
He Shu Huan dan para sahabat berjalan bersama untuk pergi menuju ke desa kecil yang telah di ketahui oleh He Shu Huan dan para sahabatnya yakni Desa Kecil Harimau Gurun.
Kresekk ,kresekk!!
Langkah kaki -kaki mereka yang menginjak daun -daun serta akar -akar yang runtuh dan menjalar dari pohon-pohon nya menjadi suatu irama di tengah malam hari yang sangat sunyi senyap.
"Huan ,apakah sebaiknya kita cari penginapan dahulu untuk istirahat?" Tanya Bi Guan dengan raut wajah lelah.
"Hmm..Kita tunggu sampai kita sudah tiba di luar hutan ini untuk keamanan semuanya barulah kita bisa cari penginapan untuk kita istirahat sejenak terutama untuk Ming Ming yang perlu istirahat demi bayinya di dalam perutnya itu."Jawab Bi Jin Xiao merasa kasihan melihat Ming Ming kelelahan kalau di paksa berjalan terus menerus.
"Aku tak apa -apa ,lanjutkan saja jalan kita."Kata Ming Ming tak ingin menunda waktu He Shu Huan yang masih terus melakukan pencarian untuk He Shu Huan dapat menemukan Alina dalam keadaan sehat dan selamat di hadapan He Shu Huan.
He Shu Huan menengok ke belakang melihat ke arah Ming Ming yang bersandar pada Bi Guan untuk menahan rasa lelah dan sakit pada tumit kakinya yang sangat letih.
"Kita istirahat saja dahulu di sini saja dengan cara berkemah sampai esok pagi barulah kita lanjutkan kembali perjalanan kita." Kata He Shu Huan yang di beri senyuman terimakasih oleh Bi Guan dan Ming Ming serta Wang Yi Tou,Shi Lin dan Bi Jin Xiao.
Maka pada malam hari itu mereka berkemah di tengah hutan tepi sungai kecil tanpa nama.Di sana mereka juga menikmati menu makan malam yang sangat sederhana sekali.
"Tuan Besar He ,silakan anda makan malam."Kata Shi Lin memberikan buah apel merah kepada He Shu Huan yang duduk di luar tenda mereka.
"Umm ,terimakasih Shi Lin...,Aku tak lapar ,untuk mu saja." Kata He Shu Huan yang fokus menatap gelapnya malam di tengah hutan itu.
"Apakah saya boleh duduk di sini?" Tanya Shi Lin.
"Emm ,silakan." Jawab He Shu Huan datar.
"Terimakasih Tuan Besar He." Kata Shi Lin halus.
__ADS_1
Di dalam tenda ada Bi Jin Xiao yang menata alas jerami untuk tempat tidur mereka semua.
"Guan ,ini jerami untuk mu dan kedua istrimu." Kata Bi Jin Xiao seraya pindah ke jerami khusus untuknya lalu berbaring dan terlelap dengan cepat sekali karena terlalu letih.
Bi Guan mengajak kedua istrinya untuk berbaring di jerami yang sudah di siapkan Bi Jin Xiao untuk mereka bertiga lalu mereka juga terlelap dengan cepat pula.
"Tuan He ,apakah anda tak mau tidur di dalam tenda?" Tanya Shi Lin setelah membeku tak bicara selama 1 jam di luar kemah bersama dengan He Shu Huan.
"Tidak ,kau saja sana tidurlah karena aku harus jaga malam untuk kalian semua." Jawab He Shu Huan datar sekali tanpa ekspresi di wajahnya juga karena ia sangat merindukan Alina dan juga amat sangat mencemaskan Alina yang belum dapat ia temukan sejak 1 bulan lalu di sandera oleh Wen Bai Zen.
Shi Lin menarik napas sebelum masuk ke kemah untuk tidur di atas jerami khusus untuknya.Shi Lin mengkhayal sebelum tidur pulas.
Di suatu tempat yang mirip dengan bangunan di dalam pasir terdapat seorang gadis yang amat cantik jelita sekali dan juga manis sekali terikat di sebuah jeruji besi.
"Gadis laknat cepat beritahukan kepadaku !Di mana pusaka Kekaisaran Gi yang sudah kau curi dari mendiang putri no 80 Kaisar Gi Min Ji?!" Hardik pria tubuh sedang memegang cambuk dan cap besi panas dengan sikap mengancam kepada gadis manis itu.
".."
"Pangeran ,tolong anda harus sabar menghadapi gadis kepala batu ini." Kata pria muda yang amat pandai bicara itu.
"Bai Zen ,apakah kau sudah berhasil temukan Alina isteri biadap He Shu Huan yang lolos dari tangan mu saat kau ingin membawanya kepada ku?" Tanya pria sedang sadis ini yang di panggil pangeran oleh Wen Bai Zen.
"Maaf ,Pangeran hamba belum berhasil temukan Alina karena wanita itu telah terjungkal ke lembah neraka saat hamba mengejarnya." Jawab Wen Bai Zen gugup.
"Bodoh kau..!! Kalau seperti ini jadinya bagaimana cara ku bisa mengancam He Shu Huan sialan itu untuk berikan maklumat pembebasan ayah ku dari penjara terlarang di pulau tembaga es ?!" ucap pria itu geram.
"Pangeran ,anda jangan cemas karna hamba ada cara paling terbaik untuk mengatasi masalah anda." Kata Wen Bai Zen cerdas sekali.
__ADS_1
"Cara apa??Cepat katakan kepada ku ! Awas jika cara mu itu buruk dan membuat ku gagal lagi!!"
Ancam pria itu bengis.
Wen Bai Zen segera mendekati majikannya dan ia menjawab." Gunakan saja gadis ini yang amat mirip Alina untuk membantu kita tapi untuk kita bisa aman ! , Kita beri dia racun empedu ular cobra agar dia tak berani mengkhianati kita."
Usul Wen Bai Zen di pertimbangkan oleh pria itu yang mengangguk setuju." Baiklah,lakukan saja yang menurutmu paling terbaik asalkan kita bisa menang dari si biadap He Shu Huan."
"Baiklah ,hamba laksanakan perintah anda dengan sangat baik sekali." Jawab Wen Bai Zen dengan nada menjilat yang amat jenius sekali.
Tak berselang lama Wen Bai Zen membebaskan gadis tawanan itu dan memberinya pil racun ular cobra dosis tinggi yang akan memberikan waktu untuk gadis itu hidup hanyalah 1 setengah tahun saja.
"Dengar ya? ,Nyawa mu berada di tanganku dan tuan ku...! ,Karena itu kalau kau masih mau hidup lebih lama lagi ?! ,Maka kau harus bekerjasama dengan ku dengan berpura -pura sebagai Alina di hadapan He Shu Huan sampai si biadap itu mati di tangab tuan ku .Apakah kau sudah mengerti?!"
Kata Wen Bai Zen kejam terhadap gadis tawanan itu.
"Aku tidak pernah takut mati..!Aku tak sudi untuk bekerjasama dengan orang -orang jahanam gila seperti kalian...!!" Teriak gadis tawanan itu berani sekali.
Wen Bai Zen menjambak rambut gadis tawanan itu dengan kasar sekali.
"Baiklah ,jika kamu tak takut mati ?! Aku akan cari dan temukan Yi Lin lalu aku ...Emm." Ancam Wen Bai Zen dengan bibir melengkung keji.
"A..Apa yang akan kamu lakukan terhadap Yi Lin adik kembar ku itu jika kau berhasil menemukan adik ku itu?" Tanya gadis itu pucat sekali.
"Emmm..Membuatnya hidup segan matipun tidak mau..Seperti diri mu yang sudah tak layak bagiku maupun seluruh pria di dunia ini karna kamu ini wanita penghibur yang sudah berpenyakitan kulit di dalam isi mu itu." Jawab Wen Bai Zen tertawa kejam yang menakutkan sekali.
"Ja..Jangan pernah kau lakukan hal keji itu kepada adik kembar ku Yi Lin..Aku mohon..Aku pasti akan bantu kamu untuk tuan mu bisa membunuh He Shu Huan dan membebaskan Raja kalian dari penjara terlarang di pulau tembaga es." Pinta gadis tawanan itu merangkak di ujung sepasang sepatu Wen Bai Zen.
__ADS_1
Wen Bai Zen merengkuh wajah jelita itu dengan satu gengaman tangannya saja lalu ia berkata dengan nada puas."Bagus sekali pilihan mu Ha Lin sayang." Lalu ia tersenyum bengis sekali.
Bersambung..