Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Kepedulian..


__ADS_3

He Shu Huan berjalan kembali menuju ke Istana pribadinya untuk melanjutkan jam istirahat siang yang telah terganggu oleh kehadiran Yu Lan anak asuhnya yang meresahkan pikiran dan hati Alina yang sangat peka terhadap segala sesuatu hal yang berhubungan dengannya.


Namun di tengah jalan menuju ke Istana pribadi dirinya.Ia berhenti sejenak karena Putri Hua Lin telah mendatangi dirinya untuk menyapanya usai dari Istana Ibu Suri Han Ji Yun.


"Selamat siang untuk Paduka."Sapa Putri Hua Lin anggun.


"Emm..Ya,selamat siang juga untuk mu Putri Hua Lin."Sapa balik He Shu Huan sopan.


"Yang Mulia,apakah anda masih ada waktu untuk menemani hamba makan siang bersama di Istana hamba?"Pinta Putri Hua Lin yang mendapatkan dukungan dari Ibu Suri Han Ji Yun yang terlihat oleh Kaisar mendatangi Kaisar pula di jalanan ke Istana pribadi milik Kaisar Ming Huan.


"Anakku ,tolong kamu hargai kebaikan Putri Hua Lin yang mengundang kamu untuk makan siang bersama dengan nya di Istana nya di Paviliun Bunga Matahari."Tutur Ibu Suri Han Ji Yun dengan nada halus yang tak bisa di bantah oleh He Shu Huan sebagai anak yang menghormati Ibunya.


"Emm..Ya,baiklah Ibu,aku akan temani Putri Hua Lin makan siang bersama dengannya di Istana pribadinya."Kata He Shu Huan hormat kepada Ibu Suri Han Ji Yun.


"Terimakasih atas kemurahan hati Paduka dan Ibu Suri Han."Kata Putri Hua Lin sopan dan anggun.


"Iya..Marilah kita ke istana mu secepatnya agar aku tak terlambat bekerja di Balairung Utama dari Istana Kekaisaran Ming."Kata He Shu Huan yang segera melangkah ke arah utara menuju ke arah Paviliun Bunga Matahari dengan langkah tegap dan cepat sekali.


Putri Hua Lin mengikutinya dengan langkah yang cepat pula dan mengherankan He Shu Huan yang merasa ia pernah mengenal putri itu dan juga ia tahu langkah kaki halus yang bisa memiliki ilmu silat jalan cepat yang tak kalah hebatnya dengan ilmu silat jalan cepat milik Ming Ming adik kembar beda jenis kelamin nya itu.


"Emmm..Hua Lin ini bukan seorang gadis muda biasa dan sembarangan karena ia memiliki ilmu silat langkah cepat yang hanya bertingkat dua dari Ming Ming."Kata He Shu Huan di dalam benaknya.


He Shu Huan tiba di ruang makan Paviliun Bunga Matahari yang sudah lengkap untuk dirinya dan Hua Lin dapat menikmati makan siang bersama di Istana itu.


"Paduka,silakan anda cicipi menu ikan tim segar yang di datangkan langsung dari juru masak ku yang berasal dari Kota Shuzuo."Kata Putri Hua Lin menyumpitkan daging ikan tim itu untuk He Shu Huan mencobanya.


"Emm..Kau taruh saja di mangkuk ku..,Aku bisa melakukannya sendiri."Kata He Shu Huan dengan nada halus namun tegas menolak di layani makan siang oleh Putri Hua Lin.

__ADS_1


"Ya,Paduka."Jawab Putri Hua Lin patuh kepada He Shu Huan.


Sesudah makan siang yang menghabiskan waktu selama 30 menit lamanya.He Shu Huan segera pamit untuk pergi bekerja ke Balairung Utama dari Istana Kekaisaran Ming kepada Putri Hua Lin di pintu gerbang Paviliun Bunga Matahari.


"Aku yakin perlahan -lahan dirimu akan jatuh cinta dan bertekuk lutut kepadaku ,He Shu Huan."Kata Putri Hua Lin di benaknya menatap bayangan He Shu Huan yang gunakan ilmu ginkang untuk pria itu dapat tiba di Balairung Utama Kekaisaran Ming tepat waktu.


"Tuan putri ,apakah Anda sudah menaruh serbuk kertas mantra pemikat jiwa di sup ikan terbang yang di makan oleh Paduka?"Tanya Amei Dayang Istana nya.


"Sudah,dan aku yakin malam ini atau esok pagi ia akan datang menemuiku lagi di Paviliun ku ini."


Jawab Putri Hua Lin atau Shi Lin yang telah cinta buta terhadap He Shu Huan dan memiliki niat hati untuk merebut He Shu Huan dari Alina.


Di Balairung Utama Kekaisaran Ming.


He Shu Huan memuntahkan semua makanan dari mulutnya ke dalam tempat sampah yang segera di siapkan oleh Kasim pribadinya yang sigap sekali membantunya.


"Yang Mulia,apakah Anda merasa tidak badan?"


"Tidak..Aku baik -baik saja."Jawab He Shu Huan tersenyum puas menerima air minum hangat dari Bi Guan memberikan cawan khusus untuknya.


"Makanan apa yang kau makan itu ?Kenapa warna dari muntahan mu itu warna kehitaman dan bau anyir ?"Tanya Bi Guan memberikan saputangan untuk membasuh mulut He Shu Huan.


"Sup Ikan Terbang yang menurut Hua Lin gadis yang misterius itu."Jawab He Shu Huan yang kini mengunyah gula batu yang di berikan oleh Bi Guan juga.


"Sup Ikan Terbang ?Yang benar saja mana ada jenis makanan seperti itu di negeri kita?"Tanya Bi Guan heran tak percaya.


"Namanya saja karena ikan itu jenis ikan mujair yang tim dan ada yang di buat sup."Jawab He Shu Huan membaca laporan dari para pejabatnya yang di mintanya untuk menunggu panggilan darinya di pintu masuk Balairung Utama Kekaisaran Ming.

__ADS_1


"Emmmm..Sungguh gadis yang memiliki hati yang persis ikan yang berbahaya untuk kesehatan mu jika kau tak menolak nya dengan ilmu sinkang mu yang sangat tinggi itu."Kata Bi Guan yang dapat tugas memeriksa dokumen -dokumen itu dari He Shu Huan.


He Shu Huan membaca buku gulungan yang dia ambil dari perpustakaan Istana Kekaisaran Ming di Singasana nya.Ia menemukan gulungan itu ada tanda segitiga yang di atasnya ada titik dan kotak bentuk limas.


"Apakah arti segitiga atas titik dan kotak bentuk limas di gulungan kuno ini?"Pikirnya dengan teliti dan cermat sekali.


"Dana untuk merekrut prajurit baru yang memiliki bakat di bidang kemiliteran untk menjaga pintu perbatasan di setiap wilayah Negeri Ming kita."


Kata Bi Guan di balik dokumen yang di pegangnya.


"Kirimkan juga kepala prajurit yang lebih senior untuk melatih prajurit baru namun tetap harus ada toleransi agar prajurit senior tidak semena -mena terhadap prajurit baru dan begitu juga prajurit baru yang harus menghormati prajurit senior."Kata He Shu Huan tetap bisa membagi antara pekerjaan satu dengan pekerjaan lainnya di otaknya.


"Yang Mulia..,Ada laporan bencana banjir di desa terpencil di daerah Barat yang melanda sawah dan perkebunan di daerah sana."Lapor pejabat yang lainnya.


"Kirimkan bantuan tim tanggap darurat ke daerah yang mengalami bencana banjir..!Segera jangan sampai menunda waktu lama yang dapat rakyat menderita."Kata He Shu Huan nada tegas sekali.


"Siap ,Paduka hamba laksanakan."Jawab pejabat.


"Guan,coba kau amati gambar di gulungan ini..!"


He Shu Huan membawa gulungan itu kehadapan Bi Guan yang tercengang dengan penemuan yang tak terduga itu.


"Huan..Apakah ini gudang persenjataan yang kita cari selama ini untuk meningkatkan kemiliteran kita demi keamanan dan keselamatan seluruh rakyat kita ?"Tanya Bi Guan tersenyum senang di depan He Shu Huan.


"Ya..Tapi kita harus tahu di manakah gudang itu berada.."Jawab He Shu Huan duduk di kursi Bi Guan karena Bi Guan membungkuk di meja kerja Bi Guan sendiri.


"Mmm..Kau perhatikan dengan lebih cermat lagi lalu apabila kau sudah temukan gudangnya ada di mana ,barulah kamu tunjukkan kepada ku lagi gulungan itu."Kata Bi Guan mendorongnya untuk ia berdiri dan Bi Guan duduk di kursi kerja.

__ADS_1


"Emmmm..Dasar kau ini ..!"Kata He Shu Huan mau tak mau harus duduk kembali di Singasana nya dan menerima dokumen lain dari para pejabatnya.


Bersambung..!!


__ADS_2