
"Puhhh..Akhirnya aku bisa mandi dengan nyaman juga.."Kata Alina yang berendam santai di dalam bak mandi di dalam kamar penginapan yang lain usai di kamar mandi dalam kamar penginapan di sebelumnya ada mayat seorang tokoh besar di dunia Kangouw yang terbunuh oleh guru nya Shi Lin yang berjuluk Pendekar Besar Pedang Phoenix Emas.
Alina memanfaatkan waktu pribadinya dengan sebaik -baiknya.Alina membasuh wajah,mencuci rambutnya dan seluruh tubuhnya di bersihkan dan di rawat dengan sangat terampil sekali.
"Hmmm..Sabun aroma bunga sakura musim semi yang sangat segar." Kata Alina memberikan tubuh dan seluruh milik pribadinya dengan sabun bunga sakura yang sangat di sukai olehnya.
He Shu Huan menunggu Alina selesai mandi di balkon kamar.Ia sangat sabar menunggu selama 3 jam lebih sang istri mandi meskipun He Shu Huan belum mandi.
"Emmm..Dari sini aku bisa mengamati wilayah di pegunungan Himalaya yang penuh bersalju abadi dan penuh misteri."Kata He Shu Huan memegang cangkir keramik isi air teh bunga krisan hangat.
"Kak Huan ,aku sudah selesai mandi ,sekarang giliran mu untuk mandi."Kata Alina yang kini duduk di kursi menghadap meja rias.Alina sudah rapi dan wangi bunga sakura.
He Shu Huan membalikkan tubuhnya menghadap Sang istri lalu berjalan menghampiri Alina sambil memberikan cangkir teh nya kepada istri nya dan ia mengecup bibir Alina.
"Iya,sayangku."Jawab He Shu Huan melangkah ke kamar mandi untuk mandi.
Alina menguap halus sebelum melangkah ke arah tempat tidur dan berbaring di tempat tidur tanpa menunggu He Shu Huan selesai mandi.Alina telah terlelap di dunia mimpinya.
Di kamar yang lain ,Bi Guan di repotkan dengan para istrinya dan juga bayi Bi Yung Chi karena Ming Ming sedang mandi.Bi Guan mendapatkan laporan dari rumah di Ibukota Kekaisaran Ming.
"Lapor ,Tuan Bi..Ada masalah serius di rumah Anda."Tulis laporan itu melalui burung pos pribadi Bi Guan.
"Hmm..Aku harus mengirim kalian pulang ke rumah untuk membantu ku menyelesaikan suatu masalah yang telah terjadi di rumah kita ,dan satu lagi di karenakan kalian ber 3 sedang hamil ,maka aku ingin kalian pulang bersama dengan Ming Ming dan Bi Yung Chi."Kata Bi Guan memberikan amanatnya kepada para selirnya yang berbaring di tempat tidur dengan wajah pucat karena mabuk yang di sebabkan mereka sedang ngidam semua.
"Iya,Tuan Bi."Jawab para selirnya patuh kecuali Chiu Sing yang masih sehat dan aman dari Bi Guan yang belum menobatkannya sebagai selir ke 4 Bi Guan.
__ADS_1
"Jika kami pulang siapa yang akan merawat mu di perjalanan misi mu dan Yang Mulia?"Tanya Ming Ming usai mandi dan rapi mengambil Bi Yung Chi dari gendongan Bi Guan untuk di beri asi di kursi dekat jendela.
"Ada Chiu Sing yang akan merawatku karena itu kamu jangan khawatirkan aku,Isteriku sayang."Bi Guan menjawab Ming Ming seraya mengecup Yi Lin yang menaruh kepala di pangkuan Bi Guan.
"Iya,baiklah Kakak Guan."Jawab Ming Ming nada halus tanpa mempedulikan kelakuan Bi Guan yang menciumi Yi Lin yang berkali -kali tertawa centil di telinga Bi Guan.
Wang Yi Tou merasa muak dengan kegenitan Yi Lin yang di anggapnya selalu mencari perhatian Bi Guan usai memberitahu Bi Guan mengenai kondisi kehamilan pertama Yi Lin baru berusia 4 minggu.
"Dasar rubah genit tak tahu malu sekali wanita tak tahu adat."Maki Wang Yi Tou di dalam hatinya.Ia kini mengandung usia 6 minggu sedangkan Guli Puspita baru positif sekitar 2 minggu.
"Umm aku cuma bisa mematuhi perkataan Kak Guan saja karena aku sudah menjadi selirnya yang ke 3."Jawab Guli Puspita menerima susu kedelai hangat dari Raja Istana Es yang di jadikan pelayan oleh Bi Guan.
"Aku bukan selirnya ,enak saja dia memerintahku ini itu."Kata Chiu Sing yang jatuh cinta kepada He Shu Huan tetapi ia di kirim kepada Bi Guan atas perintah Alina.
"Ini semua karena si *****Alina ..!Lihat saja nanti akan ku balas dia dengan 1000 kali penderitaan yang layak di terima si *****Alina..!"Umpat Chiu Sing di dalam hatinya.
"Wahh si cantik kesayanganku sudah terlelap dan sangat nyenyak sekali."Kata He Shu Huan dengan senyuman khasnya untuk Alina adalah senyuman yang penuh kelembutan dan kehalusan kasih dan cinta yang amat besar dan tulus serta dalam tak terkira.
He Shu Huan membaringkan tubuhnya di samping Alina dengan menyelinapkan kedua kakinya di balik selimut tebal dan hangat ,lalu ia memeluk Alina dengan posisi miring kemudian ia pun tidur pulas dengan senyuman yang sangat bahagia.
Tukk!!
Suara burung parkit warna kelabu yang paruhnya menabrak pintu jendela membuat He Shu Huan terjaga dari tidurnya dan melesat ke jendela dan membukakan jendela kamar untuk burung parkit warna kelabu masuk ke dalam kamar dan turun di atas meja.
"Ada surat apakah yang kamu kirimkan untuk ku dari Kota Gao?"Tanya He Shu Huan membebaskan burung parkit warna kelabu dari sepucuk surat di paruhnya yang kecil mungil.He Shu Huan segera membuka dan membaca surat dari Ketua Gobi.
__ADS_1
"Yang Mulia..Telah terjadi sesuatu di menara kuil lentera giok di Kota Gao Barat. Menara itu telah di hancurkan oleh lima tokoh sesat yang berjuluk Iblis Burung Hitam dari Kekaisaran Suku Chou di daerah Chou An."Tulis Ketua Gobi di dalam surat itu untuk laporannya kepada He Shu Huan.
"Emmm..Kurang ajar sekali mereka telah berani menghancurkan menara kuil lentera giok di Kota Gao Barat yang menjadi situs bersejarah di Kota Gao Barat."Kata He Shu Huan geram.
"Kyaaa..!!" Pekik Alina mengejutkan hati He Shu Huan yang cepat menengok ke arah istrinya yang tadinya terbaring tidur pulas itu kini meringkuk di sudut tempat tidur dengan wajah ketakutan akan sesuatu yang tak bisa di ketahui olehnya.
"Alina..Ada apa dengan mu?" Tanya He Shu Huan cepat melihat keadaan istrinya.Alina melompa ke pelukan He Shu Huan dan menendang selimut hingga jatuh ke lantai.
Plukk!!!
"Ular ..Kak Huan ada ular di dalam selimut itu.."
Jawab Alina yang lalu pingsan di pelukan He Shu Huan yang menemukan gigitan ular di paha kanan Alina.
"Sial..!!" Umpat He Shu Huan menginjak mati ular yang keluar dari selimut di lantai kamar.
Kemudian He Shu Huan menyedot racun ular di paha kanan Alina dengan di sertai ilmu sinkang naga api untuk membersihkan racun dan darah mati yang menyebabkan Alina pingsan karena Alina mengalami keracunan ular gunung Himalaya yang amat ganas.
He Shu Huan adalah ahli racun tingkat tinggi dan juga ahli penangkal racun tingkat tinggi maka He Shu Huan dapat menyelamatkan nyawa Istrinya dari racun ular gunung Himalaya.
"Alina..Kau sudah aman.."Kata He Shu Huan yang membelai lembut rambut panjang wangi dan halus Alina yang menutupi wajah amat luar biasa cantik jelita sekali itu bagaikan tirai sutra hitam nan lembut.
"Alina kau sudah sadar ,sayang ?" Tanya He Shu Huan lembut bukan main kepada Alina yang kini merangkulnya di tempat tidur dengan posisi Alina duduk.
"Iya ,Kakak Huan terimakasih."Jawab Alina yang sangat manis sekali suaranya itu.
__ADS_1
Lalu terdengar suara pekikan pula dari kamar Bi Guan yang mengejutkan mereka berdua yang segera melesat keluar dari kamar mereka menuju ke kamar Bi Guan.
Bersambung..!!