Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Mengunjungi Sekte Istana Es Di Pegunungan Himalaya.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian He Shu Huan dan Alina telah sampai di pintu batu markas besar Sekte Istana Es yang sudah hancur dan terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin melihat Istana Es yang amat terkenal di wilayah pegunungan Himalaya.


"Sepertinya sudah ada orang yang telah datang ke Istana Es yang mendahului kita. "Kata He Shu Huan mengambil tali untuk melayang ke seberang tebing es lain.


Alina menggunakan sabuk sutra untuk sampai di seberang tebing es.Ia melakukannya bersama Chiu Sing yang menunjukkan jalan menuju ke Istana Es.


Di Istana Es mereka menemukan sejumlah para penghuni Istana Es sudah menjadi jasad yang tak beraturan bahkan bangunan dalam istana itu pun runtuh dan menimbun banyak es di mana -mana.


"Tolong...!!"


Trang,trang,trang!!


Plak,plak,des!!


Mereka mendengar suara pertempuran yang telah terjadi di halaman dalam Istana Es.Mereka segera berkelebat untuk menolong para penghuni Istana Es yang terdesak oleh seorang pria berwajah yang sangat angker sekali.


"Ketua Sekte Beruang Hitam Lau Kui yang mereka hadapi."Kata Alina melesat menangkis serangan pria muka angker yang sudah berniat membunuh para penghuni Istana Es yang sudah kewalahan menghadapi orang itu.


Alina menggerakkan sabuk sutra warna putihnya ke segala titik penting dari tubuh pria angker yang terkejut sekali karena pria itu terdesak hebat oleh serangan sabuk sutra putih Alina.


Wutt,tar,tar!!


"Hyaatt...!"


"Rasakan ini serangan ku..!!"


Wutt,tar,plakk,blukk!!

__ADS_1


Pria Ketua Sekte Beruang Hitam terpukul mundur karena sabuk sutra Alina menghujani nya hingga ia tak bisa melakukan perlawanan lagi sebab Alina sudah menampar ubun-ubun nya dengan ujung sabuk sutra putih hingga pria itu terbelah dua di kepalanya.


He Shu Huan menggerakkan ujung lengan bajunya yang mengeras bagaikan tongkat saja ke arah para anggota Sekte Beruang Hitam yang sudah membunuh sejumlah orang dari Sekte Istana Es dengan ilmu pedang pulau abadi.


Bughh,crak,crakk!!


"Ahhh..! Pendekar Serigala Emas Sakti yang telah datang ke Istana Es dan membantu mereka...!!Ayo sebaiknya kita pergi dari sini..!!"Teriak salah satu dari anggota Sekte Beruang Hitam yang takut dan jerih terhadap He Shu Huan dan Alina.


Brrr ..!!!!


"Jangan harap kalian bisa pergi dari hukuman mati yang harusnya kalian terima dari ku atas segala perbuatan kotor kalian lakukan di negeri Ming -Ku tercinta..!!" Hardik He Shu Huan yang kini menggunakan gumpalan batu es sebagai senjata menyerang habis para anggota Sekte Beruang Hitam yang ingin melarikan diri.


Wunggg,gluduk,gluduk,bruakk!!


"Cepat kalian minum pil yang ku berikan ini agar luka kalian bisa cepat sembuh."Kata Alina yang kini memberikan pil penyembuh luka dalam tubuh dan pil penyembuh luka luar tubuh kepada para penghuni Sekte Istana Es yang masih hidup dan masih bisa di selamatkan oleh Alina dan He Shu Huan.


"Yang Mulia..Mari ikuti hamba ke dalam ruangan utama Istana Es untuk anda bisa mendapatkan petunjuk mengenai struktur dan diagram pohon leluhur keluarga kami."Kata Chiu Sing yang berada di pintu ruangan lain di Istana Es.


Mereka tiba di ruangan yang di maksud Chiu Sing yakni ruangan yang ada struktur dan diagram para leluhur keluarga Istana Es yang di buat seperti pohon bonsai raksasa.


"Kalian semua berasal dari suku Chiu yang tinggal di dataran tinggi di puncak gunung himalaya dan Chiu Sing adalah generasi terakhir kalian yang tersisa,begitukah?" Tanya Alina membaca struktur dan diagram pohon itu dengan cermat.


"Benar sekali ,namun sebenarnya hamba masih punya saudara laki -laki yang bernama Chiu San yang hilang tanpa jejak sejak lima tahun yang lalu di dalam perjalanannya menuju ke Kota Guo yang berdekatan dengan Kota Gao ,Yang Mulia."Jawab Chiu Sing jujur.


He Shu Huan memegang akar pohon yang ada tulisan nama 'Chiu Hu' dan akar pohon bergerak ke samping kanan membuat pintu untuk ruangan yang merupakan jalan pintas ke Kerajaan Nepal.


"Penemuan yang sangat mengagumkan sekali dan aku baru pertama kali menemukan jalan pintas yang terhebat untuk sampai ke tempat yang ku ingin kunjungi dengan waktu yang singkat agar waktu ku tak terbuang banyak di satu tempat saja."Ucap He Shu Huan melihat ada jembatan es yang mengarah ke sebuah jurang yang merupakan pintu wilayah Kerajaan Nepal.

__ADS_1


"Jembatan Es ini menurun dan licin sekali dengan jalanan yang menukik tajam sekali dan penuh es yang berasal dari salju -salju yang bertebaran di sekitar wilayah pegunungan Himalaya ini."Kata Alina yang memandangi jalanan tersebut dengan penilaian yang sangat akurat sekali.


"Kita bisa menggunakan papan luncur yang telah di sediakan oleh pihak Istana Es untuk kita dapat meluncur ke bawah dengan lebih menyenangkan serta suatu pengalaman tak terlupakan."Kata He Shu Huan yang melihat Chiu Sing meluncur ke arah bawah jurang dengan papan luncur yang di berikan anak buahnya.


"Ummmm...Ya,ayo kita coba saja..Kak Huan.."Kata Alina yang mengikuti Chiu Sing meluncur dengan papan luncur ke bawah jurang.


Swingg!!


"Woahhhh...Menakjubkan..!! "Seru Alina terdengar menggema di Istana Es yang kosong dan hanya 7 orang saja penghuni nya.


He Shu Huan meluncur dengan posisi telentang bebas di belakang Alina yang tertawa gembira di depan He Shu Huan yang memeluknya dengan santai.


Swingg!!


Bruakk!!


Mereka bertemu dengan Chiu Sing yang telah siap memberikan kartu pengenal kepada pihak yang menjaga keamanan dan keselamatan Kerajaan Nepal.


Setelah itu mereka bertiga berhasil masuk ke dalam wilayah Kerajaan Nepal dengan nyaman dan aman.Chiu Sing mengantarkan mereka untuk bertemu dengan seorang pria yang menjadi salah satu pengawal pribadi dari Pangeran Makhota Kerajaan Nepal di sebuah peternakan domba dan sapi.


"Perkenalkan ini adalah Tuan Ramses pengawal pribadi Pangeran Makhota Nukalu yang akan jadi pemandu kita untuk menuju ke Istana Kerajaan Nepal dan bertemu dengan keluarga besar dari Kerajaan Nepal."Kata Chiu Sing tersenyum ramah kepada He Shu Huan dan Alina."Ramses ,mereka ini adalah Tuan Besar He dan Nyonya Besar He yang ingin berkunjung kepada Ibu Suri Jinawari di Istana Kerajaan Nepal."Kata Chiu Sing lagi kepada Tuan Ramses.


Tuan Ramses mengulurkan tali pecut kepada He Shu Huan yang tahu sebagai salam mereka dan ia menerima tali pecut untuk naik ke gerobak sapi sebagai sarana transportasi mereka ke arah Istana Kerajaan Nepal.


"Terimakasih..Aku mengerti..Kau naiklah di atas gerobak itu.."Kata He Shu Huan dengan bahasa Nepal yang cukup fasih dan resmi sehingga Tuan Ramses menyukai kesopanannya.


"Ya,terimakasih Tuan Besar He."Jawab Ramses dengan bahasa ibunya.Lalu Ramses dan Chiu Sing duduk sebagai kusir,sedangkan He Shu Huan dan Alina duduk sebagai penumpang.

__ADS_1


Kemudian kereta gerobak sapi melaju ke wilayah Ibukota Kerajaan Nepal yang dari pandangan mata mereka ,kereta gerobak sapi menembus bola matahari yang berwarna merah yang sangat menyilaukan dan memancarkan pelangi karena bumi yang mereka pijak adalah gumpalan tanah yang terbuat dari Es alami.


Bersambung..


__ADS_2