
Rombongan He Shu Huan tidak sengaja mereka dapat menemukan markas besar Sekte Naga Gurun yang terletak di hutan perbatasan antara pegunungan Himalaya dan Gurun pasir Barat Daya dan kini mereka berkumpul di sebuah pintu yang ada batu prasasti gambar naga dan tempurung tengkorak manusia.
"Apakah ada cara untuk melewati pintu ini?" Tanya Bi Guan dengan nada ingin sekali masuk ke dalam markas Sekte Naga Gurun.
"Ada." Jawab Alina menyentuh gambar naga dan tempurung tengkorak manusia yang ada di atas batu prasasti di depan mereka.Alina mengetuk 3 kali kepala tengkorak manusia.
Lalu..
Geredek,geredek,drukkk!!
"Wah ,kau semakin pintar saja adik ku sayang."Puji Bi Guan tersenyum kecil untuk Alina.
"Ya,terimakasih Kakak Guan..Ayo kita masuk dan melihat -lihat seluruh daerah markas besar sekte naga gurun."Kata Alina melangkahkan sepasang sepatu mungil warna ungu motif bunga sakura ke dalam hutan di balik pintu itu.
He Shu Huan selalu siaga di samping Sang Istri yang sangat di cintainya sepenuh jiwa raganya itu.
"Hutan yang sangat liar sekali ,kita semua harus waspada setiap saat terhadap segala yang ada di tempat ini agar kita semua tak dapat celaka."Kata He Shu Huan diam -diam menggapai jemari halus dan hangat Alina untuk di genggam erat olehnya.
Alina tersentak menoleh ke arah He Shu Huan yang membalas tatapan mata Alina dengan satu senyuman yang sangat menghanyutkan kalbu di dalam sanubari Alina.
"Hmm,jangan harap aku mau memaafkan mu ,ya?
Hmm.."Kata Alina sinis dan ia ingin menarik jemari tangannya yang di genggam erat oleh He Shu Huan itu.
He Shu Huan memperkuat genggaman jemari Alina sampai istrinya menggeretakkan gigi mungil dan sempurna itu dengan kesal namun He Shu Huan tak menghiraukan geraman Alina kepadanya melainkan menarik kencang agar Alina masuk ke dalam pelukannya.
"Begini jauh lebih menyenangkan di dalam misi kita di hutan rimba ini."Kata He Shu Huan halus di telinga Alina.
"Aku juga mau berpelukan dengan mu ,Kak Guan."
Kata Wang Yi Tou manja sekali semenjak wanita itu hamil. Bi Guan merangkulnya erat namun Bi Guan tetap menggenggam tangan Ming Ming yang meraih jemari Yi Lin dan Guli Puspita.
"Ekhemm..!Ayo kita jalan -jalan santai sambil lihat -lihat hutan di tengah malam hari di temani oleh suara angin yang membuat daun-daun lebat nan indah saling bersahutan riang bak kawanan lebah di siang hari."Kata He Shu Huan riang gembira dan ia melangkah maju bersama istrinya.
Shi Lin cemberut di hatinya karena hanya dia yang tak ada pasangan yang merangkulnya hangat dan mesra di sepanjang jalan."Uh ,mereka membuat ku iri saja." Gumam Shi Lin di dalam hatinya dan ia di kejutkan oleh gerakan pohon di atas kepalanya.
Krusukk,krusuk!!
"Kyaaa..!!" Pekik Shi Lin kaget.
Alina merangkul erat He Shu Huan yang nyengir senang di rangkul isterinya.Ming Ming menarik Yi Lin dan Guli Puspita bersamaan dengan Bi Guan yang memeluk mereka bersama dengan Wang Yi Tou.
"Ei..Jangan panik..Kalian jangan panik karena aku manusia dan aku murid Sekte Bu Tong Pai yang di perintahkan oleh Guru Zhang untuk memberikan bantuan kepada kalian untuk mendapatkan hasil yang menguntung dunia persilatan Tionggoan."
Kata seorang pemuda tampan usia 20 tahun yang di ikuti oleh pemuda tampan usia 18 tahun dari belakang pemuda pertama kali turun dari pohon.
__ADS_1
"Siapakah nama kalian berdua? "Tanya He Shu Huan dengan selidik.
"Zhang Xiao Chen dan Zhang Xiao Wen dari Kota Zhang An Selatan."Jawab Zhang Xiao Chen nada bersahabat.
"Oh ,dua saudara Zhang yang terkenal dengan julukan sepasang pendekar bintang kembar dari Bu Tong Pai."Kata Alina takjub sekali dengan dua orang pendekar muda itu.
Zhang Xiao Wen tersenyum membanggakan diri dengan menatap hangat kepada Alina sampai He Shu Huan berdeham -deham dengan amat keras untuk menyadarkan Zhang Xiao Wen dan Alina.
"Ekhem..!Ekhem..!!"
Alina meliriknya dengan gemas dan Zhang Xiao Wen menunduk dengan malu karena pemuda itu tahu kalau gadis manis itu adalah istri tercinta He Shu Huan Sang Kaisar Ming Huan yang berjuluk Pendekar Serigala Emas Sakti.
"Para Pendekar Zhang terimakasih atas kesediaan kalian untuk membantu kami..Mari kita teruskan perjalanan kita menyelusuri hutan rimba di dalam Sekte Naga Gurun."Kata Bi Guan cepat untuk rasa nyaman di antara mereka semua.
Demikianlah mereka telah bertemu dua orang dari anggota Sekte Bu Tong Pai di hutan rimba dalam Sekte Naga Gurun .Mereka tanpa sadar waktu tengah malam hari telah terganti fajar yang akan segera menyingsing.
"Auw..!!"
Ming Ming mengeluh sakit pada perutnya dan Yi Lin melihat air ketuban telah mengalir keluar dari rahim Ming Ming.
"Ah ,Ming Ming kau akan segera melahirkan."Kata Yi Lin yang di samping Ming Ming.
"Cepat kita harus cari tempat untuk Ming Ming bisa melahirkan dengan nyaman."Kata Bi Guan yang segera menggendong Ming Ming menuju ke sebuah rumah kosong di dekat sungai Gangga.
Di sana Alina membantu Ming Ming melahirkan dengan sangat terampil sekali.Alina di bantu oleh Wang Yi Tou yang memasak air hangat,Yi Lin yang sediakan kain ,dan Guli Puspita memegangi Ming Ming yang menjerit .
"Ming Ming bertahanlah..!! Sebentar lagi bayimu akan keluar !! Aku sudah melihat kepalanya."Kata Alina memijat halus perut Ming Ming untuk Alina mendorong keluar Sang bayi dari rahim menuju ke goa Ming Ming.
"Akhhh..!!"
"Woah..!! Woahh..!!"
"Wah bayi ku sudah lahir...!"Seru Bi Guan gembira.
Bi Guan masuk untuk melihat bayi laki -laki ke 3 nya yang sedang di beri Asi oleh Ming Ming.
"Ming Ming ,terimakasih kau sudah memberikan ku anak laki-laki lagi."Kata Bi Guan mengecup bibir Ming Ming dengan sukacita.
"Iya,Guan Gege sama -sama."Jawab Ming Ming.
"Guan ,kau beri nama siapa untuk keponakan baru ku ini ?" Tanya He Shu Huan turut bahagia melihat Bi Guan mempunyai anak lagi.
"Bi Yung Chi."Jawab Bi Guan mengecup dahi halus bayi laki -lakinya.
"Wahh..Nama yang sangat gagah sekali untuk mu Bi Yung Chi keponakan baru ku."Sahut He Shu Huan begitu bahagia melihat bayi baru Bi Guan di pelukan Ming Ming sambil melirik ke arah Alina.
__ADS_1
"Apa?!"
"Tak ada apa- apa..Uh,galak sekali istriku."Jawab He Shu Huan cepat dengan senyuman khasnya.
"Kau tak boleh seperti itu kepada suami kamu, Alina sayang."Tegur Bi Guan kepada Alina .
"Hmm,ya Kakak Guan."Jawab Alina pelan sekali.
"Cepat kau minta maaf kepada Shu Huan suami mu karena kau membentak suami mu sendiri."
Kata Bi Guan menyentil dahi Alina.
"..! Ya..Aku minta maaf kepada mu ,Huan Gege."
Kata Alina enggan.
"Iya ,sudah tak apa -apa Guan.Aku bisa hukum dia nanti karena dia berani membentak ku."Kata He Shu Huan tenang kepada Bi Guan dan menatap ke arah Alina dengan tatapan mata khasnya.
Alina menghindari tatapan mata He Shu Huan dan gadis itu berjalan keluar dari rumah kosong untuk menjauhkan dirinya dari He Shu Huan karena ia masih mengkal kepada suaminya itu.
"Nyonya Besar He..!" Panggil Zhang Xiao Wen di tengah sungai."Lihatlah,aku berhasil memancing ikan besar untuk sarapan pagi kita."Seru pemuda itu mengacungkan hasil pancingannya kepada Alina yang duduk di tepi sungai.
"Wahhh..Besar sekali..Tangkapan mu..!"Seru Alina kembali ceria .
He Shu Huan melempar buah pisang yang telah di dapatkannya dari hutan untuk sarapan pagi ke atas tanah.Ia merasa emosi karena cemburu lihat Alina begitu dekat dengan Zhang Xiao Wen di tengah sungai.
"Kurang ajar..!" Maki He Shu Huan marah.
"Isteri mu sungguh sangat nakal ,ya?!"Sindir Shi Lin bersandar di pohon pisang sambil memeluk kedua lengan dan menatap He Shu Huan dengan tatapan mata menggoda.
Alina yang melihat Shi Lin menggoda He Shu Huan juga marah.Alina membuang ikan besar hasil tangkapannya ke sungai kembali sampai Zhang Xiao Wen kewalahan untik menangkap ikan itu lagi.
"Sinting..!"Geram Alina yang tak sengaja terjatuh ke sungai karena terpeleset batu sungai.
"Kyaa..!!"
Byurr!!
"Ei..Nyonya He..!"
"Alina..!!"
He Shu Huan menyambar Zhang Xiao Wen yang ingin menolong istrinya dari kerah baju belakang dan di lemparkan ke tepi sungai lalu menabrak Shi Lin hingga menimpa pohon pisang.
He Shu Huan menarik tangan Alina dan membawa Alina pergi dari sungai menuju ke sebuah goa di dalam hutan lebat dengan amarah yang meluap -luap.
__ADS_1
Bersambung..!!