
He Shu Huan semakin takjub dengan kecerdasan Alina istrinya ini.
"Dari mana kau bisa tahu adanya ruang rahasia di dalam ranjang es?"Tanya He Shu Huan turun dari ranjang es setelah Alina yang sibuk mencari -cari benda pusaka yang amat meresahkan seluruh dunia kangouw.
"Aku tahu dari kursi emas di Istana Naga Gurun.Di sana ada ukiran bentuk ranjang es itu dan ada kode khususnya untuk masuk ke ruangan yang tak pernah di ketahui oleh Ketua Sekte Naga Gurun dan Ketua Sekte Naga Tengkorak Gurun sendiri."
Jawab Alina memegang sebuah kotak bentuk pipih warna biru tua yang ada ukiran mata -mata mirip mata ikan koi.
"Inikah kotak pandora itu?" Tanya He Shu Huan di depan Alina.Ia mengambil kotak itu dari tangan kiri Alina.
"Iya ,namun kita harus cari benda yang lain untuk menjadi saudara kembarnya agar seluruh dunia kangouw tak pernah tahu kalau benda aslinya ada di tangan kita."Jawab Alina mencari kotak lain yang mirip dengan kotak pandora di ruangan yang hanya ada dua kotak kembar di atas meja es.
"Kotak palsu untuk pertemuan para kaum dunia hitam di kota Gao."Kata He Shu Huan memuji Alina yang sangat cerdik sekali.
"Iya,kunci emas harus kita dapatkan sebelum para kaum dunia hitam mendapatkannya.Pokoknya kita harus hancurkan dua benda ini demi keamanan dan keselamatan negeri Ming kita."Kata Alina yang duduk di atas meja es.
He Shu Huan menghampiri Alina lalu menciumi Alina di atas meja es.Alina merespon sentuhan He Shu Huan dengan sangat pintar sampai He Shu Huan tak sanggup lagi membendung godaan Alina yang sangat membiusnya.
"Akhh..!Huan Gege...Aish!"Pekik Alina yang telah di terobos senjata tajam He Shu Huan hingga ke dalam sekali.He Shu Huan sangat membara saat melakukan hal itu untuk dirinya dan juga istrinya.
"Sudahhh!! Huan Gege,sudah..Ku mohon..Aduh.."
Kata Alina merasakan gelombang yang sangat amat dashyat menembusnya dan ia bisa lihat He Shu Huan tersenyum bahagia usai menyiram isi dalam Alina.
"Ya,sayang terimakasih."Kata He Shu Huan yang mencium kembali bibir Alina yang memar karena di gigit halus He Shu Huan.
"Ah nasib ku sebagai istrimu ,Huan Gege."Ucap Alina merapikan pakaian He Shu Huan yang juga merapikan pakaian Alina.Tangan Alina menyentuh sesuatu di atas meja es.
"Eh ada celah di sisi tepi meja es di bagian dalam."
Kata Alina menarik jari telunjuk He Shu Huan agar menyentuh celah yang cukup sempit di bagian dalam pinggir meja es.
He Shu Huan merasakan udara terbuka dari celah itu.Ia pun memiringkan kepalanya mengintip celah itu dengan cermat dan ia melihat ruangan terbuka mirip kuburan di alam terbuka.
"Ada kuburan di bawah sana."Kata He Shu Huan.
"Kita pukul saja ranjang es ini untuk kita bisa tahu kuburan apa yang ada di bawah sana."Kata Alina menarik He Shu Huan untuk berdiri sampingnya.
__ADS_1
Alina memukul hancur ranjang es lalu mereka pun meluncur ke sebuah pemakaman yang ada tulisan makam Raja Maling Utara Ru Rao Yung yang amat mengherankan He Shu Huan.
"Eh ,sejak kapan orang itu meninggal dunia? Apa yang menyebabkan dia bisa meninggal dunia dan di makamkan di sini?" Tanya He Shu Huan heran.
"Mungkin saja dia terbunuh oleh orang ,dia kan salah satu orang yang paling incar untuk di bunuh oleh semua tokoh dunia kangouw ,dan dia telah di makam di tempat rahasia untuk dunia kangouw tak ada yang pernah tahu kalau dia Si Raja Maling Utara Ru Rao Yung sudah meninggal dunia."Jawab Alina masuk akal.
He Shu Huan penasaran sekali karena itu He Shu Huan mencari cara untuk masuk ke dalam makam Raja Maling Utara Ru Rao Yung di sekeliling lokasi makam salah satu tokoh besar dunia kangouw.
Lalu He Shu Huan menemukan tombol di dalam batu paviliun kecil Dewa Bumi yang ada di makam tersebut.He Shu Huan menekan tombol itu dan ia bisa menemukan jalan masuk ke makam tokoh itu dan ia lalu mengajak Alina melihat -lihat isi dalam makam itu.
Di dalam makam ada banyak barang curian yang langka menjadi koleksi pribadi dari tokoh itu dan ada peti jenazah yang sangat mahal dan identik sekali dengan ciri khas tokoh itu.
"Wah hebat sekali Si Tua bangka bau itu sudah ada di pikirannya untuk membangun istana masa depan yang sangat megah sekali dan tak kalah mewah dengan istana orang hidup."Kata He Shu Huan takjub.
"Iya,semua ini hasil kerja yang ia peroleh dari gaya hidupnya yang selalu hobi merantau ke seluruh dunia kangouw hanya untuk mendapatkan harta pusaka langka sebagai koleksi istana masa depan terbaiknya."Kata Alina menghadapi peti jenazah di tengah ruangan dalam makam megah itu.
"Mundur..Biar aku yang membuka peti jenazah itu."
Kata He Shu Huan halus kepada Alina.Lalu He Shu Huan berdiri di tengah sambil menekuk lututnya dan ia menggerakkan ilmu sinkang tapak 18 naga membuka peti jenazah Raja Maling Utara Ru Rao Yung.
Brakk!!
"Bukan dia ,Alina."Kata He Shu Huan menutup peti jenazah itu usai mereka memeriksa jasad yang di dalam peti jenazah itu bukanlah tokoh besar itu.
"Emm ,kita telah di tipu oleh kakek tua bau itu.Huh aku pasti akan mengulitinya nanti."Kata Alina nada geram.
Mereka sudah kembali ke ruangan pertama dalam Istana Sekte Naga Tengkorak Gurun untuk gabung kembali dengan Bi Guan dan para istri Bi Guan dan juga Ketua Sekte Naga Es yang sudah menunggu mereka selama 1 hari 1 malam di luar pintu untuk masuk ke dalam Sekte Naga Tengkorak Gurun.
"Darimana saja kalian berdua ?Aku sudah kering kerontang menunggu kalian di sini."Kata Bi Guan di depan mereka berdua.
"Kami baru bangun tidur ,maaf ya kami sudah buat kamu menunggu kami sampai kering kerontang."
Kata Alina mengambil bayi Bi Yung Chi dari Ming Ming yang sudah letih.
"Bukankah kau ada banyak bunga di sini ?Kenapa kau masih mengeluh dirimu kering kerontang?"He Shu Huan bertanya kepada Bi Guan dengan jari menunjuk ke arah lima orang gadis cantik jelita di sekitar Bi Guan yang membuat Raja Istana Es di sisi Bi Guan jengkel.
"Hehe..Jika cuma ada aku di antara mereka berlima ,maka aku tak kan pernah kering sama sekali tapi di sini ada kakek tua yang selalu ada yang keluhkannya yang membuat aku merasa aku ini kering kerontang."Jawab Bi Guan dengan nada khasnya yang sangat riang namun pemalas untuk urusan menunggu.
__ADS_1
"Iya,ya,ya,ayo kita cari penginapan untuk istirahat dan untuk mengisi perut kita semua yang sudah ingin di isi makanan dan arak enak."Kata He Shu Huan merangkul Alina lalu berjalan menuju ke arah jalan setapak.
Mereka tiba di perbatasan Kerajaan Nepal untuk mereka bisa istirahat sejenak di sebuah rumah makan dan penginapan sebelum melanjutkan misi ke Kerajaan Nepal.
"Kakak Huan ,kamu makanlah dahulu ,aku mau mandi dahulu."Kata Alina yang masuk ke kamar mandi dalam kamar penginapan.
"Iya,sayang."Jawab He Shu Huan duduk di kursi menghadapi meja yang penuh lauk pauk hangat dan harum.Lalu He Shu Huan menikmati makanan itu dengan sangat nyaman sekali.
Namun kenyaman itu terganggu saat He Shu Huan mendengar Alina menjerit ketakutan dari dalam kamar mandi.He Shu Huan segera datang ke kamar mandi ,dan ia menemukan mayat yang berendam di dalam bak mandi.
"Cepat kau berpakaian dulu."Kata He Shu Huan di dekat bak mandi untuk memeriksa mayat itu.
Alina mematuhinya tepat sebelum Bi Guan dan para isteri Bi Guan dan Raja Istana Es datang ke kamar mandi di dalam kamar penginapan khusus untuk He Shu Huan dan Alina tempati.
Mereka terkejut melihat mayat itu adalah salah satu tokoh dunia kangouw yang sedang di cari oleh Zhang Xiao Chen dan Zhang Xiao Wen dari Bu Tong Pai.
"Bukankah dia Si Tangan Halilintar Fang Yi Bing?"
Tanya Bi Guan melihat jari yang bengok di bagian tengah mayat itu.
"Iya,dia Fang Yi Bing dan pembunuhnya adalah Si Pendekar Pedang Phoenix Emas gurunya Shi Lin yang gila pusaka dunia persilatan untuk menjadi nomor 1 di dunia."Jawab He Shu Huan melalui salah satu keahlian yang di milikinya yaitu otopsi jasad.
"Emm kasihan Shi Lin harus menjadi murid orang tua serakah itu."Kata Alina merasa kasihan kepada Shi Lin.
"Emm jangan kasihani orang yang belum tentu orang itu kasihan juga kepadamu."Kata He Shu Huan dengan nada tak suka sekali Alina merasa iba terhadap Shi Lin yang jelas ada niat lain yang tersimpan di dalam benak gadis yang menyamar sebagai pria kemayu itu.
"Jangan pernah bicara tentang pria lain di depan suami mu sendiri ,Alina.Lihatlah Huan cemburu dan Kakak Guan juga tak suka kalau adik Kakak Guan ada main dengan pria lain."Tegur Bi Guan nada tegas dan galak sekali kepada Alina.
"Ehh..?"
"Emm..Dengarlah kata kakak mu ,sayang."Kata He Shu Huan usai melenyapkan jasad tokoh yang di bunuh oleh gurunya Shi Lin dengan serbuk bunga kuning.
"Ya,aku mau mandi sekarang..Ahh,airnya kotor dan kamar mandinya bau mayat."Kata Alina nada manja yang menggemaskan hati He Shu Huan.
"Kita pindah kamar penginapan ,ya sayang?Ayolah jangan merajuk lagi."Kata He Shu Huan mencubit hidung mancung Alina.
"Hmmph..Kakak Huan..!" Kata Alina manyun pada He Shu Huan yang terkekeh senang dengan suara manja Alina yang sangat nyaring dan manis di telinga He Shu Huan dan meresap di sanubari pria muda hebat itu.
__ADS_1
Bersambung.