telah di lihat oleh Ming Ming dari balik rimbunan pohon daun salam dan ketumbar serta kemiri bila Ming Ming dan Shi Lin tahu pohon-pohon itu apa saja namanya.
"Di manakah Shi Lin ?Kenapa ada seorang gadis jelita di tengah hutan belantara asing ini?"Tanya Ming Ming bingung lalu wanita muda ini ingat akan buaya cantik yang di panggil Li Er oleh He Shu Huan.
"Oh..Apakah siluman buaya yang menyamarkan diri sebagai gadis cantik saat berada di hutan yang sepi seperti ini?" Pikir Ming Ming merinding bulu kuduknya dan ia langsung lari kembali ke arah gubuk.
Siluet bayang -bayang tubuh Ming Ming terlihat oleh Shi Lin yang cepat kembali menyamarkan diri sebagai seorang pemuda sangat tampan sekali lalu ia mengambil keranjang anyaman yang sudah penuh dengan buah pisang ,apel merah,dan buah jeruk kecil -kecil segar.
Kemudian Shi Lin cepat mendahului Ming Ming dengan ilmu ginkang ikan duyung nya yang amat gesit dan ia bisa lebih dulu sampai di gubuk kecil tepi sungai kecil tanpa nama daripada Ming Ming.
"Tuan Putri ,anda dari mana saja hamba sangat mencemaskan anda saat hamba tiba di gubuk ini tak menemukan anda?" Tanya Shi Lin dengan raut wajah cemas sekali terhadap keselamatan Ming Ming.
"A..Aku mencari mu ke dalam hutan itu karena kau lama sekali pergi mencari makanan dan minuman untuk kita di sini."Jawab Ming Ming sungguh hati.
"Oh ,maafkan hamba Putri..Hamba tadi tersesat saat akan kembali ke gubuk ini..Oh ini silakan anda makan malam dahulu dengan buah -buahan segar dan manis yang hamba bawakan untukmu dari dalam hutan itu."Kata Shi Lin memberikan buah apel merah segar dan manis kepada Ming Ming .
"Iya,terimakasih Shi Lin."Jawab Ming Ming ramah dan menikmati buah apel merah segar dan manis sebagai menu makan malam nya dan Shi Lin di gubuk itu.
Di sebuah bangunan berbentuk miring telah hadir He Shu Huan,Bi Guan ,Bi Jin Xiao dan Wang Yi Tou melalui jalur alternatif sekali yakni melalui lubang gorong -gorong dasar sungai kecil tanpa nama.
"Guan ,ambil obor di atas pipa dekat tempat lilin di bagian rak atas dinding batu itu."Kata He Shu Huan yang tiba di ruangan batu marmer dingin.
__ADS_1
Bi Guan mematuhinya ."Eh ada laba -laba mati di rak itu." Tunjuk Bi Guan tak di hiraukan yang lain karena yang lain sibuk mencari dan menemukan pintu.
"Koko Jin Xiao ,tolong kamu nyalakan obor untuk penerangan kita di tempat ini."Kata He Shu Huan yang tak sengaja menekan sebuah batu di dinding tebal penuh lumut dan sampah aneka macam.
Brakk!!
"Eg lumut dan sampah ada manfaatnya juga bagi kita ternyata."Kata Bi Guan menyambar kerah baju Wang Yi Tou untuk berjalan bersama -sama di belakang He Shu Huan dan Bi Jin Xiao.
Mereka berjalan di sepanjang koridor -koridor di dalam bangunan kastil miring itu sampai tiba di tangga yang menempel di dinding yang atasnya ada pintu tebal bukan main.
"Buka saja pintu tebal dari kayu jati."Kata He Shu Huan mendorong pintu hingga jebol dan ia telah membuat kaget seekor anjing besar yang sedang meringkuk tidur di samping pintu kayu tebal lain.
Groook!!
"Shu Huan ,lihat hewan itu..?!Giginya panjang dan lancip sekali..!!Ihhh..!!" Pekik Bi Guan menggigil ketakutan sampai memeluk Wang Yi You, dan Bi Guan mengerjapkan kedua matanya merasakan dua benda jeli di dalam pakaian pengemis tebal Wang Yi Tou.
"Apa yang kau lakukan kepadaku ?..Ahh!!" Teriak Wang Yi Tou di balik janggut tebal putih itu kini merona.
"Hmmm..."
Bi Guan tak jawab tetapi menggunakan jemarinya meraba celana pengemis Wang Yi Tou sampai Wang Yi Tou melompat untuk menjauhinya dan nyaris di caplok anjing besar itu jika tak ada He Shu Huan melemparkan batu bata ke dalam mulut besar anjing besar itu.
"Yi Tou apakah kau sudah gila sampai kamu ingin mengorbankan diri mu menjadi santapan empuk anjing besar itu?" Tanya He Shu Huan membuka pintu kayu tebal di samping anjing besar yang kini giginya rontok semua oleh batu bata yang telah di sumpal He Shu Huan ke mulut anjing besar itu.
Klek ,klek,bangg!!
__ADS_1
He Shu Huan berhasil membuka ruangan lain dan ia serta para sahabatnya muncul di sebuah ruang yang penuh boneka -boneka miniatur yang di tata rapi di sebuah meja dan ada mangkuk isi bunga kamboja putih dan bunga melati di dalam air.
"Jangan di sentuh boneka -boneka teman ku itu."
Kata seorang gadis muda yang amat cantik jelita berpakaian serba hitam yang kedua tangan dan kedua kakinya terikat rantai baja di sudut ruangan itu.
"Aku tidak akan pernah sentuh boneka mu itu tapi aku ingin kau tunjukkan kepada ku tempat apa ini dan siapa pemilik tempat ini?!" Kata He Shu Huan nada tajam.
"Tempat ini milik ayah tiri ku Ketua Cabang Sekte Harimau Gurun."Jawab Gadis baju hitam itu.
"Oh ,bagus sekali ,kebetulan aku ingin kau berikan petunjuk untuk menemui ayah tiri mu itu."Kata He Shu Huan menarik rambut panjang gadis baju hitam untuk membukakan pintu menuju ke ruang lain dari bangunan kastil miring itu.
Gadis itu menyambar satu boneka miniatur dan di peluk erat oleh gadis ini sembari menunjukkan He Shu Huan sebuah ruangan yang sangat besar dan luas yang di penuhi obor menyala di atas tungku lilin penerangan.
Di tempat itu telah hadir seorang pria gagah dan sangat berkarimatik yang sedang duduk di kursi bak Kaisar saja .Pria ini menghadapi rombongan He Shu Huan yang datang menyeret putri tirinya dengan sikap amat tenang sekali.
"Selamat datang kepada Pendekar Serigala Emas Sakti dan para sahabatnya yang terhormat di Markas Cabang Sekte Harimau Gurun yang jadi tempat tinggal ku yakni Pendekar Besar Harimau Merah Hu Yi Tian."Kata Hu Yi Tian nama pria usia 35 tahun yang amat gagah perkasa itu dengan nada agak angkuh sekali kepada He Shu Huan.
"Iya...Aku sudah pernah mendengar kalau kau ini seorang pengkhianat dari Kerajaan Tibet yang lari ke Negeri Ming dan memiliki satu misi licik untuk memecah belah negeri Ming yang kami cintai."
Kata He Shu Huan dengan nada lebih angkuh dan tajam sekali terhadap Hu Yi Tian Ketua Cabang Sekte Harimau Gurun.
Bi Guan , Bi Jin Xiao dan Wang Yi Tou serta gadis baju hitam berubah menjadi tegang sekali karena mereka melihat akan ada pertempuran berdarah antara He Shu Huan dengan Ketua Cabang Sekte Harimau Gurun di markas dari sekte tersebut yang kini telah muncul ribuan anggota nya yang siap untuk menerkam mereka pula.
Bersambung
__ADS_1