
Setelah serangan daun warna ungu gagal ,kini ada serangan lain lagi berupa sejumlah bambu yang bergerak sendiri ke arah mereka dengan luncuran yang amat cepat bukan main.
Wush,wush,wush!!
Bi Guan dengan sangat tangkas menggerakkan golok naga langit menebas sejumlah bambu yang bergerak sendiri dengan ilmu pedang ular piton sakti.
Wutt,sssshh,crak,crak,brukk!!
Ming Ming melompat dengan mengerahkan ilmu sinkang naga petir sakti menghantam dashyat ke arah sejumlah bambu yang meluncur ke arahnya dan yang lain.
Wush,plakk,nguing,blarr!!
Gi Min Sa menyambar ayahnya di tangan kiri dan tangan kanan menggerakkan ujung sepatu ke arah api unggun dan menyapukan api ke arah sejumlah bayangan orang berkelebatan hitam bagai hantu di tengah malam.
Wush,brushh !!!
Shi Lin menangkis serangan ujung besi tombak yang meluncur dari atas pepohonan gelap yang mengarah tepat ke arah kepala mereka semua di tengah hutan bambu ungu.
Wush,crang,crakk!!
Sejumlah orang tewas terpotong oleh serangan balasan dari Shi Lin gunakan ilmu gerakan ikan sapu -sapu dashyat.
He Shu Huan melesat ke atas dengan gerakan naga terbang dan mengerahkan telapak tangan yang menggunakan ilmu sinkang bunga Lan yang dahsyat.
Wush,dess ,brukk!!
Sejumlah orang berpakaian serba hitam dan jubah hitam tewas oleh serangan mematikan dari He Shu Huan.
Alina menggerakkan sabuk sutra putih dengan amat cepat laksana ular putih saja yang mematuk ganas ke sejumlah orang yang berpakaian hitam dan jubah hitam yang mengerahkan senjata yang milik dengan sekuntum bunga miniatur.
Wush,wer,wer,tar,tar,tuk,tuk,bruk!!
"Manusia setan keluarlah dan hadapilah aku bila kalian punya nyali besar..!!"Tantang He Shu Huan di depan Alina dan para sahabatnya usai api ungun padam oleh semilir angin kencang yang menghembuskan api hingga padam dan hutan pun semakin gelap mencekam.
__ADS_1
Alina memekik melihat sejumlah mata yang mirip kelelawar melayang ke arah mereka dengan angin yang sangat mirip terjangan beliung yang amat luar biasa kencang sekali.
Wushhhhhh!!
He Shu Huan membuat gerakan kaki membentuk setengah lingkaran lalu terdengarlah desiran angin gugusan tanah melayang dan menghantam pedih sekali sejumlah mata mirip kelelawar itu tepat di hadapan mereka.
Wutt,serrr,brukkk!!
"Eh aku injak tubuh manusia yang sudah tewas oleh mu,Huan."Kata Bi Guan menjulurkan kakinya ke arah benda -benda padat di depan mereka dan Bi Guan senang sekali mengetahui hantu yang mirip kelelawar itu telah tewas di ujung sepatu kiri He Shu Huan.
"Iya mereka memang sekelompok manusia bodoh karena tak punya otak untuk melawan ku seorang He Shu Huan."Jawab He Shu Huan yang meraih Alina untuk melompati sekumpulan jasad musuh di sekitar untuk melangkah ke arah lain dari hutan rumput ungu.
Shi Lin mengikuti dengan cepat bersama Bi Guan dan Ming Ming serta Bi Jin Xiao ,Wen Hui Lin,Gi Min Ji dan putrinya Gi Min Sa untuk menyusul He Shu Huan dan Alina yang sudah tiba di dekat tepi danau.
"Ada sepasang angsa berenang di tengah danau yang tertutup dedaunan pohon willow."Kata Alina di pangkuan He Shu Huan memeluk pinggangnya.
"Iya karena kita berada di dekat barat pegunungan Wu Tang."Jawab He Shu Huan lembut.
"Wu Tang apakah perguruan Wu Tang yang berada di puncak gunung di ujung sana?" Tanya Alina.Ia begitu manja sekali menyandarkan kepalanya di bawah dagu He Shu Huan yang menenggelamkan wajahnya di puncak rambut wangi Alina.
"Hmm melestarikan cinta sama dengan kita dapat membahagiakan diri dan pasangan kita juga."Kata He Shu Huan mengusap lembut bibir manis Alina yang tertutup rapat karena istrinya sudah tertidur pulas dan nyaman sekali.
"Kita harus menyeberangi danau itu untuk tiba di jalan berikutnya."Kata Gi Min Ji yang bicara pada Bi Jim Xiao yang bertanya arah ke Kekaisaran Gi secara jelas kepada Gi Min Ji.
"Emm ,kita harus cari perahu untuk menyeberangi danau di depan kita karena tak mungkin kita pakai cara sepasang angsa berenang ke danau ini."Kata Shi Lin memainkan rumput ilalang di tepi danau.
"Hmm ,di sana ada jembatan kok untuk kita bisa sampai ke seberang danau ini."Kata Gi Min Sa di samping Shi Lin.
Wen Hui Ling juga melihat adanya jembatan di ujung kanan mereka yaitu di arah selatan mereka dengan amat jelas."Jembatan itu melengkung dan menukik tajam sekali."
"Iya karena jembatan terlama di era kita dahulu di buat oleh Dinasti Han kuno sekali ,maka jembatan agak sedikit berlumut dan terjal"Sahut Gi Min Ji.
"Hmm ,lebih baik kau tidur dulu agar kesehatan mu tidak menurun karena sekarang akan masuk musim gugur."Kata Shi Lin tersenyum ramah dan hangat kepada Gi Min Sa yang mengganggukkan kepala dengan patuh sekali kepada Shi Lin.
__ADS_1
Gi Min Ji tersenyum senang melihat kedekatan Gi Min Sa dengan Shi Lin yang semakin akrab sekali dan sesuai dengan harapannya yang sangat ingin sekali kedua orang muda -mudi itu bersatu.
Cip,cip,cip!!!
Suara burung berkicau dan munculnya sang fajar di ufuk timur yang menandakan hari sudah pagi dan sudah saatnya mereka yang tidur terbangun dengan segar dan nyaman.
"Selamat pagi sayang."Sapa He Shu Huan nada kasih dan mengecup bibir lembut Alina seraya ia membantu istrinya membersihkan wajah dan mulut serta gigi di tepi danau.
"Emm ,selamat pagi juga suamiku..Apakah ada sarapan pagi untuk ku?"Sapa balik Alina manja.
"Ada yaitu aku makanan mu."Jawab He Shu Huan tak kalah manisnya di pagi hari itu.
Alina memerah mendengar ucapan manis suami tersayangnya."Hmm,kau bisa saja mengucapkan kata manis di pagi hari."
Tapi,Alina malah turun dan berjalan ke arah pohon buah lengkeng yang lebat di bagian kiri tepi danau itu. He Shu Huan menyentilkan sebutir air danau ke arah pohon buah lengkeng dan menjatuhkan banyak sekali buah lengkeng di bawah sepasang sepatu mungil nan indah Alina.
Wutt,cres,bruk!!
"Huan Gege..Aku ingin gunakan cara klasik dalam usaha ku memetik buah lengkeng..Ahh,kau malah gunakan cara instan sekali."Kata Alina manja.
He Shu Huan tiba di dekat Alina dan meraup satu genggaman saja telah mengumpulkan 200 butir buah lengkeng dan satu tangan lainnya membawa Alina ke tempat para sahabat sudah menunggu di tepi danau dengan menu sarapan berupa roti dan daging kering serta teh hangat yang di tata rapi di atas jerami anyaman Shi Lin .
"Wah kenapa tak kau bilang dari awal kepadaku ?Aku kan tak perlu repot petik buah lengkeng."Kata Alina duduk di samping Ming Ming.
"Iya untuk mendapatkan sesuatu yang enak dan mudah ,ya harus usaha dulu lah sayang."Jawab He Shu Huan mengunyah roti dengan nikmat.
"Emm sudah ada yang menunggu kita di jembatan sana."Kata Bi Guan menaruh roti di jerami dengan dengusan hidungnya yang memuncratkan air di atas daging kering Bi Jin Xiao.
Bi Jin Xiao memukul kepalanya dengan roti tebal di genggaman tangan kanan sambil melototi pria tua berkumis putih yang memandangi He Shu Huan dengan pandangan menyepelekan sekali.
Bruk!!
"Kakek tak tahu adat itu memandangi mu dengan sorotan mata menyepelekan mu sekali Huan."Kata Bi Jin Xiao mengeluarkan asap emosi dari lubang hidungnya.
__ADS_1
"Sabarlah kita akan temui dia di jembatan sana usai kita habiskan sarapan pagi santai kita di tepi danau indah di hadapan kita ini."Kata He Shu Huan yang melihat sekelebatan orang yang memiliki ilmu ginkang yang mengagumkan di sekitar lokasi jembatan itu.
Bersambung..