
Paviliun di dekat taman bunga yang tertimbun salju tebal yang turun rintik -rintik dari langit biru nan indah telah hadir rombongan He Shu Huan yang menanti hari pertemuan para pendekar kaum hitam di rumah Kediaman Tuan Besar Su.
"Para Pendekar sekalian kami selaku pihak rumah Kediaman Tuan Besar Su menyambut kehadiran para pendekar di rumah kami untuk menghadiri hari pertemuan para pendekar kaum hitam yang di hadiri pula oleh tokoh -tokoh besar yang ternama seperti Pendekar Besar Pedang Burung Phoenix Emas Gao Yun Fan ,Pendekar Xie Yun dari Sekte Awan Xie ,Iblis Bunga Lili Hitam Gu Wang Yong dan Pendekar Pisau Perak Hu Ying."Kata wakil dari Tuan Besar Su yang bicara di hadapan para tamu di atas podium.
"Baiklah ,apakah tujuan kalian mengundang kami untuk hadir di pertemuan para pendekar kaum hitam di rumah Kediaman Su Zen Ming?"Tanya pria berwajah tompel di bawah dagu yang duduk di kursi meja paling depan di barisan ke empat itu kepada pihak rumah.
"Tujan kami mengundang anda sekalian adalah kita akan membahas kasus pencurian pusaka di Sekte Awan Xie ,Sekte Pulau Wu dan juga masalah Kotak Pandora yang berada di tangan Pendekar Besar Serigala Emas Sakti He Shu Huan yang juga hadir di antara kita semua di sini."Jawab Wakil itu lagi dengan telapak tangan mengarah ke arah He Shu Huan yang duduk di antara rombongan di kiri dari barisan ke 5.
Semua tokoh itu menoleh untuk melihat He Shu Huan yang tersenyum tenang membalas tatapan mata para tokoh itu termasuk tatapan mata Shi Lin yang sendu karena merindukan He Shu Huan .
"Pendekar Serigala Emas Sakti kami semua ingin kau memberitahukan kepada kami apakah kamu benar -benar telah mendapatkan kotak pandora yang sangat legenda di kalangan kaum hitam kami ?" Tutur Tuan Besar Su Zen Ming nada ingin tahu sekaligus berharap dirinya memiliki kotak pandora untuk dirinya sendiri.
"Iya,aku mendapatkan kotak pandora yang aku ketahui adalah milik Iblis Sekte Hitam dari Pulau Hong yang terkenal sebagai pusaka ilmu silat hitam tertinggi di dunia kangouw yang kini tidak ada kepemilikannya sejak pemiliknya sah telah tiada lagi di dunia ini atau sudah lama meninggal dunia karena bertanding ilmu silat dengan Dewa Sekte Bersih dari Pulau Long di Puncak Gunung Thai San pada akhir kejayaan Dinasti utara dan selatan."Jawab He Shu Huan nada tenang sekali.
"Perkataan mu sungguh benar apa adanya karena memang seperti itulah sejarah dari Kotak Pandora itu ,Pendekar Besar He.Namun,yang ingin kami ketahui adalah benda itu apakah benar berada di tanganmu ?!"Kata Pendekar Besar Gao Yun Fan di kursi barisan kedua di bagian kanan memandang lurus dan tajam sekali kepada He Shu Huan yang di seberang kirinya.
He Shu Huan membalas tatapan mata tajam Gao Yun Fan dengan tatapan mata setajam mata api dan es Serigala di Kutub Utara begitu dingin dan juga membara sampai Pendekar Besar Pedang Burung Phoenix Emas Sakti ini tersentak kaget.
"Sungguh tatapan mata yang luar biasa tajam dan mencekam jiwa ku.."Batin Gao Yun Fan menciut di tatap tajam He Shu Huan.
"Sebelum aku memberikan bukti kepada kalian semua terkait Kotak Pandora yang kini berada di tanganku,aku ingin Pendekar Besar Gao juga bisa memberikan bukti bahwa dirinya bukanlah pencuri pusaka milik Sekte Awan Xie dan juga pembunuh Pendekar Besar Si Tangan Halilintar Fang Yi Bing di rumah penginapan perbatasan Tionggoan dan Kerajaan Nepal kepadaku di hadapan sahabat -sahabat kita ini di rumah Kediaman Tuan Besar Su Zen Ming,"Kata He Shu Huan nada lugas dan tajam kepada Gao Yun Fang.
__ADS_1
Gao Yun Fang terkejut sekali mendengar kata -kata tajam dan lugas He Shu Huan di hadapan para tokoh kaum hitam dunia Kangouw.
"Tuan He atas dasar apakah kau begitu lancang menuduhku sebagai pembunuh Si Tangan Halilintar Fang Yi Bing di penginapan awan naga di pintu perbatasan antara Tionggoan dan Nepal?
Aku tidak pernah mengunjungi penginapan itu..!"
Kilah Gao Yun Fang berang kepada He Shu Huan.
"Bagaimana kau bisa tahu nama penginapan yang menjadi tempat terjadinya pembunuhan terhadap Fang Yi Bing adalah penginapan awan naga jika kau tidak pernah mengunjungi penginapan itu,aku tidak bicara nama penginapan di pintu perbatasan antara Tionggoan dan Nepal?!"He Shu Huan nada sarkatis yang sangat tajam yang tidak dapat di kilahkan lagi oleh Gao Yun Fang.
"Gao Yun Fang..Kau ini sungguh manusia rakus harta yang patut mati di tangan ku Xie Liong Ki..!!"
Wushh..Plakk,dess..!!
Xie Liong Ki jungkir balik di udara dan berdiri di atas podium seraya menghunuskan pedangnya ke arah Gao Yun Fang dengan berang sekali.
"Gao Yun Fang ,jika kamu bukan seorang pengecut hina majulah hadapilah aku di panggung ini,dan marilah kita tentukan siapa kah di antara kita yang akan mati di dalam pertarungan ini?!"Hardik Xie Liong Ki dengan penuh kebencian kepada Gao Yun Fang.
"Pendekar Xie ,tidak hanya dirimu yang memiliki dendam kepada biadap itu karena kami juga ada rasa dendam yang harus kami tuntaskan kepada si muka badak itu..!!"
Terdengar pula suara penuh amarah dari Chang Ching Mi yang ingin maju untuk menghadapi Gao Yun Fang itu sudah lebih di dahului oleh Zhang Xiao Wen yang meluncur untuk menghadapi Gao Yun Fang.
__ADS_1
Brrrr...!!
Wutt,plak ,dess!!
Serangan Zhang Xiao Wen terhadap Gao Yun Fang di tangkis telapak tangan halus Shi Lin yang telah membuat pemuda sakti dari Sekte Bu Tong Pai itu terpelanting di pinggir panggung dengan pinggang terbentur lantai batu.
Bughh..!!
"Bocah banci sialan berani kau menghalangi ku..!
Lihat serangan ku..!!"Hardik Zhang Xiao Wen nada bengis telah menyerang Shi Lin dengan lebih sadis daripada serangan sebelummya terhadap Gao Yun Fang yang kini sudah di hadapi oleh Xie Liong Ki di panggung.
Wutt,plakk,plakk,des..!!
Punggung tangan Shi Lin menampar tengkuk kiri Zhang Xiao Wen yang menyerangnya dengan ilmu sinkang pedang kembar melalui kedua jemari nya bergerak miring membentuk sebilah pedang yang meluncur ke arah perut Shi Lin.
Namun Shi Lin yang cerdik itu meliukkan tubuhnya yang mungil ke arah lain dan berhasil menampar tengkuk kiri Zhang Xiao Wen sehingga pemuda ini merasakan tulang tengkuk kirinya telah retak.
"Bedebah cilik..Ku habisi kau..!!"Teriak Zhang Xiao Wen marah.Pemuda ini kembali menyerang Shi Lin dengan menggebu -gebu penuh kebencian dan bertekad untu mengadu nyawa dengan Shi Lin.
Bersambung..!!
__ADS_1