Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Resah..


__ADS_3

He Shu Huan mengedarkan pandangan matanya yang amat tajam sekali ke sekeliling Sekte Naga Kuo untuk mencari tahu keberadaan musuh yang telah menawan Alina dan para sahabatnya usai ia pergi mencari obat rumput bunga Kuo untuk Alina di lembah gunung Kuo barat daya.


"Bedebah siapakah yang sudah berani bermain -main dengan ku ?!"Hardik He Shu Huan dengan nada marah.


"Aduh.."


Suara keluhan halus di sudut lantai ruang utama Sekte Naga Kuo membuat He Shu Huan cepat menoleh dan sadar kalau di ruangan itu ada orang lain selain dirinya,yakni Nona Chang Ching Mi.


"Kau sudah sadar ?"Tanya He Shu Huan dengan nada datar kepada Nona Chang Ching Mi.


"Iya,terimakasih kau judes sekali jadi pria."Jawab Chang Ching Mi manyun.


He Shu Huan tak menjawab nona itu karena He Shu Huan fokus menatap cakar di dinding tiang di tengah ruangan utama Sekte Naga Kuo.


"Cakar apakah di tiang itu ?" Pikir He Shu Huan.


"Bukankah itu cakar tengkorak darah dari Sekte Bidadari Bulan Putih?"Tanya Chang Ching Mi yang mengungkapkan pertanyaan di hati He Shu Huan di benak He Shu Huan.


"Sekte Bidadari Bulan Putih dimanakah Sekte biadap itu berada?"Tanya He Shu Huan lugas.


"Di Kota Guo Timur."Jawab Chang Ching Mi yang kaget karena dirinya di sambar He Shu Huan tanpa izin darinya karena He Shu Huan cepat mengajaknya ke Kota Guo Timur sesudah He Shu Huan tahu di mana Sekte yang menawan Alina dan para sahabatnya.


Brrrr!!


"Kyaaaaa...!!"Teriak Chang Ching Mi yang lengan kanannya di tarik He Shu Huan yang membawa gadis itu pergi dari Sekte Naga Kuo menuju ke Kota Guo.

__ADS_1


Gerakan ilmu ginkang naga terbang yang di miliki oleh He Shu Huan sudah mencapai tingkat tinggi sekali maka perjalanan dari Sekte Naga Kuo menuju ke Kota Guo hanya memakan waktu 5 hari saja.


Brrr!!


Setibanya He Shu Huan dan Chang Ching Mi di Kota Guo.Mereka berdua merasa waspada karena kota itu sangat mencekam bukan main dan hanya suara desiran angin musim dingin yang menerpa pakaian yang melekat di tubuh He Shu Huan dan Chang Ching Mi.


"Kota Guo berubah menjadi Kota mati hanya dalam waktu singkat."Kata Chang Ching Mi yang melihat beberapa toko di sekitar kota itu telah jadi puing -puing yang menumpuk di jalanan.


"Apa Sekte Pedang Naga Guo juga sudah musnah di serang oleh Sekte Cakar Tengkorak Darah?" Tanya He Shu Huan melihat daun -daun rontok di jalaan basah oleh salju yang mulai rintik -rintik turun dari langit ke tanah.


"Entahlah karena Pendeta Guo Yu sudah lama sekali meninggal dunia tanpa sebab dan kini Sekte itu di pimpin oleh putra pimpinan kedua Sekte Pedang Naga Guo yang bernama Guo Zi."Jawab Chang Ching Mi yang berjuluk sebagai Putri Agung Chang di seluruh dunia Kangouw.


"Guo Zi Si jari enam yang menjadi Ketua Sekte Pedang Naga Guo?!"Ucap He Shu Huan tak mau percaya kalau orang licik itu yang menjadi Ketua Sekte Pedang Naga Guo yang terkenal sebagai salah satu Sekte golongan putih.


He Shu Huan cepat menengok ke arah Zhang Xiao Chan dan Zhang Xiao Wen sepasang pendekar kembar dari Sekte Bu Tong Pai.


"Saudara Zhang kalian juga datang ke Kota Guo untuk meninjau lokasi pertemuan para pendekar Kangouw kaum hitam di kota Gao An yang akan di gelar pada satu minggu akan datang ?"Tanya He Shu Huan tersenyum ramah kepada kedua orang Pendekar Zhang itu.


"Tidak,kami datang ke Kota Guo di tugaskan oleh Guru kami untuk menemukan Pendekar Pedang Phoenix Emas yang sudah mencuri liontin naga perak milik Sekte Naga Perak dari Gunung Long."


Jawab Zhang Xiao Chan memberitahu He Shu Huan tentang ulah guru nya Shi Lin.


"Liontin Naga Perak itu manfaatnya apa ?Kenapa si gila pusaka itu mencuri pusaka milik Sekte orang lain terus?"Tanya He Shu Huan jenuh sekali.


"Entah ada seorang pun di dunia Kangouw yang mengetahui manfaat liontin naga perak karena kita hannya tahu tentang kunci emas yang fungsi untuk membuka kotak pandora yang berisi 78 Ilmu terhebat milik Iblis Dunia Hitam Kangouw Tionggoan."Jawab Zhang Xiao Wen yang dari tadi melihat ke arah Chang Ching Mi yang berdiri di samping He Shu Huan namun pemuda itu tidak ada keberanian untuk bertanya kepada He Shu Huan mengenai gadis asing berbaju biru laut.

__ADS_1


"Xiao Wen ,gadis ini bernama Chang Ching Mi."


Kata He Shu Huan membaca pikiran Zhang Xiao Wen melalui kerut di dahi Zhang Xiao Wen.


"Chang Ching Mi ?Apakah kau Putri Agung Chang dari suku Chang?"Tanya Zhang Xiao Chan kaget.


"Iyaa..Hai aku ini Chang Ching Mi.."Jawab Chang Ching Mi sopan namun di hatinya gadis itu enggan memperkenalkan dirinya kepada dua orang muda di hadapannya.


"Putri Agung Chang bisakah kau berikan peta pulau Wu yang kau curi dari Kakak seperguruan kami yang bernama Ren Dun Lun?"Tiba -tiba sikap ramah Zhang Xiao Chan dan Zhang Xiao Wen berubah kasar dan tak bersahabat.


"Peta Pulau Wu ?Apakah yang kau maksud itu Peta Pulau Naga Halilintar Wu yang menjadi peta pusaka kumpulan dari dinasti utara dan selatan sampai ke dinasti Sui?"Tanya He Shu Huan kini ia memandang tajam teman barunya itu yang tiba -tiba menjadi gugup.


"Ah..Aku tidak pernah mencuri peta itu dari Ren Dun Lun kakak seperguruan kalian."Bantah Chang Ching Mi dengan nada keras.


"Emmmm..Kalau bukan dirimu siapakah yang sudah mencuri benda milik Kakek Maha Sakti Tak Tertandingi dari Pulau Naga Halilintar Wu?"Tukas He Shu Huan nada sarkatis kepada Chang Ching Mi yang menariknya dengan menatap pedih sekali terhadap nada meragukan kebersihan dirinya dari He Shu Huan.


"Aku bukan pencuri rendah seperti Ru Rao Yung dan Qi Mei Lan..,Aku tak pernah mencuri peta itu dari kakek Long tapi aku di berikan peta itu untuk aku berikan kepada mu agar kamu bisa menjaga kedamaian dunia persilatan Tionggoan sebagai Ketua Dunia Persilatan Tunggal kami selain dirimu adalah Kaisar Ming Huan."Ujar Chang Ching Mi dengan nada pedih kepada He Shu Huan.


"Kalau begitu cepat kau keluarkan peta itu dan kau berikan kepadaku jika kau berkata dirimu bukan pencuri rendah macam Ru Rao Yung dan Qi Mei Lan?!"Perintah He Shu Huan melepaskan diri dari genggaman tangan Chang Ching Mi dari lengan kanannya.


"Iya..Tuan He benar.."Kata Zhang Xiao Chan dan Zhang Xiao Wen bersamaan .


"Cepatlah kau perlihatkan peta pulau Naga Wu kepada kami jika kau seorang yang jujur dan bersih !"Kata Zhang Xiao Wen menudingkan ujung pedang kepada Chang Ching Mi.


Bersambung..!!

__ADS_1


__ADS_2