
He Shu Huan memberikan perhatian terhadap anak - anaknya yang memintanya untuk mengantarkan anak - anaknya ke sekolah. Ia pun sangat senang sekali bisa bercengkerama dengan anak -anaknya di luar kegiatannya sebagai seorang Kaisar Ming Huan di Istana Kekaisaran Ming.
" Anak - anak ku sekolah yang benar dan ikuti peraturan sekolah kalian dengan baik dan benar. " Pesan He Shu Huan kepada anak -anaknya di pintu gerbang ke sekolah anak -anaknya.
" Iya, Ayahanda kami akan mematuhi pesan Ayahanda. "Jawab anak -anaknya.
Sesudah itu He Shu Huan melanjutkan perjalanan menuju ke Balairung Utama Kekaisaran Ming untuk bekerja. Ia berpapasan dengan Bi Guan yang menariknya untuk pergi ke sudut luar Balairung Utama Kekaisaran Ming karena Bi Guan ingin berbagi informasi yang mereka inginkan.
" Huan ,ku rasa kita harus segera mencari tahu keberadaan persenjataan yang di sembunyikan oleh mendiang Ming Luo untuk keamanan dan keselamatan kita di Istana Kekaisaran Ming. " Kata Bi Guan dengan nada tercekat.
" Ya, lalu apakah kamu tahu di manakah gudang penyimpanan persenjataan itu berada ?" Tanya He Shu Huan menutupi sebagian wajahnya dengan dokumen di tangannya.
" Aku belum tahu, tapi aku akan segera mengetahuinya secepatnya, ku janji pada kamu. "Jawab Bi Guan memberikan tatapan penuh arti kepada He Shu Huan.
"Ish,kau ini,ya sudah pokoknya cepatlah kau temukan arti segitiga yang ada titik di atasnya dan bentuk limas dari gambar di kertas ku ini."Kata He Shu Huan nada halus.
" Iya, tenang sajalah ."Jawab Bi Guan menepuk dada bidangnya sendiri.
Mereka berdua menghentikan perbincangan mereka di luar Balairung Utama dari Istana Kekaisaran Ming untuk bekerja sebagai Kaisar Ming Huan dan Perdana Menteri Bi Guan di Kekaisaran Ming. Mereka berdua sangat solidaritas yang amat sangat tinggi untuk misi mereka berdua tercapai agar Negeri Ming sejahtera.
Alina yang seorang diri di Istananya sendiri sibuk memikirkan gambar yang amat sangat ingin sekali di ketahui oleh He Shu Huan di dalam otaknya yang jenius dan cerdas sekali, istri He Shu Huan ini membayangkan bangunan Istana Kekaisaran Ming di dalam otaknya.
"Aku harus ikut membantu untuk meringankan beban Huan Gege. "Kata Alina.
Alina cepat berkelebat menuju ke koridor yang paling ujung di seluruh lingkungan Istana Kekaisaran Ming.Ia tiba di depan pintu menara yang berbentuk limas dan pintunya ada gambar segitiga.Alina pun tersenyum senang sekali dengan hasil penemuannya.
" Aku harus segera memberitahukan kepada Kakak Huan mengenai penemuan ku yang sangat hebat sekali ini, " Kata Alina tersenyum bahagia.
Brrrrrrrrrrrrr !!"
Bruakkk !!
" Aughh. .!" Pekik Alina.
__ADS_1
Seseorang telah berdiri di hadapan Alina dengan senyuman memikat hati dan pikiran Alina.
" Permaisuri Alina, kenapa kau begitu tergesa - gesa ?" Tanya orang itu dengan suara yang membius sukma Alina.
" Aku harus pergi menemui suamiku. " Jawab Alina mematuhinya.
" Untuk apa kau pergi menemui Kaisar Ming Huan ?" Tanya orang itu lagi.
" Bukan urusan mu..!!" Hardik Alina tiba -tiba sadar bahwa ia bicara dengan orang asing di Istana Kekaisaran Ming.
" Kau siapakah? " Tanya Alina meloloskan sabuk sutra warna putih dari pinggang kecilnya.
Srrrtt..!!
" Rupanya kau cepat sekali sadar dari pengaruh ilmu hipnotis ku..!Karena itu kau harus mati di tangan ku agar rahasia ku tak ada yang tahu," Desis halus orang itu yang menenteng pelita di pergelangan tangannya dan pelita ini mengeluarkan asap yang menghitam di sekeliling Alina yang merasakan kepalanya berat dan pusing, lalu ia segera menggunakan ilmu sinkang kuatnya untuk mengusir asap hitam itu.
Di saat Alina nyaris celaka di tangan orang itu, muncullah uap keperakan yang menghantam hancur pelita di tangan pria itu yang menjerit kesakitan dan kaget sekali.
" Aghhhhhh. ..!!"
He Shu Huan sudah berada di depan Alina di ikuti Bi Guan dan Putri Ming Ming di sekitar Alina.
" Siapakah kau yang sudah lancang tangan berani menyerang istri ku?" Tanya He Shu Huan dengan nada dingin sekali .
" He Shu Huan, apakah kamu sudah melupakan gunung Ping yang pernah kamu datangi itu di usia belia mu ?" Tanya pria banci yang kini mengeluarkan gergaji di tangan lain untuk bersiap menghadapi He Shu Huan.
" Huan, dia itu banci Gu Xue dari gunung Ping yang sudah mengusirnya dari Sekte Gunung Ping karena ia sudah mencelakakan murid -murid perempuan dari Sekte Gunung Ping untuk meningkatkan kualitas ilmu sesat nya. "Jawab Bi Guan yang sudah mengenali dan mengingat kembali musuh bebuyutan lama mereka berdua di masa lalu mereka.
" Bi Guan, kau sungguh ber otak encer sekali sehingga kamu sanggup mengingat kembali kenangan masa lalu kita bertiga dengan lebih baik daripada otak beku He Shu Huan sahabat mu itu, "Kata Gu Xue yang memiliki julukan Banci Gu di seluruh dunia persilatan Tionggoan.
" Gu Xue..Aku memang tidak pernah sudi mengingat kembali kenangan yang bagi ku adalah sebuah kenangan yang menjijikkan sekali, karena itu aku hari ini akan menghukum mati diri mu ,"Kata He Shu Huan meluncur cepat sekali menyerang Gu Xue yang cepat menggerakkan gergaji untuk memotong He Shu Huan.
Wushhh. ..!!
__ADS_1
Wuttttt. ..!!
Gu Xue memutar gergaji ke segala arah di sekitar dirinya dengan harapan agar ia bisa membunuh He Shu Huan. Namun ,siapa sangka He Shu Huan bagaikan lalat yang sangat lincah sekali mengitari dirinya sampai ia terlilit sendiri oleh kedua lengannya dan ia di kejutkan dengan gergaji pindah tangan.
Dan...
Crakkkkkk, crak, crak, crak, crak. ..!!
" Kumpulkan dagingnya di piring makan siang untuk Pai Erl dan Li Erl ku di sungai Huang Ho ."Perintah He Shu Huan kepada para pasukan Kekaisaran Ming yang segera mematuhinya dengan cepat.
" Huan Gege, apakah yang telah terjadi pada diri ku ? " Tanya Alina bingung saat ia tersadar kembali dari pingsan nya di pelukan He Shu Huan yang mengambilnya dari Bi Guan.
" Ada musuh yang ingin mencelakakan mu tetapi musuh itu sudah aku hukum mati, dan sekarang kau sudah aman berada di pelukan ku ,sayang. "Jawab He Shu Huan dengan nada yang menenangkan hati dan pikiran Alina.
" Iya, aku sudah ingat kembali ,Huan Gege. Orang itu. .Di ..Dia.." Kata Alina yang menggigil ketakutan.
" Sudahlah jangan mengingat kembali hal yang membuat takut, sayang, tetapi kau ingatlah suatu hal yang membuat mu bahagia. "Kata He Shu Huan dengan nada tenang sekali kepada Alina.
" Oh, aku menemukan tempat yang ingin kamu ketahui dari gambar segitiga di dalam kertas gulung mu ,"Jawab Alina bersemangat sekali.
" Wah, di manakah tempat itu, sayang ?" Tanya He Shu Huan membantu untuk Alina berdiri tegak di sampingnya.
" Di sana. "Jawab Alina menunjuk ke arah timur dari posisi mereka saat ini.
Bi Guan dan Putri Ming Ming ikut melihat ke arah yang di tunjuk jari Alina yang di hisap oleh He Shu Huan . Mereka berdua memahami arti dari kode He Shu Huan yang menginginkan agar tidak ada seorang pun yang mengetahui rahasia misi mereka.
" Nanti malam kita bisa wisata malam di pagoda tak terpakai itu. "Kata He Shu Huan yang memindahkan jari Alina dari mulutnya ke hidung istrinya yang kaget sekali dengan kejahilan dirinya.
" Ish, jijik sekali kamu itu Huan Gege. "Tegur Alina menatapnya jengkel.
" Hahahaha hahahaha. .." Kata He Shu Huan yang terpingkal -pingkal sendiri.
Bersambung. ..!!
__ADS_1