Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Kepekaan..


__ADS_3

"Selamat datang di keluarga ku untuk mu ,Putri Hua Lin yang terhormat."Sapa Han Ji Yun dengan sikap yang mencerminkan keibuan yang tiada tara kepada Putri Han Lin itu.


"Terimakasih atas penyambutan yang hangat dari Anda dan Putri Ming Ming untuk seorang rendah seperti hamba ini,Ibu Suri Han."Sapa balik Puteri Hua Lin dengan kesopanan yang mengagumkan hati Han Ji Yun namun menjengkelkan Ming Ming.


"Emm..Satu lagi calon ulat belatung yang sangat menyebalkan sekali."Batin Ming Ming sangat tak menyukai Putri Hua Lin.


"Hua Lin,silakan kamu duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk mu di sisi kanan Singasana ku di taman bunga Anyelir ku ini."Kata Han Ji Yun.


"Terimakasih ,Paduka Ibu Suri Han."Jawab Puteri Han Ji Yun dengan nada yang sangat sopan dan menarik sekali sesuai dengan sikap dan tata cara penampilannya itu.


Setelah sarapan pagi yang menghabiskan waktu selama satu setengah jam lamanya ,Ibu Suri Han mengajak Putri Hua Lin berkeliling Istana nya agar mereka semakin akrab satu sama lainnya.


"Ibu..Aku permisi dahulu untuk bekerja di tata usaha koperasi Kekaisaran Mng."Kata Ming Ming yang segera pamit karena ia terlalu jenuh dengan acara yang membosankannya.


"Iya,baiklah ,silakan kau pergi bekerja,ah kau ini memang persis kakak mu yang sangat terlalu mementingkan pekerjaan daripada keluargamu sendiri."Kata Han Ji Yun memaklumi sifat dan sikap serta rutinitas dari putrinya itu.


"Ya,beginilah kami yang memang saudara kembar yang memiliki persamaan yang sangat mutlak apa adanya secara alami."Kata Ming Ming agak ketus kepada Han Ji Yun seraya melirik sinis Putri Hua Lin.


Kemudian Ming Ming membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Istana ibu nya dengan angkuh dan arogan sekali sampai Ibu Suri Han Ji Yun melirik putrinya dengan lirikan mata mencela sikap manja putrinya itu yang tidak pernah berubah sedikitpun.


"Huan....!"


Bi Guan memanggil He Shu Huan dengan langkah cepat sebelum sahabatnya itu menghilang ke arah perpustakaan Istana Kekaisaran Ming sebagai tempat istirahat siang ternyaman bagi seorang He Shu Huan.

__ADS_1


"Guan..Ada apa kau memanggilku?"Tanya He Shu Huan di jalanan menuju ke Perpustakaan Istana Kekaisaran Ming.


"Surat.."


"Surat apa yang berada di tangan mu itu,Guan?"


Tanya He Shu Huan menerima surat yang di beri Bi Guan kepadanya.


"Surat pemberitahuan untuk mu mengenai Ketua Gobi yang meninggal dunia secara mendadak di ruang rahasia Sekte Gobi sendiri."Jawab Bi Guan nada tegang.


"Mm..Tenang saja panik begitu,Guan."Kata He Shu Huan santai.


"Bagaimana aku tidak panik saat aku mengetahui Ketua Gobi yang sangat sakti dapat meninggal dunia tanpa sebab di ruang rahasia Sekte nya sendiri menurut informasi yang ku dapatkan dari sahabatku di Sekte itu sendiri?"Tanya Bi Guan di koridor.


"Mmm...Apakah kau berpikir kejadian ini ada hubungannya dengan cangkir emas milik Ratu dari Sekte Rusa Emas Gunung Thai San yang lenyap dari Sang Ratu setelah Ratu itu wafat di bunuh oleh sepasang Tokoh dunia Kangouw yang baru menjadi buah bibir kaum dunia Kangouw yang di juluki Sepasang Iblis Kembar dari Pulau Matahari Darah?"Tanya He Shu Huan meneruskan jalannya menuju ke perpustakaan Istana Kekaisaran Ming.


"Liu Ze Bun ini memang menjadi prioritas utama di dalam daftar buku hitam di Kekaisaran Ming yang harus ku temukan dan ku basmi agar orang itu tak menimbulkan penyakit di Kekaisaran Ming selain sepasang iblis kembar itu dan Han Ji Won yang dahulunya pengkhianat di Kekaisaran Han yang dengan licin mempengaruhi Ibu ku untuk bunuh Kaisar Feng dari Kekaisaran Feng yang sekarang menjadi Klan Feng di jajaran pemerintah Era Ming Sejati kita."Kata He Shu Huan dengan suara pelan dan memberikan kode untuk Bi Guan tak bahas masalah penting tersebut di Perpustakaan untuk saat ini.


"Oh..Baiklah,aku pulang dulu ke rumah untuk aku bisa makan siang bersama keluargaku..Sampai jumpa satu jam lagi dari sekarang di tempat kerja kita."Kata Bi Guan paham melambaikan tangan ke arah He Shu Huan lalu berkelebat cepat pergi dari Perpustakaan Istana Kekaisaran Ming.


He Shu Huan melangkah secara halus sekali agar dirinya tak mengganggu Putri Yu Lan yang saat ini sedang membaca buku di salah satu tempat di area perpustakaan tersebut.


He Shu Huan memerhatikan gadis remaja usia 15 tahun itu dengan cermat sekali.Ia menyadari gadis ini sudah cukup usia untuk di carikan jodoh oleh nya.

__ADS_1


"Emm..Ku rasa Alina benar sekali..Hmm ,mulai hari ini aku akan mencarikan pria terbaik untuk jodoh yang sepadan dengan Yu Lan ini agar Yu Man Ji tenang di Surga karena Yu Man Ji sudah menunjuk ku sebagai ayah asuh atau pembimbing serta pelindung untuk putrinya yang merupakan keturunannya satu -satunya di dunia ini,dan aku harus melaksanakan harapan dan pesan Yu Man Ji kepada ku untuk Yu Lan bahagia di masa depan yang sangat sempurna."


Di dalam benaknya ,He Shu Huan berbicara untuk ketenangan batinnya yang merindukan masa lalu dirinya dengan Yu Man Ji seraya Ia menatap Yu Lan yang juga menatapnya begitu lekat sekali.


"Eh..Kenapa sorotan mata anak itu tampak aneh dari biasanya kepadaku?"Pikir He Shu Huan yang tetap tenang tersenyum ramah kepada Yu Lan.


"Selamat siang Ayahanda."Sapa Yu Lan berdiri di tempat duduknya seraya memberi salam dengan anggun kepada He Shu Huan.


"Iya ,selamat siang juga Lan Lan ,kau sepertinya sangat menyukai membaca buku ya?"Sapa He Shu Huan yang mulai mengelilingi area dalam perpustakaan untuk mencari buku yang ingin di baca olehnya.


"Iya,Ayahanda..Oia,apakah Ayah sudah makan siang ?"Tanya Yu Lan mengikuti setiap langkah He Shu Huan di setiap lorong rak buku yang berbaris rapi dan bersih itu.


"Sudah..Ayah sudah makan siang ,Nak."Jawab He Shu Huan berhasil menemukan gulungan buku yang di carinya.Ia ambil dan simpan di saku dalam bajunya.Ia berbalik badan dan menabrak Yu Lan di belakangnya.


Lalu gadis itu nyaris terjatuh ke lantai jika tidak di tahan lengan He Shu Huan di pinggang kecilnya dengan cekatan sekali dan berhasil berdiri tegak di kedua kaki bersepatu mungil di hadapan He Shu Huan.


"Ah..Maaf,Lan.Apakah kau baik -baik saja?"Tanya He Shu Huan mengamati gadis itu yang tersipu -sipu di rangkul pinggangnya oleh He Shu Huan.


"Iya,Ayah ,Lan baik -baik saja..Terimakasih."Jawab Yu Lan yang membalas rangkulan di bahu He Shu Huan yang segera melepaskan rangkulannya di pinggang kecil Yu Lan seraya menepis halus jari -jari mungil dari telapak tangan hangat Yu Lan di bahu nya.


"Baiklah,Nak.Ayah akan membaca buku ayah di tempat lain saja..Kau bisa lanjutkan membaca buku mu di sini,di perpustakaan ini dengan tenang dan nyaman."


Usai berkata hal itu ,He Shu Huan segera keluar dari perpustakaan dengan perasaan yang menurut Alina adalah berbahaya bila dirinya terlalu dekat dengan Yu Lan.

__ADS_1


"Astaga ,Alina sangat benar sekali.Hmm.."Pikir He Shu Huan di sepanjang jalan menuju ke Balairung Utama Kekaisaran Ming.


Bersambung ..!


__ADS_2