Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Di Tengah Terpaan Badai Cinta Bunga Seroja.


__ADS_3

Alina berbalik meninggalkan ruang kerja He Shu Huan sesudah ia melihat He Shu Huan memeluk Yu Lan yang diam -diam di balik punggung He Shu Huan menatap pandangan sepasang mata Alina dengan tatapan mata menantang di dalam misi Yu Lan yang ingin merebut He Shu Huan dari Alina.


"Gadis tak tahu malu sudah di tolong oleh suami ku tetapi minta hati yang membuatku harus hati -hati terhadap dirinya yang amat licik itu...!!"Batin Alina bergejolak penuh perasaan cemburu.


Alina nyaris tak menyadari bahwa dirinya di ikuti He Shu Huan yang mengetahui kedatangan dirinya dengan menghirup aroma tubuhnya saja.He Shu Huan segera melepaskan pelukannya dari Yu Lan dan mengejar Alina.


Angin musim semi begitu menusuk kalbu Alina di sepanjang jalan pulangnya menuju ke Istana Kasih Abadi.Wanita ini menyusuri jalanan yang berbeda arah dari arah Istana pribadinya.


"Alina ,kenapa dia salah arah?"Tanya He Shu Huan yang cepat membayangi Alina di jarak yang cukup dekat dengan istrinya itu.


Hutan yang lebat ,suara kicauan burung di pagi hari dan gerimis sisa salju terakhir mengiringi arah Alina menuju ke sebuah rumah kecil yang sudah lama tak pernah di kunjunginya sejak ia menikah dengan He Shu Huan.


Rumah kecil itu adalah kuil kecil yang sangat kuno sekali.Alina membuka pintu kuil tersebut dan Alina melangkah masuk ke ruangan dalam kuil dengan langkah halusnya.


Alina mengambil dupa ,menyalahkan dupa dan ia bersimpuh di hadapan patung Sang Buddha yang selalu tersenyum lembut dan penuh kasih kepada dirinya.


He Shu Huan diam -diam mengikutinya dan pria ini ikut bersimpuh di hadapan patung Sang Buddha di samping Alina yang menoleh kepada He Shu Huan yang memberikan senyuman cinta kepada Alina.


"Huan Gege,ini adalah kuil kecil yang sejak dahulu aku kecil sering datang untuk berdoa kepada Sang Buddha untuk memberikan tenangan jiwa,hati dan pikiran ku."Kata Alina yang menceritakan masa -masa kecilnya di Istana Kekaisaran Ming kepada He Shu Huan.


"Sayang,aku sangat bersyukur karena aku telah di berikan karunia yang begitu besar dan hebat luar biasa akan cinta mu yang begitu tulus kepadaku yang menjadi istri dan ibu dari anak -anakku dari Sang Buddha."Kata He Shu Huan meraih jemari Alina dan mendekati Alina lalu memeluk Alina.


"Huan Gege,aku juga sangat bersyukur sekali aku di berikan seorang suami dan ayah dari anak -anak ku oleh Sang Buddha karena kamu adalah seorang suami yang baik dan ayah yang sangat mencintai anak -anaknya."Kata Alina memeluk He Shu Huan.

__ADS_1


Alina meneteskan air mata yang membasahi bahu He Shu Huan yang dapat di rasakan oleh He Shu Huan betapa Alina mencurahkan perasaan hatinya kepada He Shu Huan melalui airmata cinta yang di tumpahkan Alina untuknya.


"Airmata mu sangatlah berharga ,Alina.Ku sangat menghargai setiap setetesan air matamu yang kau berikan kepadaku,istriku sayang.Aku sangat mencintaimu."Kata He Shu Huan membelai lembut wajah Alina dan mengecup setiap buliran air mata Alina yang jatuh dari kedua kelopak mata Alina ke kedua pipi wanita itu.


"Kakak Huan ,tolong kau jangan pernah berpikir aku sudah bosan kepadamu dan tolonglah kamu jangan pernah ragukan ketulusan cintaku kepada kamu...,Kakak Huan aku tak pernah mencintai pria lain selain aku hanya mencintaimu seorang priaku satu untuk selamanya."Kata Alina yang menangis semakin menjerat kalbu He Shu Huan.


"Iya,Alina.Aku sungguh mempercayai ketulusan cinta kamu kepadaku."Kata He Shu Huan yang hati dan jiwa serta pikirannya bisa kacau jika dirinya lihat dan mendengarkan tangisan Alina yang amat membelenggu dirinya.


Alina akhirnya dapat menghentikan tangisannya di dalam pelukan He Shu Huan yang sangat nyaman baginya sampai Alina tertidur pulas begitu damai dan tenang.


He Shu Huan memindahkan Alina dari kuil kecil ke Istana Kasih Abadi.Ia membaringkan istrinya di tempat tidur dengan begitu luar biasa lembut luar biasa bagaikan melindungi pusaka terindah bagi dirinya.


"Guan.."


Gubrak..!!


"Hmmmph..Puh..Apa maksudmu ,Huan?"Tanya Bi Guan meludah ke taman bunga terdekat hingga bunga itu layu karena ludah Bi Guan mengandung racun ular piton kelas atas.


"Guan,kau membunuh bunga seribu cinta milik ku dan Alina."Kata He Shu Huan menjewer telinga Bi Guan dengan geram.


"Eii..Bukan salahku tapi salahmu yang sudah agak idiot yang tak melihat ada bahaya di dalam rumah tangga harmonis mu dengan Alina."Tukas Bi Guan.


"Lalu apakah kau sudah menyelidiki kasus Sekte Elang Hitam yang menyerang kita di menara bau itu ?Bagaimana Sekte gila itu bisa berada di Istana Kekaisaran Ming tanpa ku ketahui?"Tanya He Shu Huan mengalihkan topik pembicaraan Bi Guan.

__ADS_1


Bi Guan berubah ekspresinya dengan lebih serius dan duduk di kursi taman dengan tegang sampai He Shu Huan mengangkat alisnya untuk meminta jawaban dari Bi Guan.


"Aku sudah menyelidiki Sekte Elang Hitam yang menyerang kita semalam di menara usang dan aku mempunyai pengamatan ku terhadap Ibumu sendiri karena bukti yang aku dapatkan dari salah satu jasad musuh kita semalam."Jawab Bi Guan.


"Bukti apa yang membuat kamu menduga Ibuku terlibat kasus semalam?"Tanya He Shu Huan yang mengambi cawan keramik untuk minum teh dari teko yang di sediakan oleh para dayang Istananya untuknya.


"Serbuk teh palsu yang sebenarnya adalah bubuk mesiu yang terbaru."Jawab Bi Guan dengan nada yang membuat He Shu Huan batal minum teh.


"Di manakah serbuk teh palsu kau temukan yang membuatmu menuduh ibuku terlibat kasus Sekte Elang Hitam?"Tanya He Shu Huan mengganti air teh di cawan miliknya dengan air putih.


"Dari teko air putih yang sering di pakai minum ibu kesayangan mu itu."Jawab Bi Guan dengan nada yang kembali membuat He Shu Huan batal minum air putih dan duduk diam memandangi Bi Guan.


Bi Guan menahan diri untuk tidak tersenyum jahil melihat He Shu Huan sudah dua kali batal minum karena ucapannya yang dengan pandai mengatur nada suara bicaranya.


"Cepat kau beritahu aku,Guan..!Aku benar -benar ingin tahu dan harus tahu mengenai musuh yang sudah berani main kucing -kucingan dengan ku di rumah ku sendiri..!"


He Shu Huan tidak dapat menahan emosinya di pagi hari yang masih sangat suntuk itu.Bi Guan pun cepat membisikkan sesuatu yang amat dan sangat rahasia kepada He Shu Huan.


"Mereka harus kita pancing keluar dari sarang semut mereka yang sudah mempermainkan kita berdua dengan kita harus pergi ke Kota Liu An agar Liu Ze Bun memunculkan dirinya di hadapan dirimu secara jantan."Kata Bi Guan.


"Kita tak bisa pergi berdua karena rumah ada tikus yang harus ku basmi melalui cara ku sendiri."Kata He Shu Huan penuh amarah.


"Ya,urusan Kota Liu An kau serahkan kepada ku."

__ADS_1


Kata Bi Guan yang menepuk dadanya sendiri.


Bersambung..!!


__ADS_2