
He Shu Huan meneliti kertas gulung yang di gelar di atas meja kerjanya.Ia memandangi kertas itu dengan sangat fokus sekali sampai ia nyaris tidak menyadari kedatangan Alina ke ruang kerjanya.
"Suami ku ,apakah kamu masih bekerja di selarut ini?"Tanya Alina membawakan mantel hangat dan menyampirkannya di kedua pundaknya.
"Hmm,maafkanlah aku sayang karena aku terlalu konsentrasi memikirkan gambar di dalam kertas gulung yang sedang ku amati ini sampai aku tidak menyadari hari sudah larut malam dan bahkan Bi Guan sudah pulang bekerja sejak sore tadi."Jawab He Shu Huan merangkul Alina untuk istrinya duduk di atas pangkuannya.
"Gambar apakah yang sudah membuat penasaran seperti orang mabuk arak saja?"Tanya Alina yang ikut memerhatikan gambar di dalam kertas putih gulung di meja kerja He Shu Huan.
"Gambar segitiga yang di atasnya ada titik dan juga ada bentuk limas yang menurut Bi Guan dan aku adalah gudang penyimpanan persenjataan di dalam Istana Kekaisaran Ming yang pernah aku dengar di sembunyikan oleh mendiang Ming Luo selama berapa dekade kekuasaan Nya itu ,namun aku tidak tahu di manakan gudang penyimpanan persenjataan itu berada."Jawab He Shu Huan yang duduk di belakang Alina sambil merangkul erat di pinggang kecil Alina.
"Emm ,kenapa kau tidak bertanya kepada ku yang memiliki pengalaman cukup banyak di lingkungan Istana Kekaisaran Ming karena aku lebih dahulu pernah tinggal di Istana ini sebagai putri adopsi nya Ming Luo,suamiku" Tanya Alina merasakan He Shu Huan menaruh dagu di pundaknya.
"Umm,aku tak mau menyita waktu mu yang sudah sangat padat dengan merawat ,mengasuh dan mendidik anak -anak kita di rumah kita ,sayang."
Jawab He Shu Huan mengecup pipi Alina.
"Ya,ya aku mengerti kau adalah seorang suami ku yang sangat pengertian dan mengerti tugasku di rumah kita cukup banyak sebagai Ibunda anak -anak kita ,tapi aku sebagai istri mu juga harus bisa membantu mu dalam meringankan beban pikiran mu dari pekerjaan mu yang berat sebagai Kaisar Ming Huan."Kata Alina dengan halus sekali kepada He Shu Huan.
"Aku ini Kaisar negeri Ming ,sayang.Aku sama tak kan pernah merasa berat menangani masalah di dalam pekerjaan mu yang bertugas melayani dan mengayomi rakyat kita."Kata He Shu Huan yang mengigit daun telinga Alina.
"Baiklah,aku mengerti."Kata Alina memejamkan kedua matanya.
"Lalu apakah aku memiliki tugas lain dari mu untuk meringankan beban pikiranmu?"Imbuhnya.
"Layani aku malam ini merupakan obat terbaik mu yang dapat memberiku istirahat dan ketenangan di dalam hati dan pikiranku."Jawab He Shu Huan yang mengangkat Alina untuk di bawa pulang ke Istana Kasih Abadi.
Brrr..!!
Paviliun Bunga Matahari.
__ADS_1
Hua Lin tampak membeku di udara hujan lebat di malam hari itu.Ia sudah menunggu selama berjam -jam kedatangan He Shu Huan ke Istana nya tapi He Shu Huan telah di laporkan oleh pihaknya yang di kirim untuk memata -matai kegiatan harian di sore sampai malam hari dari Sang Kaisar Ming Huan itu.
"Tuan putri,Yang Mulia Kaisar malam ini bermalam di Istana Kasih Abadi bersama Permaisuri Alina yang mendatangi Istana Utama untuk menjemput Beliau pulang dari Istana Utama."Kata Amei yang berpenampilan seperti sida -sida di ruang Istana Utama Kekaisaran Ming.
"Sialan ,Alina itu..Umm..!"Umpat Hua Lin dengan sangat marah sekali karena ia gagal mendapatkan keinginannya dari Sang Kaisar Ming Huan.
"Putri ,sepertinya Yang Mulia tidak ada gejala yang menandakan Beliau akan tertarik kepada Anda."
Kata Amei jujur.
Plak,duk..!!
"Kurang ajar berani sekali kau bicara kalau aku sama sekali tidak sanggup menarik perhatian hati Kaisar Ming Huan..!Begitukah maksudmu ?!"
"Ma..Maafkan kelancangan hamba Tuan putri..!"
Amei ketakutan sekali akan kemarahan Sang Putri Hua Lin kepadanya.
"Iya,Putri ,hamba mengerti."Jawab Amei gemetar ketakutan seperti ayam makan beras di bawah kedua kaki indah Hua Lin.
Istana Kasih Abadi.
He Shu Huan terbangun di pagi hari dengan cerah sekali karena dirinya sangat menikmati malamnya bersama dengan Alina yang memuaskan dahaga dan lapar hasratnya yang selalu menginginkan Alina.
"Ayahanda..!!"Suara ramai anak -anaknya datang ke kamar mereka.
"Anak -anak ku..!"Sorak He Shu Huan bahagia di kelilingi anak -anaknya.
"Ayahanda ,pagi ini Adik Xin Lian sangat malas sekali untuk bangun pagi agar kami semua tidak terlambat pergi ke sekolah."Lapor He Xin Huan di sisi kiri Alina.
__ADS_1
"Enaknya saja kakak Huan kau bicara apa?Aku ini bangun pagi sebelum ayam jantan berkokok dan aku lebih cepat bangun daripada kamu dan Kakak Shu Hai."Bantah He Xin Lian pintar berdebat.
"Ummm..Begitukah ,Adik Lian?"Tanya Ming Shu Long usia 9 tahun dengan meledek adiknya.
"Iya..!"Jawab He Xin Lian usia 5 tahun yang saat ini di rapikan Alina untuk bersiap berangkat ke sekolah.
"Ya,sudah kalian jangan ribut di pagi hari dan ayo kalian harus cepat rapi ,sarapan pagi lalu pergi ke sekolah."Kata He Shu Huan membantu Alina untuk merapikan Ming Shu Huo,Ming Shu Tian dan Ming Shu Hai yang berbaris di hadapannya.
"Ayahanda,apakah kamu mau mengantarkan kami pergi ke sekolah di pagi hari ini?"Tanya He Xin Huan saudara kembar beda jenis kelamin He Xin Lian.Mereka berdua persis Alina sekali .
"Ya ,Ayahanda hari ini akan mengantarkan kalian pergi ke sekolah karena itu kalian harus tertib di bimbingan Ibunda kalian di rumah dan harus tertib di bimbingan guru -guru kalian di sekolah."Jawab He Shu Huan menggandeng tangan anak -anak itu untuk menuju ke ruang makan.
"Duduk dengan rapi dan mulailah sarapan pagi."
Kata Alina menerapkan disiplin dan tertib kepada anak -anaknya dan juga He Shu Huan.
"Sayang,sayur apakah ini di menu pagi hariku?"
Tanya He Shu Huan mencongkel daun bawang dari makanannya dan menaruh nya di kertas putih kosong di sampingnya.
"Ibunda,di bubur ayam saya ada kacang."Kata Ming Shu Long mengikuti He Shu Huan menaruh makanan yang tak di sukai nya di kertas putih di samping mangkuk ayahnya.
"Ibunda..!"
"Eii..Apa maksud kalian membuang makanan yang kalian makan seperti ayah kalian yang nakal dan malas makan sayur wangi ini?"Tegur Alina di belakang suami dan anak -anaknya sambil Alina membawa pentungan untuk mendisplinkan dan tata tertib di rumah mereka.
"Alina..!"
"Ibunda..!!"
__ADS_1
Mereka meramaikan suasana pagi hari di Istana Kasih Abadi yang menyenangkan hati Alina yang harus menahan tawa melihat tingkah laku suami dan anak -anaknya yang memiliki karakter yang persis dengan suaminya bukan karakter dirinya.