
Rombongan dari He Shu Huan telah memasuki sebuah hutan lebat yang sangat luas sekali dan juga sangat mendebarkan sekali karena hutan itu sangatlah gelap gulita.
"Ih ,apakah ada hantu di tengah hutan ini?" Tanya Alina berjalan rapat sekali di samping He Shu Huan.
"Ahh ada hantu..Hiiyh.."Kata Ming Ming menempel terus di sisi Bi Guan.
"Aku sangat takut terhadap hantu...."Ujar Wen Hui Ling melingkari lengan Bi Jin Xiao.
"Hantu di zaman sekarang tak ada percayalah ."
Ucap Shi Lin melangkah paling depan sekali dan ketika terdengar suara.
Kres!!
"Kyaaa....!!" Menjeritlah Shi Lin paling kencang di bandingkan yang lainnya .
Alina melompat ke gendongan He Shu Huan yang sigap sekali menangkap sang isteri saat lompat ke arahnya.Ming Ming meringkuk di pelukan Bi Guan yang meremang pula bulu kuduknya dan Wen Hui Ling bersembunyi di balik jubah luar Bi Jin Xiao.Sedangkan,Gi Min Sa memeluk Gi Min Ji ayahnya.
"Kalian jangan takut karena suara tadi bukanlah suara hantu melangkah dan menginjak akar daun jatuh tetapi langkah tupai yang menyeberangi di tengah jalan kita untuk ambil kacang tanah yang di sebar oleh seorang kakek tua berpakaian ala pengemis."Kata He Shu Huan melihat jelas ada manusia di depan mereka.
"Locianpwe Hong Xiao Ming.."
Shi Lin mengenali kakek pengemis itu yang di panggil langsung menengok ke arah mereka dan memamerkan senyuman gigi ompong yang di lapisi bibir warna hitam.
"Pecandu opium sekali kakek itu."Kata Alina yang kini tenang di samping He Shu Huan yang sangat nyaman sekali istrinya di gendongannya tadi.
"Iya ,aku suka sekali menghisap cerutu ,apakah kau punya?" Sahut Kakek itu mengulurkan tangan ke arah Alina.
He Shu Huan menyambut ulurkan tangan Kakek itu dengan menaruh telapak tangannya di telapak tangan kakek yang kaget sekali karena di banting He Shu Huan hingga remuk patah tulang sampai tak lagi bernyawa.
Wutt,bruk!!
"Kenapa? " Tanya Alina memandang He Shu Huan.
__ADS_1
"Aku tak suka orang menggapai telapak tangan mu yang halus dan hangat itu karena seluruh kamu punya adalah milikku seorang."Jawab He Shu Huan melingkarkan lengannya di pinggang Alina.
"Emm sama kakek -kakek saja kau cemburu."Kata Alina membalas rangkulan pada pinggang He Shu Huan dengan sikap manjanya yang sangat amat menyenangkan hati He Shu Huan.
"Kakek -kakek juga laki -laki dan tak suka ada laki -laki centil menggapai mu dalam bentuk apapun jua."Ucap He Shu Huan berjalan bersama Alina ke arah tumpukan jerami yang sudah di siapkan oleh Shi Lin untuk tempat istirahat mereka semua di hutan itu untuk malam hari itu.
"Aku buat api unggun dulu ,ya?! "
Bi Guan meletakkan Ming Ming di jerami dekat Gi Min Sa yang selalu membantu ayahnya yang kini cacat.
"Iya,Guan Gege."Jawab Ming Ming yang merasa cepat lelah ,letih dan lesu belakangan ini di lihat oleh Bi Guan dan yang lainnya.
"Ming Ming apakah kamu tidak enak badan ?"
Tanya He Shu Huan mengulurkan botol minuman segar kepada Ming Ming.
"Iya aku cuma lelah saja."Jawab Ming Ming yang menerima minuman segar rasa madu manis dari He Shu Huan.
Ming Ming kaget di tanya seperti itu oleh Alina dan ia jawab cepat."Tak mungkin karena aku selalu jaga diriku saat berhubungan dengan Guan Gege agar aku tak hamil lagi karena anak -anak masih kecil dan repot aku nantinya."
"Eg kau pakai kalender bulanan tahu bahan yang pelindung aman?" Tanya Wen Hui Ling yang di tegur Bi Jin Xiao.
"Eii kau mencegah dirimu untuk hamil lagi dengan cara apa ?" Tanya Bi Jin Xiao keras kepada Wen Hui Ling yang menutup mulutnya seketika itu juga.
"Pastilah cara yang paling akurat adalah tak beritahu tanggal subur agar suami tak asal main saja."Jawab Shi Lin yang membuat alis Alina dan Ming Ming terangkat.
"Bagaimana kau bisa tahu ?Bukankah kau laki -laki dan belum pernah menikah?" Tanya Wen Hui Ling heran.
"Aku belajar dari pengalaman para saudari tua seperguruan ku yang sering ku dengar di saat mereka cerita tentang kehidupan rumah tangga mereka."Jawab Shi Lin membantu Bi Guan untuk membuat api unggun dengan menaruh kayu -kayu di tengah mereka yang mengeliling api unggun.
Bi Guan melirik sekilas Shi Lin dan ia merasakan Shi Lin menyembunyikan sesuatu dari mereka namun Bi Guan bukanlah orang yang suka ingin tahu urusan pribadi orang tetapi jika menyangkut urusan yang akan melibatkan He Shu Huan dan Alina adalah urusannya sebagai kakak laki -laki Alina dan sahabat serta kakak ipar He Shu Huan.
"Shi Lin kenapa bibir mu kecil sekali dan kulit di wajah halus sekali terlihat oleh ku?"Tanya Bi Guan ringan sambil duduk di samping Ming Ming dan ia menaruh kepala Ming Ming di pundaknya agar ia bisa menidurkan istrinya dengan nyaman.
__ADS_1
Shi Lin menjawab ringan juga."Karena aku tipe pria yang berkulit lembut seperti wanita tetapi aku ini pria tulen kok." Ia tunjukkan suratnya yang berat dan jakun kecil di tenggorokannya.
He Shu Huan melihat jelas bukti yang di berikan Shi Lin untuk kecurigaan Bi Guan yang posesif sekali terhadap urusan nya dan Alina sebagai sifat seorang kakak sejati terhadap adiknya.
"Emm ,baiklah..Ohya guru mu itu berapa usianya sekarang?"
Gi Min Sa menoleh ke arah Shi Lin dengan raut muka ingin kenal lebih dekat terhadap pemuda ini yang menarik hatinya dan ia dapatkan dukungan dari ayahnya yang ingin dirinya memiliki pasangan hidup yang baik dan bertanggung jawab seperti He Shu Huan yang terlihat begitu menjaga istri dengan sangat baik sekali.
" Usia Guru ku 35 tahun ,Tuan Besar Gi."Jawab Shi Lin sopan.
"Hmm ,apakah kau masih mempunyai orang tua atau keluarga misalnya?"Tanya Gi Min Ji sekali lagi.
"Ada di kota Man An ,aku dua bersaudara yang tinggal bersama orang tua dan nenek yang sangat baik dan penyayang terhadapku."Jawab Shi Lin.Ia melirik sekilas He Shu Huan yang menyelimuti Alina dengan jubah luar yang hangat untuk Alina bisa tidur nyenyak di pelukan pria muda hebat itu.
Kretekk!!
Suara bambu terinjak sesuatu dan sekumpulan serangan lampu menyerang mereka secara tiba -tiba sekali sampai Bi Jin Xiao cepat mengambil kayu bakar dan mengibaskannya dengan cepat ke arah serangga lampu.
Wush,sshh,wush!!
He Shu Huan menyambar api unggun dengan satu kali genggaman pijar api yang ia sebarkan ke arah serangan lampu yang langsung runtuh di tanah dan tewas oleh serangan api dari He Shu Huan.
Wutt,brush!!
Tak lama usai serangan serangga sudah musnah oleh He Shu Huan.Kini datanglah serangan lainnya berupa sejumlah daun warna ungu ke arah mereka di segala penjuru arah mereka.
Alina yang terbangun dari tidurnya segera tanggap darurat dengan mengibaskan jubah luar He Shu Huan ke segala arah dan meruntuhkan serangan daun warna ungu yang hancur terbakar api.
Wutt,wutt,brush..!!
Bersambung ..!!
Malam semua..😉💪🏿
__ADS_1