
He Shu Huan berkelebat cepat dengan gerakan ilmu ginkang naga terbang yang sangat hebat sekali di sertai dengan ilmu pedang naga perak membabat habis sejumlah besar musuh dari anggota Sekte Gajah Pelangi Sakti dan Sekte Iblis Tengkorak yang menyerang Sekte Kun Lun Pai.
Wushhh, crak,crak !!
Alina menggerakkan sabuk sutra putih menghantam hancur para musuh yang mengeroyok dirinya di sekitar halaman depan Sekte Kun Lun Pai dengan ilmu pedang naga biru.
Wuttttt, tar,tar, tar, breett ,blaar !!
Ming Ming membabat habis sejumlah besar musuh dengan ilmu pedang Gobi Pai cabang Kota kayu manis di sisi Alina.
Wuttttt, crak ,crak !!
Bi Guan menggunakan goloknya membabat habis sejumlah besar musuh yang mengeroyok dirinya di pintu masuk ke dalam ruangan utama Sekte Kun Lun Pai dengan ilmu golok naga langit.
Wushhh ,crak,crak,crak !!
Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling membabat habis sejumlah besar pasukan Sekte gabungan dari anggota Sekte Gajah Pelangi Sakti dan Sekte Iblis Tengkorak di dalam aula utama Sekte Kun Lun Pai dengan ilmu pedang bunga cinta.
Wuttttt, crak, crak, crak !!
Shi Lin menggerakkan pedang kayu hitam membabat habis sejumlah besar dari pasukan musuh yang mengeroyok lima orang Sekte Kun Lun Pai dengan ilmu pedang kayu hitam sakti.
Wuttttt, crak, crak !!
Mereka bekerjasama untuk menyelamatkan Sekte Kun Lun Pai dengan kehebatan mereka masing - masing dan akhirnya mereka berhasil membasmi para musuh yang menyerang Sekte Kun Lun Pai.
" Terimakasih atas pertolongan para pendekar kepada kami Sekte Kun Lun Pai. " Kata salah satu dari lima orang dari Sekte Kun Lun Pai kepada He Shu Huan dan para sahabatnya.
" Sama-sama teman -teman.." Kata He Shu Huan tersenyum ramah sekali kepada lima orang murid Sekte Kun Lun Pai.
Lalu mereka pamit untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju ke arah lain dari Pegunungan Kun Lun.
" Shi Lin, aku senang sekali bisa bertemu dengan mu di Sekte Kun Lun Pai karena kebetulan sekali aku ingin mengajak mu untuk ber petualang bersama dengan ku. " Kata He Shu Huan yang di berikan botol air minum yang terbuat dari kulit sapi oleh Alina.
__ADS_1
" Saya sangat terkesan sekali bisa ber petualang bersama dengan anda, Yang Mulia Kaisar Ming Huan. " Jawab Shi Lin hormat kepada He Shu Huan.
" Perkenalkan aku adalah Bi Guan julukan ku adalah Sastrawan Bodoh." Kata Bi Guan tersenyum riang.
" Ya terimakasih Tuan Besar Bi Guan. " Kata Shi Lin hormat kepada Bi Guan.
" Aku Bi Jin Xiao dan ini adalah istriku Wen Hui Ling. "Kata Bi Jin Xiao ramah.
" Salam sejahtera untuk anda Tuan Besar Bi Jin Xiao dan Nyonya Besar Bi. "Kata Shi Lin hormat kepada Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah lembah pegunungan Kun Lun untuk meninjau wilayah tersebut dengan melihatnya dari dekat, mereka terkagum-kagum dengan keindahan alam di sekitar lembah pegunungan Kun Lun yang sangat asri.
" Hamparan rumput yang hijau dan jernihnya air sungai membuat suasana hati menjadi riang gembira. "Kata seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita yang berada di tepi sungai lembah gunung Kun Lun.
" Nona bukankah anda ini putri dari Kekaisaran Gi ?" Tanya Shi Lin menghampiri gadis itu.
" Benar sekali tapi itu dulu karena sekarang aku bukanlah putri dari Kekaisaran Gi melainkan seorang gadis buronan dari Kekaisaran Gi. "Jawab Putri Gi Su Yen.
" Kenapa kau menjadi buronan di Kekaisaran mu sendiri ?" Tanya Alina sopan.
" Lalu benda apakah yang berada di dalam lipatan pergelangan tangan mu pada baju mu ?" Tanya Bi Guan mengetahui isi hati He Shu Huan yang asyik duduk di tepi sungai sambil makan siang berupa buah apel hijau.
" Patung burung rajawali emas. " Jawab Alina cerdik juga.
" Hei dari mana kalian berdua tahu bahwa aku menyimpan pusaka patung burung rajawali emas ?" Tanya Putri Gi Su Yen terkejut sekali karena orang -orang yang menghampirinya mengetahui barang pusaka yang di simpan olehnya.
" Kau Putri Gi Su Yen tentu saja pusaka leluhur Kekaisaran Gi berada di tangan mu untuk kau amankan dari ayah mu yang sebenarnya adalah musuh mu sendiri. " Jawab Alina tersenyum.
" Ah kau pasti adalah Putri Alina yang berjuluk Pendekar Iblis Kecil ?Ah pantas saja kau serba tahu mengenai masalah dunia persilatan Tionggoan." Kata Putri Gi Su Yen memandang kagum dengan kecerdasan Alina.
" Patung itu bukanlah patung biasa melainkan kunci masuk ke dalam ruang rahasia penyimpanan data rahasia dari segenap anggota parlemen tertinggi di Kekaisaran Gi yang ingin kau jadikan sebagai anak buah mu untuk menghadapi ayah palsu mu ,bukankah begitu ?" Tanya Bi Guan duduk di samping Ming Ming.
" Hmm benar sekali. " Jawab Putri Gi Su Yen menghela napas.
__ADS_1
" Bagaimana kalau kami akan memberikan bantuan kepada mu untuk kamu bisa mengambil kembali Kekaisaran mu ?" Tanya Bi Guan tersenyum ceria.
" Ada syaratnya kah ?" Tanya Putri Gi Su Yen tersenyum lembut sekali kepada He Shu Huan tetapi di abaikan oleh He Shu Huan.
" Tentu saja ada syaratnya. "Jawab Bi Guan merangkul Ming Ming.
" Apa syaratnya?" Tanya Putri Gi Su Yen melemparkan senyuman termanis nya kepada He Shu Huan yang memercikkan air sungai ke arah gadis itu sampai gadis itu menjerit kesakitan karena wajahnya rusak oleh ilmu ular piton karya He Shu Huan.
" Aghhhhhh. ..!!Tolongggg. .!!" Jerit tangis Putri Gi Su Yen berguling -guling di atas tanah di bawah sepasang sepatu mungil Alina yang menengok ke arah He Shu Huan.
" Dia ingin membunuh mu sayang, maka aku membunuhnya lebih dahulu. "Jawab He Shu Huan tiba di belakang Alina.
" Patung burung rajawali emas di dalam pergelangan tangan bajunya adalah barang palsu karena barang yang asli telah hilang sejak naik tahta Sang Kaisar Gi Hong Zi ,yaitu Kaisar dari Kekaisaran Gi yang baru, dan Kekaisaran itu ingin sekali mengalahkan Kekaisaran Ming kita. " Jawab Bi Guan tersenyum cerdas.
" Lalu apakah sekarang tugas kita adalah menemukan Kaisar Gi yang sebenarnya dan menemukan pusakanya juga untuk perdamaian kedua Kekaisaran terbesar di wilayah Tionggoan ?" Tanya Wen Hui Ling duduk di batu karang.
" Iya, tepat sekali pemikiran mu ,karena itu kita berada di lembah pegunungan Kun Lun dengan satu tujuan utama dari misi awal kita adalah menemukan Kaisar Gi Min Ji dan pusakanya yang menurut pengetahuan ku dari salah satu mendiang guru ku ,kalau keduanya hilang di tempat kita berada saat ini, "Jawab He Shu Huan menggunakan sepatu nya menginjak tanah di tempatnya berdiri bersama dengan Alina.
Lalu Shi Lin mengetuk batu karang yang di duduki oleh Wen Hui Ling dan terbuka sebuah lubang yang berada di bawah sepasang sepatu indah He Shu Huan dan Alina.
" Kyaaaa. ..!!" Teriak Alina kaget sekali karena He Shu Huan memeluknya tepat waktu saat mereka berdua meluncur ke dasar lubang di bawah sepasang sepatu mereka.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Ayo kita ikut mereka. " Kata Bi Guan segera mengajak Ming Ming terjun ke dalam lubang.
Brrrrrrrrrrrrr !!
" Lalu kita ?" Tanya Wen Hui Ling bingung .
"Kita tunggu mereka di sini sekaligus untuk menjaga keamanan dan keselamatan mereka dari pihak musuh yang mungkin mengintai kita di sekitar lokasi ini kita ini. " Jawab Bi Jin Xiao meraih jemari Wen Hui Ling untuk tenang.
" Shi Lin, kenapa kau tak ikut mereka ?" Tanya Wen Hui Ling melihat pemuda itu berdiri di batu karang.
__ADS_1
" Hamba mendapatkan tugas dari Kaisar Ming Huan untuk menjaga di tempat ini. " Jawab Shi Lin hormat kepada Wen Hui Ling dengan sikap kesatria.
Bersambung. .!!