
Alina berdiri menatap sekelebatan orang yang kini muncul di sekitar jembatan yang akan mereka tiba di seberang danau Wu Tang untuk jalur terbaik ke arah Kekaisaran Gi.
"Hmm setan kapak kilat kah mereka itu ?" Tanya Alina melemparkan bijih lengkeng ke arah orang -orang itu yang segera menangkis bijih lengkeng dengan kibasan ujung lengan baju tanpa lengan tangan asli.
Wush,brukk!!
"Benar sekali mereka adalah Sekte Setan Kapak Kilat yang merupakan pelindung utama Gi Hong Zi si penipu laknat."Jawab Gi Min Ji yang raut muka tampak ganas.
"Baiklah kita temui mereka sekarang saja..Huh aku tak sabar."Kata Bi Guan merampas bijih dan kulit buah lengkeng dengan sangat cepat lalu ia jadikan senjata rahasia dengan mengerahkan ilmu sinkang ular padang pasir merah yang amat dan sangat panas sekali telah ia hempaskan ke arah sekumpulan orang yang berdiri merapat di jalanan menuju jembatan.
Wutt,wer,wer,cring ,crang!!
Tak ada yang bisa melihat senjata apa yang telah di gunakan 100 orang di depan jembatan untuk menghalau serangan hebat Bi Guan yang sangat ganas itu.
"Kurang ajar..Lihat ini..Serangan ku..!!"
Tersulut juga emosi Bi Guan yang meluncur ganas menerjang 100 orang itu dengan ilmu terjangan angin kaki macan tutul melalui ujung sepatu kaki panjangnya.
Wutt,duk,duk,bugh,bruk,ngek!!!
100 orang itu harus membalas dengan tendangan dan pukulan untuk serentak untuk menghadapi Bi Guan namun kegesitan Bi Guan yang tak terelakan lagi telah menghantam perut ,dada dan kepala 100 orang itu dengan ilmu pukulan harimau laut abadi hingga remuk.
"Emm kakek gila hadapilah aku.."Tantang Bi Guan di depan kakek yang mencorongkan mata tajam bagai silet menancap ke arah He Shu Huan yang maju dan menepuk bahu Bi Guan.
"Guan ,dia menantang ku bukan kamu..Mundurlah dan jaga saja mereka untuk ku."Kata He Shu Huan ramah.
Bi Guan mengangguk lalu mundur dengan patuh dan menjaga yang lainnya untuk menghadapi 200 orang di belakang kakek kumis putih yang kini maju menghadapi He Shu Huan.
"Berani juga kau untuk menghadapi aku Ketua Sekte Setan Kapak Kilat tingkat lima."Kata kakek itu yang mulai menggerakkan ujung lengan baju untuk menyerang ke segala titik penting tubuh He Shu Huan.
__ADS_1
Wutt,wutt,wutt!!
He Shu Huan dengan santai menyambut seangan maut itu dengan gerakan orang mengusir nyamuk atau lalat saja namun akibatnya adalah tak hanya ujung lengan baju kakek itu yang rusak tapi juga lengan aslinya juga remuk oleh ilmu tapak racun bunga kuning.
Kres,bruk!!
Kakek itu pucat dan marah sekali menyerang He Shu Huan dengan daya luncur bagaikan kilat saja .
Wutt,wush!
He Shu Huan membalasnya dengan daya luncuran yang jauh lebih persis kilat di tengah hujan dan ia telah menggunakan kepalan tangannya menonjok tengkuk punggung kakek itu sampai bengkok dan akhirnya kakek itu tewas dengan posisi tubuhnya bungkuk ke tanah.
Wut,bugh,crus!!
Melihat pimpinan mereka tewas begitu mudah oleh Sang Pendekar Serigala Emas Sakti maka 200 orang itu meluncur ganas menerjang Bi Guan dan yang lainnya secara kacau balau.
Wutt,plak,plak,des,des!!
Sing,wutt,crak,crakk!!
Bi Jin Xiao menggunakan telapak tangan bunga cinta menyambut serangan 50 orang dari samping kiri mereka dan berhasil membunuh mereka tanpa perlu lama lagi.
Bi Guan mengayunkan golok menangkis senjata kapak yang berkelebatan ke arah depan mereka dengan goloknya dan ia berhasil membalikan arah senjata musuh ke arah musuh lagi lalu memakai kapak membabat habis 100 orang itu.
Shi Lin menggerakkan pedang kayu hitam sakti bagaikan sinar hitam menghunuskan sejumlah 50 orang telah berlubang di tubuh oleh ujung pedang kayu hitam Shi Lin.
He Shu Huan tersenyum melihat ketangkasan para sahabatnya dari jembatan lalu Alina telah tiba di sampingnya bersama dengan Ming Ming dan Gi Min Ji serta Gi Min Sa.
"Marilah kita melewati jembatan ini menuju ke arah seberang danau wu tang."Kata He Shu Huan menggandeng tangan Alina untuk berbalik arah ke depan.
__ADS_1
Lalu mereka bersama -sama menyeberangi danau wu tang dengan sikap layaknya wisatawan lokal saja yang sedang menikmati suasana alam di awal musim gugur di tahun yang sangat berkesan bagi mereka semua.
Di sebuah tempat yang cukup ramai dan asri nan indah bagaikan lukisan di awan -awan putih yang tak terbayangkan betapa damainya susana air terjun di atas puncak gunung Wu tang.
"Surga dunia." Puji He Shu Huan mengagumi alam air terjun yang jernih.
"Suara burung -burung warna -warni menghiasi atas air terjun bagaikan kawanan makhluk yang sedang berlibur."Kata Bi Guan meraih air terjun di dekatnya untuk merasakan sejuknya dan manis rasa air terjun itu.
"Air mineral yang layak untuk di konsumsi bagi rakyat di bawah gunung Wu tang,Tuan Besar Bi."
Sapa seorang pendekar muda yang telah hadir di sekitar lokasi itu.
"Wah murid Ketua Zhang telah menyambut kita di pintu masuk ke pegunungan dalam Wu Tang."Kata Alina menjura sopan kepada Pendekar Muda yang terpesona dengan kecantikan luar biasa Alina.
"Iya ,Nona Muda anda benar sekali aku adalah Lu Hun Jiang murid termuda dari Ketua Zhang."Kata Lu Hun Jiang nama pemuda usia 20 tahun yang tersenyum menawan hati kepada Alina.
He Shu Huan merangkul Alina dan berkata."Istriku ayo kita masuk saja ke pegunungan Wu Tang..Dan kau jadilah pemandu kami."
Nada wibawa He Shu Huan dan sikap merangkul Alina begitu dekat sekaligus ucapkan kata istriku telah menyingkirkan Lu Hun Jiang yang ingin lebih kenal terhadap nona cantik jelita dan manis itu.
"Ah ya silakan Tuan Besar dan Nyonya Besar He."
Kata Lu Hun Jiang hormat lalu memandu mereka ke arah dalam pegunungan yang amat tinggi dan indah namun berliku-liku panjang sekali untuk tiba di sebuah perguruan yang amat hebat sekali.
"Selamat datang kepada Yang Mulia Kaisar Ming Huan ,Permaisuri Alina ,Perdana Menteri Bi Guan dan Putri Ming Ming serta Tuan Besar Bi Jin Xiao dan Nyonya Bi Hui Ling dan juga Kaisar Gi Min Ji dan Putri Gi Min Sa dan juga Tuan Shi Lin."Sapa Ketua Zhang di depan pintu ruangan utama Sekte Wu Tang.
"Iya terimakasih ku ucapkan kepada mu Ketua Zhang."Sapa He Shu Huan menjura hormat dan sopan kepada Ketua Sekte Wu Tang.
Kemudian mereka berkumpul di ruangan utama Sekte Wu Tang untuk kesopanan mereka yang ingin melewati pegunungan wu tang menuju ke Kekaisaran Gi yang berjarak sekitar 800 kilometer dari pegunungan Wu Tang bagian barat daya.
__ADS_1
Bersambung..