
"Pai Er apakah kamu sudah ber rumah tangga?"
Tanya Bi Guan mengelus moncong rahang buaya putih buntung ekor yang mengapung di tengah -tengah sungai tanpa nama.
Buaya menggeleng kepala untuk menjawab Bi Guan.
"Ah kenapa ?Apakah tak ada buaya betina yang kau sukai ?" Tanya Ming Ming membelai bulu mata buaya yang mengerjapkan mata dengan pilu dan sedih.
"Kasihan sekali kau ,hmm ya sekarang banyak juga buaya betina yang tak tahu nilai seorang Pai Er yang hebat ini..,Oh jangan khawatir aku pasti akan mempertemukan mu dengan jodohmu yaitu seekor buaya betina yang sangat cantik dan setia sampai mati hanyalah untuk mu seorang Pai Er."
Jawab He Shu Huan seperti memahami isi hati buaya putih buntung ekornya itu.
"Mereka sungguh manusia -manusia aneh tapi nyata..Lihatlah menggunakan buaya sebagai alat perahu mereka serta berramah tamah dengan lembut serta bersahabat ria dengan buaya yang tampak ganas sekali itu."Kata Wang Yi Tou di atas batang pohon tumbang mengapung di sungai.
"Iyaa kalau tak aneh mereka tentu bukanlah orang -orang pilihan yang bisa berkuasa di negeri Ming dan dunia."Kata Shi Lin agak muram durja karena ia sedang datang bulan dan ia belum ganti kain pembalut karena ia belum dapat temukan air bersih untuk ia bisa bersih -bersih.
Mungkin karena bau amis dari Shi Lin ini yang buat munculnya seekor buaya betina yang amat besar dan buas bersama sekelompok buaya yang tak kalah besarnya juga.
"Bu..Buaya...Ada banyak buaya besar...!!" Teriak Shi Lin menubruk Wang Yi Tou hingga nyaris jatuh dari batang pohon tumbang yang mereka gunakan untuk mengarungi sungai tanpa nama.
"Shi Lin kau jangan menubruk ku karena aku akan jatuh dan lihatlah banyak buaya di sekitar batang pohon kita."Kata Wang Yi Tou melipat kedua kaki naik ke atas batang pohon untuk keamanannya.
"Kita harus usir buaya-buaya itu dengan cara kita saja."kata Shi Lin sudah bersiap untuk menabur bubuk mesiu untuk membakar buaya -buaya itu hidup -hidup.
Namun He Shu Huan segera melompat dari atas punggung Pai Er ke batang pohon tumbang yang di tumpangi oleh Shi Lin dan Wang Yi Tou untuk menyelamatkan kedua orang itu dan juga ratusan ekor buaya cantik itu.
__ADS_1
"Jangan gunakan cara kekerasan untuk mengusir buaya -buaya cantik ini..!!" Teriak He Shu Huan cegah Shi Lin pakai bubuk mesiu. Ia segera sentuh telapak tangan Shi Lin yang sangat lunak,hangat dan lembut serta wangi semerbak bunga melati dan wangi aneh buat mual He Shu Huan.
Wuekk!!
Muntahan He Shu Huan membuat ratusan ekor buaya cantik mundur dan menjauhi batang pohon ke arah buaya putih buntung ekor sahabat air He Shu Huan.
"Kau bau sekali sih..?!!" Teriak He Shu Huan loncat lagi niat kembali ke Pai Er tapi nyatanya He Shu Huan malah jatuh duduk di atas punggung buaya cantik yang mengerjapkan sepasang matanya ke arah Pai Er yang tampak malu -malu manis sekali di mata Bi Guan yang terkekeh geli sendiri.
Shi Lin memucat di teriaki bau oleh He Shu Huan dan ia merasa pedih serta malu sampai airmata di kedua bola matanya berlinang -linang bak berlian indah.
"Jahat sekali kau ,Huan tapi kenapa aku semakin mencintai mu..?!" Batin Shi Lin menangis.
"Kau bisa menangis juga ternyata." Ucap Wang Yi Tou terbengong -bengong memandangi Shi Lin di ujung kanan batang pohon mereka.
Wang Yi Tou pun berbalik dan membelakangi Shi Lin dengan patuh tanpa bertanya lagi.He Shu Huan nenamai buaya cantik dengan nama.
"Hao Mei Li atau Li Er."Kata He Shu Huan yang di kedipkan setuju oleh ratusan buaya cantik dan tampan lainnya.
"Wahh..sekali berwisata dirimu langsung dapat pujaan hati beserta rombongan dayang dan juga pengawal mu ,Pai Er."Kata Bi Guan menatap ke arah bangunan seperti kastil tua dengan hati ingin tahu yang sangat besar.
"Bangunan miring yang sangat mempesona hati ku untuk melihat -lihat isi dalam bangunan cantik itu."Kata He Shu Huan memilih meloncat ke air sungai untuk menyelam ke dasar sungai dan ia bisa temukan gorong -gorong yang sangat bisa di manfaatkannya unntuk masuk ke bangunan itu tanpa di ketahui para penghuni bangunan tersebut dan ia memeluk Li Er dengan sangat senang.
"Terimakasih atas petunjuk mu Li Er dan kamu amat cocok bersanding dengan Pai Er -ku yang gagah itu." Puij He Shu Huan merangkak ke dalam gorong -gorong sambil menarik Bi Guan dan Bi Jin Xiao serta Wang Yi Tou masuk ke dasar sungai dari kaki -kaki para sahabatnya yang terlihat dari dalam air sungai.
Brush!!
__ADS_1
"Dia Kaisar manusia ataukah Kaisar hewan air nan buas..?!" Kata Wang Yi Tou trauma berkali -kali sejak menjadi sahabat berpetualangan seru He Shu Huan dan Bi Guan.
"He Shu Huan ini Kaisar 2 alam."Kata Bi Jin Xiao di atas batu tangga yang terdapat di dasar gorong -gorong.
Bi Guan tertawa mendengarkan kedua orang itu membahas keanehan serta keajaiban watak He Shu Huan yang tak bisa di prediksi oleh siapapun jua kecuali diri He Shu Huan sendiri.
Ming Ming menepi di sebuah tepi sungai yang ada gubuk kecil namun bersih dan nyaman untuk ia dan Shi Lin bisa menanti para pria kembali dari penyelidikan bangunan kastil miring di ujung utara sungai kecil tanpa nama.
"Shi Lin kok aneh sepanjang hari ini eh tidak dari kemarin."Pikir Ming Ming melirik Shi Lin yang lari ke dalam hutan.
"Putri anda tunggu hamba di gubuk kecil itu biar hamba carikan makanan dan minuman untuk anda."Kata Shi Lin dari dalam hutan kepada Ming Ming di teras gubuk kecil tepi sungai kecil tanpa nama.
"Iya ,Shi Lin kamu harus hati -hati di hutan."Jawab Ming Ming yang masuk ke dalam gubuk kecil dan menemukan bilik kamar mandi yang ada bak air mandi yang bersih dan sejuk.
"Wahh..Ada air bersih untuk ku pakai mandi dan mencuci pakaian kotor ku dan mereka semua para pria itu."Kata Ming Ming senang sekali.
Maka mulailah isteri Bi Guan ini bersih -bersih diri dan pakaian kotor milik Bi Guan,He Shu Huan dan Bi Jin Xiao serta ia membersihkan ruangan dalam gubuk usai ia menjemur pakaian -pakaian itu di teras gubuk.
"Shi Lin kenapa dia lama sekali pergi mencari dan menemukan makanan dan minuman bersih untuk kami ke dalam hutan itu?" Tanya Ming Ming pada dirinya sendiri.
Karena di dera rasa penasaran yang membuatnya menyusul Shi Lin ke dalam hutan dan ia menjadi termangu saat melihat seorang gadis muda amat cantik jelita sekali sedang mandi di bawah air terjun dengan nyaman sekali.
"Cantiknya gadis itu."Puji Ming Ming kagum pada kecantikan dara di bawah air terjun hutan tepi sungai kecil tanpa nama.
Bersambung..
__ADS_1