Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Pertempuran Di Istana Kekaisaran Nepal.


__ADS_3

Sepasang mata He Shu Huan mencorong sangat tajam sekali bak sepasang mata naga yang siap menghancurkan setiap orang maupun benda yang ada di hadapannya.


Hal itu di sebabkan oleh para pasukan dari kaum pemberontak terhadap Kekaisaran Nepal yang di pimpin oleh para pasukan besar berbagai Sekte kaum hitam yang membelot terhadap Kekaisaran Nepal yang di pimpin oleh Kaisar Mahesa yang jadi penguasa sah di Kekaisaran Nepal.


"Wahai para kaum hina sebaiknya kalian semua menyerahkan diri kalian terhadap pemerintah Sah yang di pimpin Kaisar Mahesa Sang Penguasa Kekaisaran Nepal atau kalian akan luluhlantak oleh kami para pasukan Kekaisaran Nepal yang sejati."Kata Ramses dengan nada berkarimastik di hadapan sekitar 800 ribu pasukan pemberontak Kekaisaran Nepal yang menghadang jalan masuk Sang Kaisar Mahesa dan keluarga kembali ke arah Istana Kekaisaran Nepal.


"Eummm..Ada beberapa dari mereka adalah para kaum dunia persilatan di wilayah Kekaisaran Nepal."Kata Chui Sing yang sudah mengeluarkan pedang pusaka nya yang bernama Pedang Mata Es Himalaya di depan dadanya.Gadis perkasa ini bersikap luar biasa gagah berani.


"Kau hadapi wanita memakai payung hitam yang berdiri di samping Pangeran Makhota gadungan itu."Kata He Shu Huan mengatur strategi perang untuk membasmi para kaum pemberontak itu.


"Baik ,Pendekar." Jawab Chui Sing segera.


"Alina ,kamu hadapi pria banci bertubuh tambun di sisi Putri Makhota gadungan."Kata He Shu Huan di dekat Alina yang sudah mempersiapkan senjata sabuk sutra putih di tangan kanan.


"Ya,Kakak Huan." Jawab Alina manis.


"Ramses kau harus hadapi Jenderal di depan para keluarga gadungan yang menyandera Ibu Suri Jani dan sejumlah rakyat mu...Dan,aku akan menjaga Kaisar Mahesa di sini."Kata He Shu Huan dengan nada yang amat tenang sekali.


"Siap,Pendekar Besar He."Jawab Ramses sigap.


"Manusia -manusia bodoh yang sudah gagal untuk menjaga kestabilan Kekaisaran Nepal yang wajib untuk mundur dari kepimpinannya untuk aku yang menggantikannya sebagai pemimpin resmi dan sah di Kekaisaran Nepal."Kata Pangeran Makhota gadungan yang tersenyum sinis dan mengejek di wajahnya kepada rombongan Kaisar Mahesa di depan pintu gerbang menuju ke Istana Kekaisaran Nepal.


"Gunala..Kau sungguh biadap yang patut mati 800 kali oleh ku atas dosa mu terhadap Kekaisaran Nepal yang terhormat..!!" Hardik Kaisar Mahesa yang sudah geram sekali kepada Gunala Si Kaisar Gadungan.


"Mahesa jika kau benar ..?,Marilah kau hadapilah aku dengan jantan..!"Balas Gulana dengan nada yang amat merendahkan Mahesa.


Mahesa yang sudah marah itu sudah akan maju untuk menghadapi musuh bebuyutannya namun He Shu Huan menahannya dengan cepat untuk ia tak celaka karena emosi nya.


"Jangan sampai kau terpancing emosi mu yang akan mendatangkan musibah fatal bagi dirimu dan rakyat mu."Kata He Shu Huan tenang sekali.


"Lalu aku harus bagaimana untuk menghadapinya yang sudah membuat aku ingin sekali memotong leher menjemukannya untuk aku bisa memajang kepalanya di hadapan para rakyatku?"Tanya Sang Kaisar Mahesa kepada He Shu Huan yang tetap tenang.


"Tunggu ,aku menghabisi para antek -anteknya yang terdiri dari tokoh -tokoh jahanam besar dan layak di musnahkan dari muka bumi yang tenang dan damai ini barulah kau bisa memotong Gulana si Gadungan konyol itu."Jawab He Shu Huan nada yang luar biasa tenang sekali kepada Mahesa.


"Baiklah ,aku akan sabar menunggu mu habiskan para antek -antek jahanam itu."Kata Mahesa yang mengikuti arahan dari He Shu Huan yang sudah di akui olehnya dan orang -orangnya sebagai tokoh dunia persilatan dari Tionggoan yang sangat dan amat sakti.


"Terimakasih atas kepercayaanmu kepadaku dan tunggulah dengan sabar."Kata He Shu Huan yang segera maju menghadapi 800 ribu para anggota pemberontak Kekaisaran Nepal dengan seruling bambu di tangannya bergerak bagaikan baling -baling kincir angin yang amat cepat luar biasa dan memusingkan para pasukan musuh yang jadi nanar pandangan matanya itu telah terhempaskan seperti sekumpulan daun kering yang rontok dari pohon.

__ADS_1


Wushhh...!


"Aghhhh!! "


Teriak para pasukan musuh yang terjembab di atas tanah oleh serangan angin puyuh He Shu Huan yang kemudian menggunakan ilmu pedang naga perak membabat habis para pasukan musuh hanya dalam waktu nol koma 1 detik saja.


Wutt,crakk!!


"Kurang ajar...! Ku bunuh kau..!" Teriak lima belas tokoh dunia kangouw Nepal yang menerjang maju dengan serempak untuk menghadapi He Shu Huan dengan sejumlah senjata tajam berupa palu dan cangkul dengan desiran angin yang sangat menyakinkan bisa membunuh He Shu Huan.


Wush,wut,wutt!!


Namun nyata dan faktanya He Shu Huan dengan sikap tenang sekali menggerakkan serulingnya dengan lihai menangkis serangan senjata tajam palu dan cangkul dari pihak musuh telah membuar senjata-senjata itu menempel menjadi satu di atas seruling nya.


Wutt,tek,tek!!


"Eiiihhhh..!" Pekik 15 orang tokoh dunia kangouw Kekaisaran Nepal yang menjadi anak buah Gulana dengan raut wajah kaget setengah mati karena senjata tajam mereka menempel di atas seruling He Shu Huan dan tak bisa di tarik lagi.


He Shu Huan tersenyum dingin sekali lalu He Shu Huan menggerakkan seruling bambu ke arah atas dengan satu kali sentakan yang amat kuat sekali sehingga 15 senjata musuh terbang dari seruling bambu nya.


Wushh...!!


Crak,crak,crak!!


"He Shu Huan sungguh mengerikan sekali.."Kata Gulana gentar terhadap He Shu Huan yang sudah memberikan kode kepada Mahesa untuk maju dan menghadapi Gulana.


"Terimakasih Pendekar Besar He."Kata Mahesa yang kini menghadapi Gulana yang telah bersiap untuk bertarung melawan Mahesa dengan satu melawan satu secara adil dan seimbang.


He Shu Huan memerhatikan Alina yang bertarung menghadapi pria banci bertubuh tambun yang menggunakan senjata tajam berupa tambur yang memekakan telinga sehingga Alina terdesak hebat oleh permainan tambur yang menggunakan energi ilmu sinkang hitam kelas atas.


Bung,bung,bung!!


Wutt,tar ,tar!!


Melihat istrinya terdesak menghadapi pria banci bertubuh tambun yang memainkan tambur yang di sertai ilmu sinkang hitam.He Shu Huan dengan meniup seruling bambunya telah menghancurkan tambur milik musuh istrinya.


Blaar!!

__ADS_1


Akhirnya Alina bisa menyerang balik musuhnya dengan ilmu pedang naga biru yang di gunakan melalui sabuk sutra warna putih yang bergerak lincah seperti naga di langit biru mencaplok habis mangsanya begitu juga dengan sabuk sutra putih Alina yang mematuk habis pria banci bertubuh tambun itu.


Wuttt,tar,tar,tar,bruakk!!


Alina sudah berdiri dengan manis di samping He Shu Huan memandangi jalannya pertarungan di depan sepasang matanya antara Mahesa yang melawan Gulana,Ramses melawan musuhnya yang sadis yakni Jenderal Bunawa dan Chui Sing melawan Ratu Dumina.


Wutt,trang,trang!!


Mahesa menggerakkan pedang pusakanya yang sangat tajam sekali menyerang pedang tajam milik Gulana yang lihai bukan main sehingga Sang Kaisar Kekaisaran Nepal ini harus menggunakan kecerdasannya dalam usahanya menghabisi Gulana musuhnya.


Wutt..!!


Gulana meliukkan pedang nya yang tahu -tahu telah mengincar samping kiri dari pinggang kanan Maheaa yang dengan lincah pula menebas leher musuhnya.Mereka sama -sama menebas lawan mereka masing -masing yakni Mahesa menebas leher Gulana, dan Gulana menebas pinggang kanan Mahesa lalu mereka pun tewas di dalam pertarungan yang adil dan seimbang.


Crak,crak!!


Ramses yang melihat Kaisar Mahesa telah gugur maka ia memperkuat perjuangan nya yang amat mengagumkan sehingga Jenderal Bunawa telah berhasil tertebas oleh pedang Ramses yang dapat melengkung sendiri ke leher musuhnya yang lalu di tarik cepat dengan gerakan kesamping bagai orang memotong padi dengan ani -ani.


Crakk!!


Chiu Sing juga memperlihatkan kepandaiannya dan gadis ini menebas wanita berpayung hitam dengan pedangnya yang ia lemparkan tepat sekali mengenai punggung musuhnya yang berarti Chiu Sing menebas musuhnya dengan posisi pedang di miringkan sepertu garis melintang.


Craakkkk!!


Pangeran makhota dan putri makhota gadungan beserta keluarga sudah tertawan dan di serang habis -habisan oleh para anggota keluarga Kaisar Mahesa yang menerjang mereka secara serentak.


Wushh..!


Crak,crakk!!


"Ayahanda..!!"


"Yang Mulia..!!"


"Suamiku...!!"


Segenap keluarga Kaisar Mahesa mengerumuni jenazah Kaisar Mahesa yang di gendong oleh Ramses dan di tangisi oleh Chui Sing serta di tatap sendu oleh Alina dan He Shu Huan.Mereka semua bersedih hati meskipun mereka telah bisa menang dari para musuh mereka karena mereka juga kehilangan Kaisar Mahesa yang mereka kagumi dan sayangi

__ADS_1


Bersambung..!!


__ADS_2