
Bi Guan yang memiliki perasaan yang sangat dan amat luar biasa tajam itu mendengar perkataan Shi Lin telah lebih dahulu melampiaskan amarah di dadanya kepada sejumlah anggota keluarga Gi Min Ji yang di tebasnya ilmu pedang golok naga langit.
Wush ,crak,crak!!
"Bi Guan..Apa maksud mu membunuh sejumlah anak ku ?" Tanya Gi Min Ji berkerut.
"Apa maksudku..?Ah !! Gi Min Ji kau seorang yang tak tahu diri sekali terhadap kami yang sudah baik hati menolongmu tapi kau balas dengan kelicikan dan kekejaman mu terhadap kami."Jawab Bi Guan marah.
Gi Min Ji tersenyum puas dan ia memberikan kode kepada para anggota keluarganya dan juga para pasukan samarannya untuk mengurung Bi Guan dan Ming Ming serta Shi Lin di Istana Kekaisaran Gi.
"Siapa suruh kalian begitu lancang tangan masuk ke Istana ku tanpa izinku ?Siapa suruh He Shu Huan begitu arogan dan merendahkan negeri Gi ku untuk tunduk di bawah kedua kakinya?,maka kalian janganlah menyalahkan ku jika aku balas perbuatan kalian dengan cara ku sendiri."Kata Gi Min Ji keji.
"Gi Min Ji kau manusia hina yang layak mati 3000 kali di tangan ku atas perbuatan keji putra mu ini terhadap Soso ku..!!" Suara dingin He Shu Huan telah menghantui Gi Min Ji dan semua orangnya yang di kejutkan oleh jasad Tuan Muda ke 38 yang di lemparkan He Shu Huan tepat ke arah wajah Gi Min Ji di kursi Singasana nya.
Wutt,plakk!!
Gi Min Ji terjengkang dari kursi nya dan ia tiba -tiba mengerahkan kursinya untuk menghadapi He Shu Huan yang dengan sangat tangkas sekali meninju hancur kursi itu dan menggunakan sisa kursi sebagai senjatanya membunuh Gi Min Ji.
Wutt,crakk,bugh,brukk!!
Gi Min Ji tewas dengan kepala remuk ,kaki hancur dan tubuhnya berhamburan oleh ilmu angin salju beku He Shu Huan yang sangat sadis bukan main bila sudah murka.
"Habisi mereka...Dan ambil semua harta pusaka Kekaisaran Gi..!!" Perintah He Shu Huan kejam.
Bi Guan membabat habis sejumlah keluarga Gi Min Ji dengan goloknya yang amat sangat tajam itu.
Wutt,crakk,crakk,crakk!!
__ADS_1
"Berikan mereka semua kepada ku sebagai caraku menghukum mati mereka atas perbuatan mereka terhadap Istrikuuu..!!" Teriakan murka Bi Jin Xiao yang baru saja kehilangan istrinya yang memilih bunuh diri daripada hidup dalam keadaan kotor dan terhina bagai mayat hidup dengan cara gigit lidah hingga putus.
Wush,crak,crak,crakk!!
Bi Jin Xiao membabat habis seluruh pasukan Gi Min Ji .
"Berikan Gi Min Sa kepada ku..!" Kata Bi Guan keji dan ia seret Gi Min Sa ke arah sumur maut yang berada di bagian dapur Istana Kekaisaran Gi dan di sana Bi Guan membalas perbuatan Tuan Muda ke 38 yang melecehkan Wen Hui Ling hingga gila dan bunuh diri dengan cara yang lebih sadis lagi.
"Aghhhhhh!!"
Bruukk!!
"Mereka tidak tahu bagaimana cara kita dalam membalas dendam."Kata He Shu Huan yang telah membiarkan Gi Rong Rong dan Gi Hong Siu jadi pelampiasan keji Wang Yi Tuo di depan jasad para angggota keluarga mereka.
"Janganlah membalas kebaikan kita dengan cara palsu atau kita balas dengan kejahatan yang tak bisa mereka elakkan lagi."Kata Bi Guan tersenyum puas dengan kilatan sadis.
"Yang Mulia..Aku sudah dapatkan informasi dari pemilik rumah makan dan penginapan anyelir 2 kalau Wen Bai Zhen lah yang telah menyandera Nyonya Besar He di saat Tuan Muda ke 38 telah membunuh sebagian anggota keluarga Gi Min Ji di menara rahasia Adipati Gi Yuen dan membawa Nyonya Besar Bi ke ruangan gelap jahanam itu."
"Terimakasih atas bantuan mu Shi Lin kepada ku."
Kata He Shu Huan yang memasukkan nama Wen Bai Zhen sebagai daftar hitam yang harus di habisi olehnya segera mungkin.
"Shu Huan ,kami sudah selesai melakukan sesuai perintah mu." Kata Bi Guan usai membakar habis Istana Kekaisaran Gi sehabis Ming Ming kuras habis pusaka Kekaisaran Gi.
"Pasang bendera Ming di wilayah Gi."Perintah He Shu Huan kepada Bi Jin Xiao yang memasangkan sejumlah bendera Kekaisaran Ming di wilayah Gi.
"Huan Gege..Ini peta keluar dari wilayah Gi yang aku dapatkan dari pakaian dalam Gi Min Sa."Kata Ming Ming memberikan peta tersebut kepada He Shu Huan yang segera membaca peta tersebut.
__ADS_1
"Kita harus segera keluar dari wilayah Gi melalui patung burung kalkun di alun -alun Kota Gi An."
Kata He Shu Huan berkelebat cepat meninggalkan Istana Kekaisaran Gi usai semua tempat itu telah menjadi puing -puing bangunan gosong.
Brrr!!
Bi Jin Xiao memanggul jenazah Wen Hui Ling dan mengikuti He Shu Huan ,Bi Guan dan Ming Ming ke arah patung burung Kalkun sesuai petunjuk Shi Lin.
"Ada tombolnya di moncong patung burung kalkun ini."Kata Shi Lin menekan tombol dengan tepat.
Krekk!!
"Lubang besar lagi." Kata Bi Guan bosan tapi ia cepat mengikuti He Shu Huan yang menuruni anak tangan melingkar yang sangat dalam dan curam sekali.
"Ming Ming hati -hatilah..Marilah kau ikuti langkah ku."Kata Shi Lin memandu Ming Ming menuruni anak tangga sebelum Bi Guan dan Wang Yi Tou.
Setelah melewati tangga yang berliku-liku curam dan licin akhirnya mereka telah tiba di sebuah desa kecil yang menjadi satu wilayah dengan wilayah Se An.
"Desa kecil tanpa nama "Kata Bi Guan membaca batu prasasti yang sudah rusak dan lapuk di depan mereka.
"Aku tak perduli dengan nama desa ini ,aku hanya perduli bagaimana cara aku dapat menebas leher Wen Bai Zhen yang kurang ajar itu menyandera istriku ."Kata He Shu Huan dengan dengusan yang tersirat amarah .
"Sabarlah nanti juga kau bisa menebas Si laknat itu dengan tangan mu sendiri."Kata Shi Lin halus di samping He Shu Huan yang menjauhkan diri dari Shi Lin sampai Bi Jin Xiao heran sendiri.
"Hmm tersengat lebah apakah dirimu itu ,Huan?"
Tanya Bi Guan merangkul bahu Bi Jin Xiao yang sudah memakamkan Wen Hui Ling di hutan pintu masuk ke desa kecil tanpa nama.
__ADS_1
"Lebah madu tanpa pewarna buatan tapi penuh racun yang tak mau sampai diriku terjebak oleh lebah madu itu."Jawab He Shu Huan halus namun menyindir tajam Shi Lin yang tetap tenang sekali dan tetap berharap bisa meraih pujaan hatinya.
Bersambung..