Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Ada Kota Di Dalam Tanah.


__ADS_3

He Shu Huan ,Alina,Bi Guan dan Ming Ming tiba di sebuah kota yang sangat membingungkan hati mereka ,pasalnya kota itu sangat asing sekali dan banyak sekali orang mini.


"Selamat datang di kota kaum manusia kerdil atau kurcaci."Kata seorang pria paruh baya yang juga mini hanya seukuran pinggang orang dewasa.


"Iya,terimakasih." Jawab He Shu Huan ramah.


"Hei kalian orang tinggi tolong sebutkan nama dan maksud kalian datang ke kota kami untuk apa?"


Tanya orang tua kurcaci lain.


"Aku He Shu Huan dan istri ku Alina lalu mereka berdua adalah adik dan adik ipar ku Ming Ming dan Bi Guan ,dan kedatangan kami ke kota kalian adalah mencari dan menemukan Kaisar Gi Min Ji dari Kekaisaran Gi yang menjadi sahabat kami."


Jawab He Shu Huan sopan.


Brukk.


Seluruh orang mini itu sujud hormat kepada He Shu Huan.


"Hormat kami kepada Paduka Kaisar Ming Huan."


Sapa kepala pimpinan kota mini itu.


"Terimakasih atas sambutan hangat dari kalian untuk ku."Jawab He Shu Huan ramah.


"Yang Mulia silahkan anda ikuti hamba Fung Yu Li jika anda ingin menemukan Kaisar Gi Min Ji." Kata Fung Yu Li nama orang tua mini itu .


"Iya,terimakasih Paman Fung."Kata He Shu Huan ramah dan sopan.


Mereka mengikuti Fung Yu Li ke arah pegunungan yang sangat menarik sekali yakni banyaknya desa -desa yang rata -rata pemukimannya sangat mini namun memarik sebagai obyek wisata tentang hal unik di dunia.


Setelah mengikuti Fung Yu Li selama kira-kira 3 jam karena jalannya berliku -liku dan ada jalan yang harus menanjak serta ada jalan yang harus gunakan ilmu ginkang cukup tinggi agar tak jatuh ke dalam jurang sempir di bagian perbatasan di dua jalan lainnya.


Mereka tiba di sebuah gubuk yang merupakan satu -satunya gubuk besar dan seukuran normal lalu di sana tampaklah seorang pria paruh baya tubuh normal dan usia 45 tahunan yang sedang membakar ubi di depan gubuk itu.

__ADS_1


"Ayah lihat ada Paman Fung datang."Kata gadis seukuran Alina yang mungil tapi masih normal.


"Sa Sa ,Paman Fung datang mengantarkan Yang Mulia Kaisar Ming Huan untuk bertemu dengan ayah mu dan kamu di rumah kalian ini."Kata Fung Yu Li yang melihat Sa Sa nama gadis itu berdiri dan membantu Gi Min Ji berdiri untuk bertemu dengan He Shu Huan,Alina,Bi Guan dan Ming Ming di hadapan mereka.


"Kaisar Gi,aku He Shu Huan datang untuk bantu kamu bisa pulang dengan aman ke Kekaisaran Gi mu sebagai sahabat mu."Kata He Shu Huan nada sopan.


"Yang Mulia Ming Huan aku ucapkan terimakasih atas perhatian mu untuk membantu ku pulang ke Kekaisaran Gi ku dan aku sangat menerima niat baik mu sebagai sahabat ku.Baiklah tunggulah sebentar aku siap -siap dulu.."Kata Gi Min Ji yang tampaknya susah berjalan bila tak di bantu Gi Min Sa putri terbaik dan tersayangnya itu.


"Iya,baiklah aku tunggu di luar rumahmu."Jawab He Shu Huan duduk di batang kayu yang banyak di tidurkan memanjang di pekarangan gubuk itu.


Alina melihat perkebunan ubi ,labu ,mentimun dan sayur kailan dengan kagum sekali karena hasil kebun di tempat itu sangat banyak dan segar pula sampai Ming Ming tertarik untuk melihat -lihat juga.


"Segar dan hijau yang bagus sekali labu di kebun Paman Gi."Kata Alina kagum.


"Nyonya Besar ,jika anda suka silakan anda petik dan bawa pulang ke rumah anda karena labu hasil kebun Tuan Besar Gi memang sangat segar dan manis."Kata Fung Yu Li membantu Alina memetik labu dan memberikan labu kepada Alina.


"Wah terimakasih banyak Paman Fung tapi aku saat ini sedang merantau bersama suami dan adik ipar ku serta kakak ku ,hmm bagaimana aku bisa membawa labu ini pulang ke rumahku dan aku bisa mencoba makan sayur labu segar dan manis ini?!" Ucap Alina sopan.


"Kakak yang baik dan cantik jelita aku punya sayur labu di dalam rumah ku."Kata Gi Min Sa ramah dan mengantarkan Alina ke dalam rumahnya dan di sana ada mangkuk sayur labu bening di atas meja kayu persegi.


He Shu Huan ikut masuk dan berdeham ringan di samping Alina.


"Apa ?Kau juga mau makan sayur labu bening?"


Tanya Alina duduk di kursi kayu dan mulai ingin menyuap sayur labu bening ke mulutnya dengan sendok kayu.


"Tidak,cuma aku ingin lihat betapa manisnya kau bila ada maunya."Jawab He Shu Huan berdiri di belakang Alina.


"Yang Mulia sepertinya anda lebih suka makan daging ..,Mari silakan anda cicipi daging iga bakar yang hamba buat untuk makan siang ayah hamba di rumah."Kata Gi Min Sa ramah menaruh piring isi daging iga bakar di atas meja kayu.


"Sa Sa bisakah bantu ayah ambilkan logam pipih di kotak di samping tempat tidur ayah?" Pinta Gi Min Ji yang sudah rapi dan bersiap untuk ikut He Shu Huan meninggalkan kota orang mini untuk ia bisa pulang ke Kekaisaran Gi.


"Iya ,ayah." Sahut Gi Min Sa segera pergi ke arah kamar ayahnya dan mengambil kotak di samping tempat tidur ayahnya lalu mengeluarkan logam yang di maksud ayahnya dan mengantarkan logam itu kepada ayahnya di ruang makan.

__ADS_1


"Paduka ini adalah kunci pintu masuk ke lorong jalan ke arah Kekaisaran Gi untuk mempermudah kita merebut Kekaisaran Gi dari Gi Hong Zi dan Le Sen Yen."Kata Gi Min Ji memberikan logam pipih itu kepada He Shu Huan yang segera menyimpan logam itu di saku bajunya.


"Baiklah ,kita berangkat menuju ke Kekaisaran Gi."


Kata He Shu Huan menarik lembut Alina dari kursi untuk jalan keluar dari gubuk itu.


"Ayah ,kita belum berhasil menemukan pusaka patung burung rajawali emas yang telah di curi oleh Raja Maling Ru Rao Yung "Kata Gi Min Sa di belakang Bi Guan dan Ming Ming.


"Raja Maling Ru Rao Yung yang berasal dari Kota Ru An kah?"Tanya Bi Guan yang berjalan santai.


"Iya benar sekali orang itu dua tahun lalu datangi rumah kami dan merebut pusaka kami dari tangan ayah ku dengan memotong tangan ayahku."Jawab Gi Min Sa menggandeng bahu ayahnya karena Gi Min Ji telah kehilangan kedua tangannya yang di potong oleh pencuri pusakanya.


"Kejamnya Ru Rao Yung itu.."Geram Bi Guan.


Fung Yu Li mengantarkan mereka ke sebuah jalan yang penuh lubang dan tanah basah untuk jalur terpendek untuk keluar dari kota orang mini ,dan membuat Alina susah melewati jalan itu tanpa di bantu He Shu Huan dengan ginkang yang di atur seringan mungkin untuk Alina bisa tiba di pintu keluar dari Kota orang mini dengan mudah.


"Baiklah terimakasih bantuan mu kepada kami dan jangan khawatir kota mu ini akan ku jadikan kota wisata yang memperbaiki ekonomi dan taraf hidup yang lebih baik untuk kaum mu bisa hidup layak dan seimbang dengan kaum kami."Kata He Shu Huan yang meminta Bi Jin Xiao mencatat janji nya kepada Paman Fung Yu Li.


Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling serta Shi Lin bingung melihat mereka muncul dari jalan yang berada di samping sungai padahal mereka sudah menanti He Shu Huan,Alina ,Bi Guan dan Ming Ming dapat kembali dari lubang tanah itu untuk kembali pada mereka.


"Ternyata ada jalur yang tak perlu lewat tanah."


Kata Shi Lin menepuk dahi sendiri saat di beritahu Fung Yu Li jalur masuk ke kota kaum mini.


"Hmm ,kami tidak tahu..Maaf ya kami pakai jalur pintas."Kata Alina dengan nada lembut.


"Iya,tak apa kami mengerti Nyonya Besar sebagai orang luar tentu saja anda dan Yang Mulia tak tahu jalan untuk masuk ke kota kami."Kata Fung Yu Li ramah.


"Ya,terimakasih Fung atas bantuan mu selama ini untuk ku dan putri ku dapat hidup nyaman di kota mu."Kata Gi Min Ji membungkuk hormat serendah mungkin kepada Fung Yu Li.


"Iya sama -sama teman."Jawab Fung Yu Li ramah.


Kemudian mereka pamit kepada Fung Yu Li untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke arah Kekaisaran Gi melalui jalur yang mengarah ke arah desa bunga seruni kelabu.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2