Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Gunung Giok Dan Emas.


__ADS_3

He Shu Huan melakukan perjalanan seorang diri ke sebuah pulau yang tak pernah di ketahui oleh seluruh orang di dunia persilatan Tionggoan dan dunia manapun jua.


Ia melakukan pelayaran seorang diri melalui rakit di sepanjang sungai Huang Ho sampai menembus ke laut kuning serta batas laut biru yang amat dan sangat langka bagi orang biasa.


Namun bagi seorang yang memiliki kemampuan ilmu silat seperti dirinya.Hal itu sangatlah mudah dan dapat di capai olehnya dengan sangatlah luar biasa cepat dan jenius.


"Gugusan pulau mirip leher burung Hong dan bola mata Naga."Kata Alina di suatu malam hari telah bercerita kepadanya tentang pulau giok dan emas yang pernah menjadi legenda di zaman dinasti Qin pertama.


"Seperti apa peta yang pernah kau lihat di goa suci Dewi Kuan Im di kuil Pu Tuo San ?"Tanya He Shu Huan di malam hari itu sambil mengamati istrinya sedang melukis bunga persik dan bunga sakura di atas kertas gambar yang sangat panjang di atas meja kerja istrinya.


"Peta itu berbentuk guci air suci Dewi Kuan Im dan simpai emas di kepala Kera Sakti Sun Wu Kong."


Jawab Alina tetap fokus pada lukisannya.


"Mmm..Apakah ada rahasia yang tersembunyi di pulau giok dan emas itu ?"Tanya He Shu Huan di samping Alina.


"Ada banyak harta pusaka dan ilmu kitab silat giok dan emas yang berasal dari Sekte Bangau Emas dan Sekte Air Suci yang pernah menjadi salah satu dari lima Sekte terhebat dan tertua serta terbaik di seluruh negeri Tionggoan di era Dinasti Qin kuno yang tersimpan di gunung giok dan emas itu yang sampai saat ini belum ada seorang pun yang bisa mendatangi Pulau itu dan mendapatkan seluruh kekayaan alam dan sumber daya manusia yang ada di pulau hebat itu."Jawab Alina memberikan warna di lukisannya sehingga semakin menarik di dalam pandangan mata He Shu Huan yang berdiri di sampingnya.


"Ummm,apakah kamu mau aku mendatangi pulau itu dan mendapatkan seluruh yang ada di pulau itu istriku sayang?"Tanya He Shu Huan melingkarinya dengan kedua lengan kuat itu merengkuhnya.


"Ya,karena hanya dirimu yang sanggup menjadi pemilik sah seluruh yang ada di negeri Ming ini untuk misi dan sistem yang kau buat untuk negeri Ming dapat berjalan sesuai dengan harapan baik hati mu,suamiku."Jawab Alina tersenyum manis.


He Shu Huan mengecup pipi Alina dengan amat lembut sekali."Baiklah,jika memang Istriku yang anat pintar ini menginginkan suami mu ini untuk menciptakan kehidupan yang sangat harmonis dan sejahterah bagi seluruh rakyat negeri Ming yang kita cintai."Ia menambahkan dengan ciuman di bibir halus Alina.


"Aku juga sangat menginginkanmu selalu terjaga dengan baik olehku setiap saat ."Imbuhnya pada istri paling hebatnya itu.


He Shu Huan mengerjapkan kedua matanya saat ia teringat hari itu dan malam hari itu di kala Alina berada di pelukannya.Kini,Ia sangat merindukan kehadiran istrinya di perjalanan seorang dirinya ke pulau yang belum pernah di datanginya.


Gusrakk!!


Bruakk..!!

__ADS_1


Rakit yang di tumpangi He Shu Huan meluncur ke sebuah tebing yang tak sengaja runtuh tertabrak rakitnya dan sebelum rakitnya membuat dirinya terjatuh ke dalam air laut warna biru dan warna kuning.


He Shu Huan sudah lebih dahulu melompat dan ia tiba di pinggir tebing sebuah pulau warna hijau dan emas yang sangat indah sekali luar biasa dan biasanya pulau seperti ini cuma ada di dongeng saja.


Namun He Shu Huan dapat mengunjungi pulau ini yang merupakan pulau surgawi bagi pencinta dan pengagum barang -barang bernilai tingkat tinggi sekali.


He Shu Huan terpana dengan keindahan alam dan warna yang mengagumkan dari pulau yang amat kaya raya akan kekayaan alamnya.He Shu Huan merasa amat di sayangkan jika pulau kecil nan kaya ini di ganggu suasana alamnya.


Maka,He Shu Huan hanya memandangi pulau ini dengan perasan sayang dan hatinya ingin pulau ini di jaga kelestariannya untuk generasi seribu tahun yang akan datang.


"Pulau Giok dan Emas merupakan sumber daya alam yang sangat langka karenanya aku harus jaga pulau ini untuk generasi seluruh Kekaisaran Ming sampai seribu tahun yang akan datang bisa memanfaatkan kekayaan alam pulau ini dengan sebaik -baiknya."Kata He Shu Huan berjalan ke arah dalam pulau dan menemukan Istana yang di lapisi batu giok dan emas yang sangat hebat dan indah luar biasa.


"Darah sejatilah yang dapat mengunjungi pulau ini dan menikmati segala yang ada di dalamnya."Kata He Shu Huan meneruskan langkahnya ke tangga menuju ke pintu batu giok untuk membuka Istana hebat itu.


"Lilin pun terbuat dari giok terbaik."Kata He Shu Huan membuka pintu batu giok dan memasuki ke ruangan utama Istana yang seluruhnya adalah giok -giok yang sangat halus dan mahal harganya.


"Mangkuk,sendok,cangkir,sumpit ,ranjang,kursi dan meja serta seluruh isi ruangan Istana megah ini adalah giok."Kata He Shu Huan mengamati tiap ruang di seluruh Istana Giok.


He Shu Huan berbalik untuk menghadapi gadis ini yang tersenyum begitu memikat luar biasa karena daya tarik bibir yang merekah indah bak pualam yang sangat alamiah di tambah gerakan gadis ini berdiri begitu hebatnya.


"Siapakah kau Nona ?"Tanya He Shu Huan biasa saja.


"Aku ini Putri Giok Lan pemilik Istana Pulau Giok dan Emas ini."Jawab Putri Giok Lan menatap He Shu Huan dengan kagum.


"Oh,maaf ,aku kira Pulau Giok dan Emas tak ada pemiliknya.Aku ini He Shu Huan ,dan aku tak ada niat untuk mengusik isi pulau ini,Aku hanya mau mengunjungi pulau yang menjadi dongeng rakyat Ming di wilayah dalam Tionggoan."Kata He Shu Huan dengan nada sopan.


"He Shu Huan?Bukankah kau Kaisar Ming Huan di Istana Kekaisaran Ming?"Tanya Putri Giok Lan.


"Benar ,aku ini Kaisar Ming Huan."Jawab He Shu Huan tanpa basa basi berbalik dan melihat lemari yang gagang pintunya terukir giok bentuk mata dan alis naga.


"Kalau begitu pulau ku ini menjadi milik mu karena seluruh Tionggoan adalah kepunyaan mu untuk membangun negeri Ming Sejati yang sejahtera dan bahagia."Kata Putri Giok Lan mendekati He Shu Huan.

__ADS_1


"Emm,jika kau bisa berikan stempel kekuasaan mu dan surat pengesahan kepemilikan pulau mu ini kepadaku,maka seluruh pulau ini menjadi milik ku dan rakyat Ming Sejati."Kata He Shu Huan nada ringan sambil mengamati bentuk mata di gagang pintu lemari di hadapannya.


"Aku akan berikan segalanya kepadamu asalkan kau mau menikahiku dan berikanlah aku gelar Selir Agung mu di Istana Kekaisaran Ming Sejati."


Kata Putri Giok Lan mendampinginya berjalan ke depan lemari ukiran sepasang alis naga melintasi langit.


"Aku tak mau menikah mu dan tak mau berikan kamu gelar Selir Agung ku di Istana Kekaisaran Ming Sejati karena aku sudah terikat janji dan juga sumpah cinta sejati satu istri dan satu suami pada diriku sendiri dan juga pada istriku Alina yang jadi satu -satunya istriku ,wanitaku dan Permaisuriku di seluruh hidupku."Kata He Shu Huan tegas dan berkarismatik tinggi.


"Aku mengagumi kegagahan mu dan ketegasan mu ,Kaisar Ming Huan.Aku Giok Lan akan menjadi pengikuti setia mu untuk selamanya."Kata Putri Giok Lan bersujud hormat karena kagum bukan cinta terhadap He Shu Huan.


"Giok Lan,apakah kau berkata serius untuk dirimu menjadi pengikut setiaku untuk selama hidupmu?"


Tanya He Shu Huan dengan nada sungguh hati.


"Iya,Paduka Kaisar Ming Huan ,Hamba Giok Lan mulai hari akan menjadi pengikut setia Anda untuk selama hidup hamba."Jawab Putri Giok Lan nada sungguh hati pula menyatakan dirinya sebagai pengikut setia He Shu Huan.


"Berikan stempel dan surat pulau ini serta tolong kau buka lemari ukiran sepasang naga melintasi langit yang berada di depan ku itu."Perintah He Shu Huan mengedikkan bahunya ke arah lemari itu untuk Giok Lan bukakan untuk dirinya.


"Ini stempel dan suratnya."Kata Giok Lan tulus hati memberikan stempel dan surat kepemilikan pulau Giok dan Emas kepada He Shu Huan.


Lalu gadis ini berjalan maju ke depan lemari yang di ingin di lihat isi nya oleh He Shu Huan.Giok Lan mengetuk 5x kepala naga dengan ketukan irama yang sangat halus dan indah.


Kemudian pintu lemari pun terbuka lebar untuk He Shu Huan dapat melangkah masuk,melihat dan He Shu Huan mengambil kitab ilmu silat yang ada di dalam kotak bentuk pipih dengan ukiran naga dan burung hong giok dan emas di meja ukiran awan giok merah.


"Giok Lan,tutup kembali lemari itu."Perintahnya.


"Baik,Paduka."Jawab Giok Lan patuh kepadanya.


Tak lama kemudian He Shu Huan dan Giok Lan kini berada di atas perahu mengarungi laut kuning ke arah sungai Yangtze untuk melakukan misi ke Kota Huang An yang tujuan perjalanan He Shu Huan di dunia persilatan Tionggoan untuk kali ini.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2