
Trang,trang,trang..!!
Alina menangkis serangan pedang bintang milik Bi Jin Xiao yang kini bergabung dalam Sekte Bintang Ninja Hitam yang ingin membunuh He Shu Huan dan keturunannya untuk mendirikan Kekaisaran Ming yang baru yang sesuai sistem pemerintahan era Ming Luo.
Melihat adiknya membela He Shu Huan yang amat di bencinya itu.Bi Jin Xiao dengan amarah yang sangat besar menyerang Alina juga dengan ilmu pedang Bintang Ninja Hitam yang membuat Alina terdesak hebat oleh bendungan pedang bintang di tangan Bi Jin Xiao.
Wutt,trang,trang..!!
"Bi Jin Xiao kau sudah bukan lagi kakakku tetapi musuhku karena kau sudah berani menyerang He Shu Huan suamiku yang berarti kamu harus mati di tangan ku,Alina Permaisuri Agung Kekaisaran Ming Sejati."Kata Alina mengubah ilmu silatnya yang membuat setiap serangan Bi Jin Xiao tak sanggup mendesak Alina tetapi kini Bi Jin Xiao lah yang kewalahan menghadapi ilmu pedang yang hebat di tangan Alina.
Crang..!!
"Auhh..!!" Teriak Bi Jin Xiao yang pedangnya patah oleh serangan kaki He Shu Huan yang dengan lihai bukan main menggunakan patahan pedang Bi Jin Xiao sendiri sebagai alat untuk menebas leher Bi Ji Xiao melalui kekuatan menendang pedang ke arah leher Bi Jin Xiao saat He Shu Huan melihat Alina yang sudah marah ingin menghukum mati kakaknya sendiri.
Maka He Shu Huan memutuskan dirinya yang harus menghukum mati Bi Jin Xiao untuk status Bi Jin Xiao yang tak lagi sebagai saudara ipar tetapi pemberontak terhadap Kekaisaran Ming.
Wer,wer,wer,wer..!!
Serangan senjata bentuk bintang berdatangan ke dalam kamar rumah Ru Rao Yung di desa gunung Qi kepada He Shu Huan ,Alina dan Shi Lin yang di kurung di dalam kamar itu.
Wutt,trang,trang,jlebb!!
Shi Lin memutar pedang tipis nya menangkis tiap senjata bintang yang menyerang ke arah nya ,He Shu Huan dan Alina dengan hebat sehingga Shi Lin berhasil membunuh lima orang musuh itu.
Wushh,crakk,crakk..!!
Alina berkelebatan cepat menebas setiap musuh yang menerobos masuk ke kamar dari atas langit -langit,jendela,kamar mandi dalam kamar dan juga pintu kamar.
He Shu Huan menggerakan telapak tangannya yang membentuk lingkaran yang berwarna merah seperti api yang ia hempaskan ke seluruh musuh tersebut dengan kekuatan dashyat.
Wush ,brushh..!!
"Ayo kalian berdua pergi lah lebih dahulu dari kami bertiga yang akan menghabisi mereka semua."
Kata He Shu Huan yang membuka jalan keluar untuk Alina dan Shi Lin terbebas dari kurungan dan serangan musuh yang berkelebatan bagaikan kupu -kupu malam itu.
Brr!!
Setelah Alina dan Shi Lin sudah pergi dari rumah Ru Rao Yung yang roboh oleh terjangan He Shu Huan yang melemparkan kedua wanita itu keluar dari dalam kamar melalui atap langit -langit kamar yang di jebol oleh tapak naga perak He Shu Huan.
"Majulah para pengecut laknat...!Aku He Shu Huan tidak pernah takut sedikitpun terhadap kalian..!!"
__ADS_1
Hardik He Shu Huan yang mengencangkan ikatan gendongannya terhadap kedua bayi kembar beda jenis kelamin yang di gendong di depan dan juga di belakang punggungnya.
Brrr..!!
Swing,swing...!!
Sejumlah musuh telah mengurung He Shu Huan dengan senjata tajam berupa samurai panjang dan tombak serta busur panah otomatis untuk berramai -ramai membunuh Sang Kaisar Ming Huan yang sangat di takuti oleh mereka sebagai penghalang utama tujuan pimpinan mereka yang ingin menjadi penguasa Negeri Ming Sejati.
"He Shu Huan lebih baik kau serahkan stempel dan pedang kekuasaan Ming kepadaku atau kau ingin melihat istri mu dan pelayan mu mati secara mengenaskan di tangan anak buah ku yang tubuh raksasa itu."Kata seorang pria tubuh sedang dan wajah tampan yang memegang busur panah di tangan yang mengarah tepat ke jantung He Shu Huan.Pria ini adalah Su Kian Tin.
Sesuai dengan perkataannya itu muncullah pria bertubuh raksasa yang mengepalkan tinju besar yang siap memukul pelipis Alina dan Shi Lin yang tertangkap oleh pihak musuh di pintu keluar dari desa gunung Qi untuk mengancam He Shu Huan.
"Bocah bau kecut yang baru saja menetas dari induknya sudah begitu lancang dan bosan hidup mengancam ku dengan menyandera istri ku dan pelayan ku..!!Hmm..Lihatlah apa yang akan aku lakukan terhadap raksasa bau selokan itu..!!"Kata He Shu Huan yang tiba -tiba membuat gerakan kaki menekuk sedikit bagaikan burung kalkun saja telah meluncur cepat menghantam hancur wajah pria tubuh besar dengan tinju kilat petir hitam.
Wushh,bugh,bruak..!!
Su Kian Tin terbelalak kaget bukan main karena ia tidak sempat melihat gerakan He Shu Huan yang tahu -tahu telah membunuh temannya dan kini He Shu Huan telah membebaskan Alina dan Shi Lin dari ancaman mengeriakan dari teman Su Kian Tin itu.
"Bedebah yang tak bisa di beri ampunan untuk layak hidup lebih lama lagi...!!"Hardik Su Kian Tin yang memberikan kode kepada para pasukannya untuk menyerang He Shu Huan secara serentak.
Krek..!!
Tombak di tangan pria berkumis melengkung di samping kanan He Shu Huan telah bergerak ke arah Alina di samping kanan He Shu Huan dengan gerakan menghunus ke depan.
Wushh..!!
Alina dengan satu gerakan menampar ke depan telah melemparkan batu tanah dengan tepat luar biasa membunuh pria berkumis melengkung itu dengan ilmu sinkang naga biru.
Wutt,crakk..!!
Shi Lin yang kehilangan pedang tipisnya itu telah menggunakan rumput untuk membunuh para anak buah Su Kian Tin yang menembakkan panah ke arah dirinya,He Shu Huan dan Alina bertepatan dengan serangan ilmu telapak naga es dari tangan kanan He Shu Huan dan juga serangan ilmu kaki naga api yang di lakukan oleh He Shu Huan yang membunuh seluruh anak buah Su Kian Tin di arah belakang ,kanan ,kiri dan depan.
Wushh,bress!!
Wutt,duk,brushh..!!
Wushh,crakk..!!
Kini hanya Su Kian Tin seorang yang masih hidup yang bertekad bulat untuk bertarung hidup atau mati menghadapi He Shu Huan yang tersenyum dingin bak Iblis pencabut nyawa di hadapannya.
"Alina lindungi Ming Xin Lian."Kata He Shu Huan yang menyerahkan bayi perempuan Ming Xin Lian kepada Alina.
__ADS_1
"Shi Lin lindungi Ming Xin Huan."Kata He Shu Huan yang juga menyerahkan bayi laki -laki Ming Xin Huan kepada Shi Lin.
"Tidak..Biar aku saja yang melindungi Xin Huan juga karena aku ibundanya."Kata Alina merebut Ming Xin Huan yang akan di serahkan kepada Shi Lin oleh He Shu Huan dengan cepat seakan Alina takut kalau bayinya di ambil oleh Shi Lin.
He Shu Huan fokus menatap Su Kian Tin yang ketakutan sekali dengan tatapan mata ganas He Shu Huan.
"Su Kian Tin majulah dan bertarunglah secara jantan untuk menghadapiku."Tantang He Shu Huan berjalan maju untuk bertarung dengan Su Kian Tin.
Su Kian Tin mengangkat busur panah otomatisnya yang ia arahkan kepada He Shu Huan yang terus maju ke depannya.Karena terlalu takut Su Kian Tin membidikkan busur panahnya menyerang He Shu Huan.
Syut,wer,wer!!
Serangan panas bak hujan yang meluncur ke segala titik penting dari tubuh He Shu Huan yang terus saja berjalan tanpa gentar dan takut terkena panah tajam itu.
He Shu Huan bagaikan berjalan di tengah badai yang menerpanya namun He Shu Huan tidak bisa di sentuh oleh ujung hujan anak panah tajam yang di bidikkan Su Kian Tin yang bertekad untuk kuat untuk menghabisi dirinya.
"Kau..Kau bukan manusia..!!"Pekik Su Kian Tin yang gemetaran ketakutan sampai pucat sekali.Ia menggerakan busur untuk memukul kepala He Shu Huan yang dengan santai mengelak sedikit saja berhasil terhindar dari busur panah Su Kian Tin.
Wutt!!
Bughh..!!
Su Kian Tin terjengkang ke tanah dalam retak di rahangnya yang di tinju oleh pukulan naga es di tangan kiri He Shu Huan.
"Huan Gege.."Panggil Alina masuk ke pelukan He Shu Huan dengan perasaan lega karena mereka telah selamat dari serbuan para musuh mereka.
"Alina,ayo sebaiknya kita segera pulang ke rumah kita untuk kita berkumpul bersama anak -anak kita dan ibu kita serta saudara kita yang sudah lama kita tinggalkan untuk misi menemukan kotak pandora dan kunci mas."Kata He Shu Huan yang menggendong Alina yang menggendong kedua bayi mereka lalu berkelebat cepat meninggalkan pegunungan Qi menuju ke Ibukota Kekaisaran Ming.
Brrrr..!!
"Yang Mulia..!" Panggil Shi Lin sedih di lupakan He Shu Huan .
"Huahahaha..Nona cantik jika aku jadi kamu ,aku akan gunakan cara terbaik ku untuk mendapatkan pria yang aku cintai."Suara seorang Nenek tua di dekat Shi Lin sesudah Shi Lin seorang diri di desa gunung Qi.
"Siapakah kau Nenek Tua ?"Tanya Shi Lin terkejut sekali karena ia tidak tahu akan kehadiran Nenek tua yang tahu -tahu berada di hadapannya dengan mimik wajah lembut dan sorotan mata yang aneh sekali.
"Aku Ibu kandung mu,Shi Lin.Aku Han Ji Won yang akan membantu mu mendapatkan He Shu Huan dan aku akan mendapatkan tahta dari mu usai kau berhasil menaklukan hati He Shu Huan."Jawab Han Ji Won saudari lain dari Han Ji Hyun yang kini memiliki keinginan untuk balas dendam kepada keluarga He Shu Huan.
"Ya.."Jawab Shi Lin yang terpengaruh ilmu hitam milik Han Ji Won atau Han Gu Ye yang di juluki Setan Cantik Gunung Han oleh seluruh dunia kangouw Tionggoan.
Bersambung..!!
__ADS_1