
Tak terasa sudah waktu yang di lalui oleh He Shu Huan dan Bi Guan dalam bahu membahu di jalan pemerintahan yang adil dan sejahtera di Dinasti Ming Sejati.
Kini He Shu Huan sudah berusia 31 tahun dan Bi Guan sudah berusia 32 tahun.Mereka di kenal di seluruh negeri Ming sebagai Naga dan Harimau Kekaisaran Ming Sejati.
Suasana di hari raya musim semi begitu meriah di tengah keramaian yang ada di seluruh negeri Ming Sejati.Tampaklah seorang gadis muda berusia 20 tahun berdiri di puncak gunung Bei San menatap Istana Kekaisaran Ming dengan penuh kerinduan di kedua bola matanya.
"Shi Lin..Apakah kamu sudah siap untuk masuk ke Istana Kekaisaran Ming?"Tanya seorang nenek tua bertopeng halus yang berdiri di samping kiri Shi Lin.
"Iya,Nenek..Aku sudah siap untuk masuk ke Istana Kekaisaran Ming."Jawab Shi Lin tersenyum misteri di bibir manisnya itu.
"Nona..Tandu kebesaran untuk anda sudah siap di bawah gunung Bei."Kata seorang gadis pelayan di belakangnya.
"Iya,terimakasih Amei."Jawab Shi Lin berjalan ke arah bawah gunung Bei.
Di halaman istana yang indah juga hadir gadis remaja cantik jelita bermain bola salju dengan hati yang penuh keriangan.Gadis ini membuat boneka salju di halaman depan istana pribadinya sendiri.
"Tuan Putri Yu Lan..!!"
Suara seorang Kasim berlari untuk menemui gadis yang sedang bermain bola salju itu.
"Kasim Zen..Ada apakah?" Tanya Yu Lan riang.
"Putri..Anda di cari oleh Kaisar untuk datang ke perayaan musim semi di Kuil Langit."Jawab Kasim Zen begitu mengagumi kecantikan putri remaja di hadapannya.
"Ooh..Aku di cari juga oleh Ayahanda Kaisar ku yang tampan itu."Kata Yu Lan membersihkan diri dari tumpukan salju yang membanjiri tubuhnya.
__ADS_1
"Iya..Tuan Putri ,anda di panggil Kaisar Ming Huan untuk anda harus menemui Beliau di Kuil Langit."
Kata Kasim Zen yang memiliki keinginan terbesar di benaknya.
"Aku harus menampilkan wajah senyuman manis ku untuk Ayahanda Kaisar ku."Kata Yu Lan jalan ke arah pintu keluar dari Istananya.
Sebuah tandu kebesaran telah menanti Yu Lan di luar istananya untuk Yu Lan tempati.Sesudah itu tandu pun bergerak menuju ke Kuil Langit dengan di panggul oleh 4 orang pengawal pilihan dan di apit dayang serta Kasim pilihan pula.
Di Kuil Langit telah ramai pengunjung yang ingin berdoa untuk mengucapkan terimakasih atau juga untuk memanjatkan doa kepada Sang Buddha dan para Dewa dan Dewi yang berada di kuil Langit itu dalam bentuk patung -patung indah bukan main.
Kedatangan Kaisar Ming Huan dan keluarga telah di rahasiakan oleh pihak Kuil Langit dan juga pihak Kekaisaran Ming untuk kenyamanan rakyat yang ingin mengunjungi Kuil Langit.
"Ayah...!!"
Kaisar Ming Huan menoleh ke samping kanan di saat ia mendengar suara putrinya memanggilnya.
"Maaf,Ayah..Lan Lan terlalu sibuk bermain salju di halaman depan Istana Yu Lan sampai saya lupa kalau ada acara rutinitas tahunan keluarga besar kita di Kuil Langit."Jawab Yu Lan menundukkan kepalanya dengan hormat kepada He Shu Huan.
"Emmm..Kau ini kebiasaan sekali suka seenak hati kamu melanggar peraturan keluarga besar kita."
Tegur Alina yang saat ini sudah berusia 21 tahun.
"Iya,Ibunda..Lan Lan minta maaf karena Lan Lan sudah salah." Kata Yu Lan dengan nada begitu hormat kepada Permaisuri Agung Alina istri dari Kaisar Ming Huan.
"Sudahlah..Jangan terlalu keras kepadanya,Alina.
__ADS_1
Dia masih anak -anak."Kata He Shu Huan dengan lembut kepada istrinya yang sangat keras itu.
"Anak -anak ??Lihat dia sudah usia 15 tahun dan ia sudah sepantasnya bersikap yang mencerminkan kedewasaannya karena ia sudah harus menikah tapi kau selalu saja memanjakannya dan menilai dia sebagai anak -anak."Kata Alina galak kepada He Shu Huan.
"Ya..Aku minta maaf kepadamu,Alina.Ya,sudah sekarang kita mulai upacara perayaan musim semi kita di Kuil Langit."Kata He Shu Huan nada halus dan sabar terhadap istrinya.
Demikianlah perayaan musim semi pun dapat di lalui dengan sukacita oleh mereka semua baik di Kuil Langit maupun di Istana Kekaisaran Ming ,dan He Shu Huan bersama dengan Ming Ming dapat merayakan ulang tahun mereka dengan bahagia.
Namun hari bahagia itu sama sekali tidak dapat membuat hati Alina tenang karena Alina sudah memiliki rasa curiga terhadap Yu Lan sesuai hati dan perasaan wanitanya yang sangat tajam dan peka itu di bandingkan hati dan perasaan He Shu Huan yang seorang pria.
"Gadis itu telah jatuh hati kepada Kakak Huan dari gadis itu berusia 10 tahun dan ini sangat menjadi meresahkan hati ku."Kata Alina pelan di kursinya di acara musim semi.
"Yang Mulia ,anda harus waspada kepada Puteri Yu Lan yang bisa menjadi saingan anda di posisi hati Kaisar Ming Huan."Kata Putri Yin He sahabat Alina.
"Dia tidak kan pernah bisa menjadi saingan ku di hati Kaisar Ming Huan karena Kaisar hanya cinta kepadaku seorang Alina."Kata Alina dengan nada yakin.
"Paduka..Anda tak boleh meremehkan lawan yang sehalus Putri Yu Lan karena ia bisa mendapatkan keinginannya untuk berada di posisi Selir Agung di samping Kaisar Ming Huan."Kata Putri Yin He lagi.
"Tidak mungkin karena Kakak Huan sudah janji kepadaku untuk selamanya menjadi milik ku satu untuk selamanya,yakni Alina."Kata Alina nada penuh percaya diri sekali kepada Putri Yin He.
Di tengah perayaan itu datanglah sekelompok tari yang menampilkan tarian yang sangat indah luar biasa sampai sorotan mata Kaisar Ming Huan dan Bi Guan terkagum -kagum dengan kelenturan dan keindahan tarian yang di tampilkan oleh penari di atas panggung itu.
"Gadis yang sangat hebat sekali."Pikir Han Ji Yun di kursi barisan khusus wanita terhormat.Ibu Suri Kekaisaran Ming ini memang tak pernah suka dan menyayangi Alina.Ia selalu berharap ada saingan yang dapat menyingkirkan Alina dari kehidupan putranya,yakni Kaisar Ming Huan.
"Yang Mulia Ibu Suri ,gadis itu adalah Putri Han Lin dari Hartawan Han di Kota Han yang di datangkan ke Istana Kekaisaran Ming untuk di persembahkan kepada Yang Mulia Kaisar Ming Huan."Kata Kasim Senior yang menjadi pendamping Han Ji Yun.
__ADS_1
"Putri Han Lin ini sangat sepadan untuk menjadi Selir Agung Kaisar Ming Huan."Kata Han Ji Yun.
Bersambung..!!