Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Tiba Di Ibukota Kekaisaran Gi.


__ADS_3

He Shu Huan melihat adanya lawan baru yang telah menghadang jalan menuju Ke Kaisaran Gi di sebuah hutan dalam milik Kekaisaran Gi yang mau menghadapinya secara jantan.


Luo Min Won sudah bersiap diri untuk hadapi He Shu Huan yang tak mau berlama -lama lagi untuk terus maju menuju Kekaisaran Gi itu telah mulai berkelebat cepat mengerahkan ilmu pukulan naga es di tangan kiri.


Wush,plakk,plak,dess!!


Luo Min Won menyambut pukulan naga es dari He Shu Huan dengan ilmu pukulan naga merak api yang dashyat di tangan kirinya dan menimbulkan getaran hebat di hutan dalam milik Kekaisaran Gi.


"Hebat juga kau tapi kau tak kan pernah bisa jadi pemenang di tangan seorang He Shu Huan."Kata Bi Guan tersenyum kecil.


"Sombong sekali kau...Coba saja lihat apakah He Shu Huan sanggup mengalahkan ku?!"Tantang Luo Min Won angkuh.


"Baiklah ,kita bertaruh jika kau kalah dari He Shu Huan ,maka kau harus menjadi anak buah He Shu Huan selamanya...!Tapi ,jika kau menang dari He Shu Huan,maka aku Bi Guan yang akan menjadi anak buah mu...!Bagaimana?!" Tantang balik Bi Guan tak kalah angkuh nya dengan Luo Min Won.


Luo Min Won tersenyum merendahkan kepada Bi Guan sekaligus He Shu Huan tetapi sorotan mata tajamnya terfokus kepada Alina dengan tatapan mata kelembutan yang menjelaskan perasaannya yang dalam terhadap Alina.


"Tidak bisa !!" Hardik He Shu Huan yang tahu isi hati Luo Min Won yang mengharapkan istrinya dan tentu saja memancing kekejaman di dalam diri He Shu Huan yang memang amatlah tak ada belas kasihan terhadap siapa pun yang ingin merebut apa yang harusnya menjadi miliknya.


Brrr!!


Luo Min Won merasakan angin yang sangat amat kencang menerpanya dan ia cepat mengerahkan ilmu sinkang sayap merak api untuk menghadapi terjangan angin tornado He Shu Huan tetapi ia terkejut sekali karena sebuah pukulan telak telah menghantam rahangnya hingga remuk dan api nya membakar dirinya sendiri.


Wush,bugh,brush!!

__ADS_1


He Shu Huan telah berdiri di samping Alina yang memberinya senyuman tercantik khusus untuknya seorang seraya berkata."Sayang tak ada yang bisa merebut mu dari ku karena kau milik ku satu dan selamanya."


Alina merangkul He Shu Huan yang membalas pelukan itu dengan lebih erat lagi dan memberikan tatapan supersadis kepada jasad Luo Min Won di tanah dalam bentuk jasad gosong.


"Hmm ,kata ku juga apa jangan pernah sombong untuk bisa mengalahkan He Shu Huan apalagi bila berani memiliki niat mengambil miliknya..!Ah ,ya tentu akan habis oleh nya dalam waktu kurang dari nol,nol satu setengah detik saja."Ucap Bi Guan yang menggetarkan hati setiap orang di sana terutama Raja Pengemis Timur Laut Wang Yi Tuo.


"Paman Gi sebaiknya cepat kau tunjukanlah jalan yang benar untuk kita bisa tiba di Kekaisaran Gi kepada kami..!" Kata He Shu Huan mulai jenuh dan tak sabar untuk mendatangi Gi Hong Zi dan ia bisa menghabisi orang itu ,maka urusannya dengan hal berkaitan dengan Kekaisaran Gi segera berakhir.


"Baik,baiklah He Shu Huan ikutilah aku dan Sa Sa ke arah sini."Jawab Gi Min Ji menelan ludanya dengan tercekat karena gentar sekali terhadap He Shu Huan yang sangat aneh kadangkala wataknya itu.


He Shu Huan menggerakkan kepalanya sebagai kode untuk Gi Min Ji dan Gi Min Sa jalan lebih dulu daripada He Shu Huan dan yang lainnya yang ikuti langkah Gi Min Ji dan Gi Min Sa menuju ke jalan di bagian barat hutan dalam wilayah Kekaisaran Gi.


Jalan yang mereka lalui adalah jalan yang cukup suram namun sangat cepat sehingga mereka tiba di sebuah perkotaan yang sangat ramai dan bisa di duga sebagai wilayah Ibukota Kekaisaran Gi.


Terdengar teriakan seorang pemuda yang sangat tampan sekali yang menerjang seorang gadis di jalanan ramai itu lalu pemuda itu melemparkan daging gulung ke arah gadis itu yang dengan amat lincah menghindarinya dan hampir mengenai Bi Guan.


Bi Guan dengan lihai merampas pinggang gadis itu dengan satu lengan dan membiarkan daging gulung tepat mengenai wajah gadis yang di kejar pemuda tampan itu.


"Akhh ,aduh..!!"


Bi Guan melemparkan gadis itu ke tanah tanpa belas kasihan melihat gadis itu di seret pemuda ke arah sebuah rumah makan dan penginapan di ujung kanan Ibukota Kekaisaran Gi.


"Rong Rong jangan pernah berharap kau bisa lari dari Tuan Muda ku yang sudah membelimu dari majikan lama mu Nyonya Su ."Kata pemuda itu.

__ADS_1


"Kakak Wen tolong aku tak mau menjadi selir ke 90 dari Tuan Muda mu yang sudah tua itu."Kata Rong Rong nama gadis itu yang meringkuk di atas lantai rumah makan dan penginapan yang juga di datangi oleh rombongan He Shu Huan karena Bi Guan yang memang pada dasarnya sangat genit itu tertarik dengan Rong Rong.


"Aku ingin menjadikannya selir ku pengganti Mi Xuan Ji.."Kata Bi Guan mengedipkan sepasang mata kepada Ming Ming yang cemberut karena Bi Guan tak pernah bisa mengubah sifat flamboyan dan mesumnya serta playboy nya itu.


"Bodoh..Aku tak perduli kau mau jadikan apa dia itu karena yang penting dia tak pernah ganggu aku dan kehidupan ku yang bahagia bersama Alina ku dan 4 orang putra ku tercinta."Kata He Shu Huan di kursi meja sudut kiri rumah makan itu.


"Kau memang seorang pria sejati yang sangat luar biasa jantan."Puji Shi Lin yang menuangkan air teh di cawan keramik yang di sediakan di atas meja untuk He Shu Huan tapi di tolak He Shu Huan yang lebih memilih mengambil sendiri minumannya.


"Dan juga sombongnya minta ampun kau ini..Ada banyak pilihan terbaik untuk mu tetapi kau malah memilih pilihan yang tak layak bersanding untuk mu."Kata Shi Lin di dalam benaknya dengan mata mengerling tajam ke arah He Shu Huan di depan.


Bi Guan melancarkan niatnya untuk membeli Rong Rong dari Tuan Muda Ke 38 yang merupakan adik kandung Kaisar Gi Hong Zi dengan membayar upeti berupa kipas emas yang ada ukiran burung manchuria mahal bukan main sampai Tuan Muda itu setuju untuk menjual gadisnya kepada Bi Guan yang segera merangkul gadis beliannya.


"Tuan Muda ke 38 ,jika anda memiliki gadis yang baru lagi dan lebih aduhai lagi dari gadis ini,maka anda bisa menawarkannya kepada ku yang tak sungkan untuk membeli nya dari mu."Kata Bi Guan membawa Rong Rong dari rombongan Tuan Muda ke 38 ke rombongan nya yang sudah menantinya di meja mereka.


"Tuan Besar Bi ini sangat cocok untuk menjadi kawan ku untuk merebut tahta milik Gi Hong Zi dengan mengirim upeti berupa kipas emas ini di hari perayaan Ulang Tahun Putri Gi Hong Siu yang merupakan calon Selir ke 79 Gi Hong Zi."Kata Tuan Muda ke 38 itu di tempatnya di sudut kanan rumah makan dan penginapan.'Anyelir 2'.


"Tuan anda sungguh bermata jeli sekali bisa lihat orang hebat seperti Tuan Besar Bi tadi ,dan saya mendukung anda untuk mendapatkan seorang teman dan juga rekan untuk menghancurkan Gi Hong Zi dan juga seluruh Kekaisaran Gi."Kata Wen Bai Zen pemuda tampan pengawal pribadi Tuan Muda Ke 38.


"Berikanlah surat undangan ulang tahun Putri Gi Hong Siu milik ku ini kepada Tuan Besar Bi di sana itu ."Jawab Tuan Besar ke 38 dengan nada yang menyiratkan pengaruhnya yang tinggi di wilayah Kekaisaran Gi bagian barat.


"Baik ,Tuan Muda ke 38."Kata Wen Bai Zen yang sangat pintar menyenangkan hati majikannya itu.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2