
Beberapa hari kemudian rombongan dari He Shu Huan yang kini kehilangan Wen Hui Ling yang telah tewas karena di perkosa oleh Tuan Muda ke 38 yang ternyata putra lain dari Gi Min Ji yang juga tewas di bunuh oleh He Shu Huan.
Kini rombongan dari He Shu Huan memulai misi mencari dan menemukan Alina yang di sandera oleh Wen Bai Zhen anak buah Tuan Muda ke 38 dengan menyelusuri sebuah desa kecil yang tanpa di ketahui namanya apa.
"Shu Huan ayo kau makanlah menu makanan mu agar kau tak jatuh sakit."Bujuk Bi Jin Xiao yang amat tegar sekali setelah kehilangan seorang istri tercinta masih bisa memberikan hiburan kepada He Shu Huan.
"Ekhemmm..Ya,baiklah Xiao Gege kau juga makan lah agar kau ada tenaga untuk balas dendam pada tiap orang yang membuat kita menderita."Kata He Shu Huan menikmati makan malamnya berupa bakpao vegetarian.
"Ming Ming ,bagaimana dengan kondisi mu di malam hari ini?" Tanya Bi Guan memandangi Ming Ming yang membelai lembut perutnya yang agak buncit sedikit itu.
"Kondisi ku baik -baik saja Guan Gege kau tak perlu cemaskan ku."Jawab Ming Ming minum air teh hangat yang di buatkan oleh Shi Lin untuk mereka semua di rumah kosong di pinggir desa kecil tanpa nama.
"Lalu bagaimana kondisi bayi kita di rahimmu?"
Tanya Bi Guan cekatan memeriksa kesehatan bayi di rahim istrinya.
"Bayi mu sehat -sehat saja ,Guan Gege."Jawab Ming Ming tersenyum manis sekali untuk Bi Guan yang juga tersenyum menawan usai memeriksa kesehatan bayi dan juga istrinya tercinta.
Kresek..!!
Kresekk!!
Suara dedaunan tertiup angin kencang sekali dari luar rumah kosong itu.He Shu Huan selalu siaga setiap saat segera melemparkan sisa bakpaonya keluar rumah kosong dengan asalnya.
Wutt,brukk!!
Bi Jin Xiao keluar untuk melihat ada atau siapa yang datang ke rumah kosong itu dan pria usia 28 tahun itu menemukan tiga puluh orang bertopeng tengkorak harimau telah tewas terkena sambitan sisa bakpao milik He Shu Huan.
"Periksa siapakah mereka itu dan darimana asal mereka ."Kata Raja Pengemis Laut Timur Wang Yi Tou jongkok untuk membuka topeng di wajah 30 orang pengintai mereka.
"Sekte Harimau Gurun Utara."Jawab Shi Lin yang di sisi Wang Yi Tou usai Wang Yi Tou membuka topeng dan pakaian dari 30 orang itu.
" Yaaa.." Bi Guan merenung ."Eh tujuan mereka apa dengan mereka mengintai kita di rumah kosong di pinggir desa kecil tanpa nama?"Tanyanya sambil memandangi He Shu Huan yang menikmati satay daging kelinci hasil sambitan pria usia 25 tahun ini yang menjadi lebih keji dari sebelumnya.
__ADS_1
"Iya..Karena desa ini merupakan cabang dari Sekte mereka dan tujuan mereka adalah bunuhku Sang Penguasa Tunggal untuk tujuan akhir yang mereka inginkan tercapai yakni memecah belah negeri Ming."Jawab He Shu Huan menggerogoti daging kelinci sampai tak tersisa kecuali bulu dan kerangka kepala sampai tulang kecil kelinci itu.
"Ummmmmm....Mereka cari mati berani ganggu negeri Ming kita." Kata Ming Ming yang melihati He Shu Huan makan untuk daging kelinci kedua tanpa berbagi untuk Ming Ming yang ingin makan juga.
"Iya kita harus basmi calon bibit -bibit kaum yang selalu merusuhkan negeri Ming kita sebelum jadi besar dan merugikan negeri kita tercinta."Kata He Shu Huan jahil melirik Ming Ming yang menelan ludah karena ingin coba daging satay kelinci milik He Shu Huan.
"Bibit yang paling menyebalkan adalah orang yang tak peka seperti mu.."Kata Ming Ming merajuk dan merebut daging satay kelinci dari tangan He Shu Huan dan mencoba makan tapi Ming Ming malah muntah karena bau mentah.
"Huan Gege..Kau makan daging mentah ternyata ?
Huh...Kenapa tak bilang dari tadi?" Rengek Ming Ming membersihkan mulutnya dengan buah ceri liar yang di temukan oleh Shi Lin.
"Lah kau sendiri tak bertanya pada ku apakah aku ini sedang makan satay kelinci matang ataukah aku sedang makan satay kelinci mentah !Asal kau tahu saja aku tak bisa membedakan mana daging matang dan mana daging mentah jika aku sudah kelaparan di tambah kerisauan hatiku memikirkan nasib Alina -ku tersayang ."Balas He Shu Huan.
"Ei ei kau dan adik kembar mu ribut sendiri saja sampai kami bingung kalian ribut dengan diri kalian sendiri cuma beda hanya pakaian dan juga sanggul di rambut Ming Ming yang membedakan kalian beda jenis kelamin."Kata Bi Guan mencoba melerai saudara dan saudari kembar itu tapi..
"Ah diam kau ..Ini makan saja daging kelinci ini untuk mu..!!" Sahut He Shu Huan dan Ming Ming menaruh daging mentah di mulut Bi Guan karena posisi Bi Guan ada di samping keduanya atau di tengah -tengah keduanya.
Bi Guan terpaku tak bergeming seketika itu juga namun membuat kedua saudara dan saudari itu saling bertukar pandang ,tersenyum lalu tertawa terbahak -bahak sehingga rumah kosong itu jadi ramai dan hangat.
"Mencari markas cabang Sekte Harimau Gurun untuk kita basmi ."Jawab He Shu Huan sudah di luar rumah kosong sambil mengikat tali sepasang sepatu favoritnya yakni sepasang sepatu kulit buaya dan warna hijau toska.
"Sepatu mu mahal sekali terlihat dari sepasang mataku." Kata Wang Yi Tou melirik ke sepasang sepatu lain milik He Shu Huan yang di panggul oleh Bi Jin Xiao sukarela sekali.
"Kau mau ?" Tanya He Shu Huan ramah.
"Iya..Kalau kamu bersedia memberikan sepasang sepatu mu itu untuk ku." Jawab Wang Yi Tou tanpa sungkan lagi.
He Shu Huan tertawa kecil lalu mengambil sepatu di pundak Bi Jin Xiao dan dia berikan kepada Wang Yi Tou."Ini ambillah."Katanya tersenyum tulus.
"Wah, terimakasih sekali Huan."Jawab Wang Yi Tou berseri -seri.
Maka di sepanjang jalan menuju ke dalam desa kecil tanpa nama.Wang Yi Tou selalu bernyanyi riang gembira dan berjalan di samping kanan He Shu Huan sebagai pengawal tertua Kaisar Ming Huan.
__ADS_1
Di sebuah jembatan mereka bisa melihat adanya sungai yang jernih dan di tepi sungai ada sekitar 5 atau 8 orang wanita ber aneka ragam usia sibuk mencuci pakaian kotor sambil bercerita satu sama lainnya.
"Wahhhh..Ada gadis cantiknya juga di tepi sungai itu."Seloroh Wang Yi Tou menyuapkan mulut He Shu Huan roti isi daging sapi bakar dengan amat terampil dan sabar dalam melayani makan pagi menjelang siang He Shu Huan.
"Terus apakah aku harus memuji mereka cantik atau manis begitukah?Ah kau sajalah." Kata He Shu Huan jenuh dengan ocehan Wang Yi Tou yang selalu bahas gadis cantik ini gadis cantik itu di sepanjang jalan mereka.
"Hmmm hiburan ,Huan..Tolonglah jangan mirip ayam jantan yang menelan karet gelang karena risau memikirkan sang bulan di siang hari tanpa hasil .Bukankah lebih baik kau cari lah saja gadis untuk teman mu dalam kamar mu?!" Kata Wang Yi Tou yang di sumpal roti utuh mulutnya oleh He Shu Huan yang mendelik marah.
"Dengar ya ?Biarpun di dunia ini ada 1 milyar atau 1 triliun gadis cantik !Tak ada yang bisa gantikan posisi Alina di hati ku..!Aku hanya mau Alina -ku bukan yang lain..!!" Teriak He Shu Huan dengan nada suara mirip seruling yang sumbang namun merobohkan sejumlah pohon di tepi sungai dan 8 orang wanita sedang cuci pakaian itu tewas pula tertimpa pohon.
Brukk!!
"Waduhh...Ekstrim sekali emosi mu Huan...Aku minta maaf..!!" Jerit Wang Yi Tou terjungkal dari jembatan dan nyaris tertelan buaya putih buntung ekornya yang dulu adalah teman baik He Shu Huan di sungai tak bertuan di kota Tu.
"Halo kakak kita jumpa lagi di desa aneh ini." Sapa Bi Guan melompat ke sungai dan duduk di atas punggung buaya putih buntung ekornya dengan riang sekali.
"...."
"Guan..Dia buaya bukan manusia..!Tolong minta dia menjauh dariku.."Kata Wang Yi Tou yang tangan nya bergelantungan di tiang jembatan.
"Memang dia seekor buaya ,dan kata siapa dia ini manusia ?Ah ,yang penting dia buaya yang punya hati manusia bukan seperti mu manusia berhati buaya." Kata Shi Lin menjitak kasar Wang Yi Tou.
"Huan Gege apakah Pai Er ini ingin membantu kita temukan markas cabang Sekte Harimau Gurun di dalam desa unik ini?" Tanya Ming Ming yang di bantu He Shu Huan duduk di punggung buaya di belakang Bi Guan dan di depan He Shu Huan.
"Iya ,karenanya dia berenang sangat jauh sekali dari sungai tak bertuan di dalam kota Tu An sampai ke sungai di desa kecil tanpa nama untuk melepas rindu dengan kita plus membantu kita."
Jawab He Shu Huan mendekatkan tubuh di dekat punggung Ming Ming untuk Bi Jin Xiao bisa ada tempat duduk di belakangnya.
"Lalu kami berdua bagaimana?Di manakah kami duduk?" Tanya Shi Lin di atas jembatan.
"Kalian bisa gunakan batang pohon tumbang itu di belakang kami."Jawab Bi Guan sudah meminta buaya mulai berenang untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan mereka yang belum bisa mereka temukan.
Shi Lin dan Wang Yi Tou menggunakan batang pohon tumbang sebagai pelayanan transportasi mereka mengarungi sungai tanpa nama dari desa kecil tanpa nama.
__ADS_1
Bersambung.