Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Menyelusuri Markas Cabang Sekte Harimau Gurun.


__ADS_3

" Iya..?Aku kenapa? " Tanya Bi Guan centil seraya mempererat pelukannya terhadap Wang Yi Tou.


"Huh..Lepaskan aku..Laknat cabul gila.!" Pekik Wang Yi Tou menggeliat untuk membebaskan diri dari pelukan erotis Bi Guan.


"Iya,ya,ya aku lepaskan mu kalau kamu mau jadi milikku selamanya di mulai hari ini." Kata Bi Guan memanggul Wang Yi Tou ke sebuah kamar yang tak sengaja di temukan oleh Bi Guan yang asal masuk saja.


He Shu Huan dan Bi Jin Xiao tak memperdulikan kelakukan Bi Guan yang sedang menetapkan diri sebagai pemilik sah Wang Yi Tou yang merupakan seorang gadis muda belia usia 17 tahun yang pura -pura sebagai pria tua pengemis untuk keamanan dan keselamatan gadis itu sendiri di kehidupannya sebagai tokoh dunia persilatan Tionggoan.


"Oh ,nama Wang Yi Tou ,emmm..baguslah aku tak perlu mengkhawatirkan identitas mu yang ku kira kakek -kakek tua yang terpukau dengan pesona ku dan He Shu Huan.." Kata Bi Guan menggerakkan tubuhnya di dalam goa pribadi milik Wang Yi Tou.


"Iyaaa...Akhhh..Sakit..!"


"Tenang tak lama lagi takkan sakit lagi justru kau akan nyaman oleh kehebatan ku."


Bi Guan benar -benar membuat gadis ini terlena oleh kehebatannya bermain cinta sampai Wang Yi Tou takluk dengan Bi Guan yang sudah berdiri dan memakai kembali pakaiannya.


"Auw..Perih.." Rintih Wang Yi Tou menyentuh area sensitifnya yang memar oleh ulah Bi Guan sang pejantan tangguh.


"Ya..Untuk pertama kali memang perih tapi nanti kalau setiap hari !Kamu tak kan perih lagi justru nikmat duniawi tingkat atas"Kata Bi Guan menarik Wang Yi Tou bangun dari atas tempat tidur dan membantu gadisnya berpakaian rapi dengan baju wanita yang di dapatkannya dari lemari pakaian Hu Mei Shin.


"Emm gelar ku apa setelah kau nobatkan aku jadi milik mu?" Tanya Wang Yi Tou menyanggul rambut dengan tusuk konde bunga mawar kuning.


"Nyonya kedua karena Ming Ming tetap Nyonya Besar di rumah ku." Jawab Bi Guan mengecup bibir manis Wang Yi Tou.


Lalu mereka berdua menemui He Shu Huan dan Bi Jin Xiao yang berada di sebuah ruangan yang ada sebuah ranjang kecil dan jasad bayi usia 1bulan terbaring di ranjang kecil itu.


"Anak bayi siapa yang berada di ranjang kecil itu?"


Tanya Bi Guan iba.

__ADS_1


"Bayi laki -laki kepunyaan Hu Yang Yang pemilik asli Markas Cabang Sekte Harimau Gurun yang di bunuh oleh istrinya sendiri karena sang istri takut ketahuan memiliki selingkuhan yang tak lain Hu Yi Tian si Ketua palsu." Jawab He Shu Huan empati.


"Oh,lalu di manakah Hu Yang Yang berada saat ini ? Apakah dia masih hidup ataukah dia sudah meninggal dunia?" Tanya Bi Guan lagi.


"Masih hidup hanya napasnya mulai tersendat oleh gumpalan darah beku di organ hatinya dan pankreas nya." Jawab He Shu Huan menunjukkan Bi Guan sosok pria malang dengan kepala tak ada rambut serta tubuh kurus tak ada daging terbaring ringkih dan lemah di tempat tidur di sudut ruangan itu.


"He Shu Huan aku minta tolong untuk kamu dapat temukan cincin pusaka Dewi Bunga Phoenix Biru yang telah di curi oleh Raja Dewa Naga Sakti dan Ratu Dewi Phoenix Hitam untuk mencapai ilmu kesaktian tingkat Manusia Dewa dan Manusia Iblis."Kata Hu Yang Yang begitu lemah di kerumuni oleh belatung di sekujur tubuhnya karena terlalu lama di tempat tidur tanpa di bersihkan dan di rawat selama 19 tahun lebih hidupnya yang amat menyedihkan.


"Iya..Paman Hu aku pasti akan penuhi permintaan terakhirmu."Jawab He Shu Huan menutup kedua mata pria malang itu yang sudah penuh cacing pita sampai Bi Jin Xiao mengkremasi jasad Hu Yi Tian langsung di kamar itu juga.


Brushh!!


"Huan ,sekarang apa yang harus kita lakukan? "


Tanya Bi Jin Xiao melihat He Shu Huan tampak sedih.


" Yi Tou ,kau dan Guan gunakan fasilitas Li Er ,dan aku serta Jin Xiao Gege gunakan fasilitas Pai Er untuk kita bisa menyeberangi sungai dan tiba di gubuk kecil seberang sana." Kata He Shu Huan di depan Bi Jin Xiao yang duduk nyaman sekali di atas punggung Pai Er.


"Yi Tou naiklah ke Li Er." Kata Bi Guan membantu istri keduanya duduk di depannya.


"Iya ,Guan Gege." Jawab Wang Yi Tou patuh sekali kepada Bi Guan.


Mereka mengarungi sungai kecil tanpa nama dengan menggunakan kedua ekor buaya putih dan besar yang di temani ratusan ekor buaya yang di sekitar sepasang buaya putih yang kini menjadi peliharaan sejati He Shu Huan .


"Lihat mereka sudah datang kepada kita di gubuk tepi sungai kecil tanpa nama.." Kata Ming Ming bahagia melihat mereka datang setelah lima hari empat malam pergi menyelusuri bangunan kastil miring yang menjadi Markas Cabang dari Sekte Harimau Gurun.


"Loh kenapa Tuan Bi Guan bersama seorang gadis di atas punggung buaya Li Er?" Tanya Shi Lin di tepi sungai kecil tanpa nama untuk menyambut He Shu Huan pria pujaan hatinya itu yang sudah di rindukannya selama berhari-hari.


"Kenapa kau merasa ada saingan ya?" Tanya Ming Ming sama sekali tak asing lagi dengan Bi Guan yang selalu pulang dengan gadis baru kepadanya dan ia sudah kuat hadapi sifat playboy Bi Guan.

__ADS_1


"Tuan Putri ,apakah anda tidak merasa cemburu terhadap gadis baru yang datang bersama Tuan Besar Bi Guan?" Tanya Shi Lin heran.


"Tidak,karena aku sudah terbiasa dan terlatih oleh kebiasaan Bi Guan yang suka dengan pola hidup harem sesuai prinsipnya yang menginginkan ada 7 atau 8 istri di rumahnya untuk menggantikan He Shu Huan yang suka dengan pola hidup tanpa ada harem sesuai prinsip yang menginginkan 1 suami dan 1 istri di Istana -nya."Jawab Ming Ming yang kini menyambut hangat Bi Guan dan tersenyum ramah saudari madu barunya yang ia lihat dan ia tahu adalah Wang Yi Tou.


"Sinting sekali cari pola hidup mereka."Kata Shi Lin berdoa untuk tak punya jodoh seperti Bi Guan dan ia berharap jodohnya seperti He Shu Huan.


"Pola hidup aku tak di tanya oleh mu ,Shi Lin." Kata Bi Jin Xiao menunjuk hidungnya sendiri dan berdiri di hadapan Shi Lin dengan menghirup aroma aneh di sekitar Shi Lin.


" Pola hidup mu apa ?" Tanya Shi Lin menghindari Bi Jin Xiao untuk mendekati He Shu Huan yang sedang sibuk berpamitan dengan kawanan ekor buaya yang merapat di sekitar He Shu Huan.


"Sampai jumpa lagi untuk kalian semua dan untuk kalian berdua semoga harmonis sampai anak dan cucu kalian nanti..Ya..Aku doakan kita bisa jumpa lagi di lain waktu..Jaga diri kalian..Terimakasih Li Er...,Terimakasih Pai Er.." Kata He Shu Huan yang memakaikan sepasang anting dan pita merah di buaya betina Li Er dan pita putih di buaya jantan sebagai tanda kepemilikan sah hewan -hewan air peliharaannya itu.


Lalu He Shu Huan melepas kepergian kawanan buaya yang kembali ke sungai kecil tanpa nama dengan melambaikan tangan yang ada pita merah dan pita putih serta melayangkan senyuman yang mengandung arti persahabatan tanpa batas dan perbedaan dua alam kepada hewan -hewan buas


itu.


"Baiklah..Sudah saatnya aku lanjutkan perjalanan ku lagi." Kata He Shu Huan berbalik arah menuju ke hutan tanpa menghiraukan Shi Lin yang ingin di tanya olehnya.


"Shi Lin,pola hidup ku adalah menjadi pria yang setia pada satu wanita ku saja." Kata Bi Jin Xiao di abaikan Shi Lin yang mengikuti He Shu Huan ke arah hutan .


"Wahhhh...Cinta segitiga di mulai.." Kata Bi Guan di apit oleh kedua orang istrinya menuju ke hutan untuk menyusul He Shu Huan,Shi Lin dan Bi Jin Xiao.


"Bukankah kita juga cinta segitiga ?Lihatlah ,aku dan Ming Ming serta kau ?" Tanya Wang Yi Tou menunjuk Bi Guan,Ming Ming dan dirinya dengan polos.


"Oh kita lain akan ada cinta segi delapan di hidup kita..Tunggu saja nanti."Jawab Bi Guan tersenyum membius kedua orang wanita muda dan cantik itu.


"Oooohhhh...Segi yang sangat banyak ,ya??" Sinis Ming Minh menjewer bibir Bi Guan dengan jepitan baju.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2