Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Siasat Han Ji Yun 2.


__ADS_3

Alina menyadari adanya konsipirasi antara ibu mertuanya dengan gadis pelayan yang menjadi putri angkat ibu mertuanya dan juga sumoi atau adik seperguruan suaminya.


"Aku harus memakai cara yang pintar untuk aku bisa singkirkan gadis tidak tahu malu itu sebelum ia bisa menyingkirkan ku dengan bekerjasama dengan ibu mertua ku."Kata Alina tersenyum kecil melihat kedekatan ibu mertua nya dengan Guo Jiu dan berusaha untuk mendekatkan gadis dengan suaminya.


Istana Kekaisaran Ming merayakan hari musim panas dengan menikmati makan bakcang dan kwe cang bersama -sama di taman dekat air mancur yang bentuknya ukiran tugu patung ikan lumba-lumba.


"Yang Mulia silakan nikmatilah bakcang isi kacang hitam karya ku."Kata Guo Jiu membawakan aneka bakcang kepada He Shu Huan yang sibuk bicara dengan Bi Guan dan Yo Hu serta Bi Jin Xiao dan Tan Cheng Xin.


"Iya,taruh saja di meja."Jawab He Shu Huan agak ketus juga karena ia mulai risih dan tak nyaman dengan Guo Jiu akhir -akhir ini.


"Anakku cobalah sedikit bakcang karya Jiu Jiu yang susah payah membuatkan bakcang untuk kita di hari musim panas tahun ini."Kata Han Ji Yun yang duduk sambil memangku Ming Shu Long.


"Hmm ,ya ibu."Jawab He Shu Huan sopan dan ia mengambil satu bakcang itu dan memakannya perlahan -lahan,ia pun tertarik karena bakcang karya Guo Jiu sungguh enak sekali.


Alina pura -pura tidak melihat siasat ibu mertua dan gadis yang pura-pura baik itu dengan caranya sendiri dan elegan sampai Wen Hui Ling yang duduk di sampingnya heran dengan kesabaran hati Alina dalam menghadapi calon perusak dalam rumah tangganya dengan He Shu Huan.


"Alina ,apakah kau yakin kalau kau tak mau ikut pergi ke lokasi penelitian koperasi pada tanggal 4 juli bersama dengan kami dari persatuan kaum wanita Ibukota Kekaisaran Ming?"Tanya Ming Li di tempat duduk seberang.Ming Li sibuk menyuapi Yo Kang usia 4 tahun putra nya dengan Yo Hu.


"Aku mau ikut pergi bersama kalian ke lokasi penelitian koperasi di desa bunga champa kuning tapi aku tak dapat izin dari Huan Gege ,jadi aku minta maaf sekali kalau aku tak bisa hadir di acara tahunan untuk kaum wanita di Tionggoan yang sudah kita terapkan sejak awal era kita saat ini berkibar."Jawab Alina mengelus perutnya yang mulai agak kembali buncit lagi karena kini sudah masuk 3 bulan lebih.


"Aku juga sedang hamil tapi aku dapat izin dari Yo Hu untuk pekerjaanku sebagai menteri koperasi desa."Kata Ming Li menunjukkan perutnya yang masih rata tapi bentuk tubuhnya sudah berubah tak lagi langsing melainkan montok bukan main.


"Siapa bilang aku memberikan mu izin untuk ikut pergi ke desa bunga champa kuning?"Tanya Yo Hu dengar juga percakapan kaum wanita meskipun ia sibuk berbincang dengan He Shu Huan yang juga memberikan pandangan mata tegas kepada Alina.


"Hmm bukankah kemarin lalu kau beri izin kepada ku ?"Tukas Ming Li mengerutkan alisnya.


"Setelah aku pikir ulang aku tak mau mendapatkan kesulitan karena mengizinkan mu pergi ke desa bunga Champa kuning demi keselamatan mu dan juga tugas mu di rumah untuk Yo Kang kita dan itu perutmu pikirkan juga."Jawab Yo Hu yang dapat gerlingan tajam dari He Shu Huan agar sama dalam memberikan ketegasan larangan pergi ke desa bunga champa kuning untuk para istri mereka berdua.

__ADS_1


"Lalu siapakah yang akan mengurus tugas ku di desa itu kalau aku tidak pergi?"Tanya Ming Li.


"Ada wakil mu dan anak buah mu di Kementerian Koperasi Desa yang bisa mewakili pekerjaan mu di desa bunga champa kuning."Jawab Yo Hu nada tegas.


"Hmm ya baiklah aku patuh kepada mu."Kata Ming Li kalah dengan suaminya.


Usai acara makan bakcang bersama di taman di dalam Istana Ibu Suri Han,mereka kembali ke arah Istana mereka masing -masing ,dan membuat suasana sepi di dalam Istana Ibu Suri Han.


"Apakah kamu sudah memberikan pil rahasia di dalam bakcang yang kau berikan kepada Shu Huan putraku?"Tanya Han Ji Yun kepada Guo Jiu.


"Sudah ,Ibu Suri."Jawab Guo Jiu segera.


"Pergilah ke Istana bagian utara laut dan tunggu kedatangan putraku kepadamu malam ini dengan berhias semenarik mungkin agar hasil yang kita inginkan menjadi sempurna bukan kegagalan yang pahit bagi kita."Kata Han Ji Yun tersenyum cerdas.


Guo Jiu mematuhinya dengan sangat baik sekali di malam hari itu di Istana paling lama di sekitar lingkungan Istana Kekaisaran Ming .Ia sudah rias dirinya secantik mungkin dan berpenampilan yang amat menggiurkan kaum adam saat melihat indah bentuk tubuhnya yang sempurna.


Sementara itu He Shu Huan tengah bermain seru bersama anak -anaknya di rumah pribadinya ,ia sangat bahagia dapat meluangkan waktunya untuk bermain dan menyenangkan hati anak -anak nya.


"Iya ayah..Wah seru sekali bermain bersama ayah dan adik -adik."Seru Shu Long gembira sekali.


Alina selesai memandikan Shu Tian dan Shu Hai lalu datang untuk bergabung bersama He Shu Huan,Ming Shu Long dan Ming Shu Guo di ruang bermain.


"Wah ada ibu dan adik Tian serta adik Hai yang akan meramaikan suasana bermain kita di ruang bermain ,Shu Long dan Shu Guo."Kata He Shu Huan tersenyum cerah.


Alina duduk di dekat Shu Guo lalu membantu anak itu menyusun kotak gabus bentuk segitiga dan ia juga melihat He Shu Huan menggelitik seru Shu Tian sampai anak itu terpingkal -pingkal senang.


"Hahahaha..Geli ayah.."

__ADS_1


"Shu Hai ,ayo lihat kakak -kakak mu menyusun bangunan mereka masing -masing."Kata He Shu Huan memangku Shu Hai dan mengajari bayinya bermain kotak bentuk hewan gajah.


"Shu Guo ,bangunan segitiga mu di susun di atas bangunan kubus kakak Long -mu."Kata Alina yang mengambilkan mangkuk isi camilan buah pepaya dan jambu air untuk keluarganya.


"Istriku ,ayo makan buah pepaya mu supaya kau tak panas dalam."Kata He Shu Huan menyuapi Alina makan buah pepaya.


"Ei pepaya ini untuk anak -anak bukan untuk aku..


Aku mau makan buah jambu air untuk hilangkan haus di tenggorokan ku."Kata Alina menaruh buah pepaya di sumpit He Shu Huan dan memberikan buah itu kepada anak -anaknnya dan juga suami.


He Shu Huan tertawa melihat anak -anaknya juga ramai makan buah jambu air bersama dirinya dan istrinya yang tak mau kalah perlombaan makan buah bersama -sama.


"Baiklah karena sudah malam hari kalian ber 4 harus ganti baju,minum susu dan tidur."Kata He Shu Huan menggendong tiga orang balitanya dan Alina menggendong bayi Shu Hai.


Mereka mengantarkan anak -anak mereka ke arah kamar anak dan melakukan tugas orang tua yang adil satu sama lainnya sampai anak -anak mereka terlelap barulah mereka berdua kembali ke kamar mereka sendiri.


"Hmm kenapa aku melihat Alina seperti melihat Jiu Jiu?"Tanya He Shu Huan di dalam hatinya saat ia ingin tidur bersama dengan istrinya.


Alina baru selesai ganti pakaian santainya dengan pakaian tidur dan rambutnya terurai lepas indah sekali sampai He Shu Huan tak membuang waktu untuk menghirup aroma bunga sakura dari rambut panjang nan indah Alina.


"Wangi sekali rambutmu ,Jiu Jiu."Kata He Shu Huan yang menyentuh rambut Alina tetapi ia malah memanggil istrinya dengan nama Jiu Jiu.


Alina tersentak kaget dan terbesit perasan tak nyaman saat di sentuh oleh He Shu Huan.Ia pun menolak sentuhan suaminya sendiri sampai He Shu Huan bingung terhadapnya.


"Huan Gege ,kau sebut nama ku apa tadi?"Tanya Alina duduk di tempat tidur.


"Nama mu Alina,sayang."Jawab He Shu Huan di tempat tidur dan ingin berbaring karena lelah.

__ADS_1


"Hmmm ,salah tadi kau memanggil ku Jiu Jiu bukan Alina."Kata Alina dalam hatinya dan ia muram sendiri melihat suaminya sudah pulas di posisi sampingnya.Ia pun berbaring juga di sisi He Shu Huan.


Bersambung..


__ADS_2