
Beberapa hari kemudian.
He Shu Huan menerima surat dari Bi Guan di Kota Liu An.
"Huan..Liu Ze Bun tak ada di Kota Liu An sejak ia di gulingkan oleh Putri Ma Ye Ri yang berasal dari Kerajaan Mongolia bahkan Sekte Elang Hitam pun telah di bubarkan secara paksa dan resmi oleh Si Dewi Maut itu juga."Lapor Bi Guan melalui surat.
He Shu Huan membakar surat itu di api lilin yang di atas meja kerjanya.Ia mengangkat wajahnya dan menemukan Alina sedang duduk menyulam sejumlah pakaian baru untuk keluarga mereka di kursi santai .
"Sayang,sekarang ini sudah larut malam.Bisakah kau istirahat untuk kegiatan menyulam mu itu?"
Pinta He Shu Huan menghampiri Alina.
"Iya,suamiku..Aku bisa beristirahat untuk kegiatan menyulamku asalkan kamu juga bisa beristirahat untuk kegiatan mu membaca laporan kerjamu itu."
Jawab Alina dengan manja sekali.
"Ouh..Kau semakin lama semakin pintar bermanja ria denganku."Kata He Shu Huan mengangkatnya dan membawanya ke ruang kamar tidur mereka.
He Shu Huan meniup lilin dan menurunkan tirai di sekitar tempat tidur mereka lalu membaringkan Alina di tempat tidur kemudian memberikan kasih pada Sang Istri hingga mereka berdua bahagia.
Di Graha Bunga Matahari.
Shi Lin tampak gusar sekali mendapatkan mimpi yang menakutkan baginya.Ia tak bisa tidur selama berhari -hari semenjak peristiwa naas yang telah menimpa dirinya.
Ia makin tertekan ketika dirinya menyadari tentang kehamilan yang telah terjadi pada dirinya setelah dirinya di miliki oleh Liu Ze Bun Si Kasim penipu yang kini sedang melakukan peninjauan tempat yang strategis untuk memindahkan semua hasil kerja gelapnya dari Istana Kekaisaran Ming usai Han Ji Won dan sekte macan kumbang Han telah di basmi habis oleh He Shu Huan.
"Aku harus kabur dari Istana Kekaisaran Ming usai si idiot gagal membunuh bajingan He Shu Huan."
Kata Liu Ze Bun mondar -mandir merapikan diri untuk kabur dari Istana Kekaisaran Ming di hari itu jua.
__ADS_1
"Yang Mulia ,bagaimana dengan Putri Shi Lin yang kini telah menjadi Istri Anda?"Tanya anak buahnya di kereta kuda yang di siapkan di luar Istana.
"Biarkan saja Shi Lin tinggal di Istana Ming sampai aku berhasil menemukan cara terbaru dan terbaik untuk melancarkan balas dendam ku terhadap He Shu Huan si bajingan sialan itu."Jawab Liu Ze Bun di dalam kereta kudanya.
Demikian mereka melarikan diri dari Istana Ming dan meninggalkan Shi Lin yang kalang kabut dan mencemaskan kehamilan yang di sembunyikan Shi Lin dari semua orang termasuk dari Alina yang selalu baik dan bersahabat akrab dengannya.
"Shi Lin ,kenapa akhir -akhir ini kau tampak cemas seperti kamu ada masalah yang mengganggumu dan kau juga terlihat pucat?"Tanya Alina di suatu hari saat wanita manis dan bijaksana itu datang ke Graha Bunga Matahari untuk mengunjungi Hua Lin tetapi Hua Lin tak ada di Graha itu.Maka Shi Lin yang menggantikan putri itu untuk tinggal di Graha Bunga Matahari.
"Lapor Permaisuri Alina..Hamba baik -baik saja dan tak ada masalah apa pun yang mengganggu kesehatan hamba..,Anda tak perlu mencemaskan hamba..,Terimakasih atas kemurahan hati Anda untuk hamba yang rendah ini."Jawab Shi Lin yang mencoba menahan rasa mual di kala tanda -tanda kehamilan muncul kembali.
"Oh ,baiklah Shi Lin.Aku takkan mencemaskanmu lagi.Baiklah kau istirahatlah dengan tenang di sini di Graha Bunga Matahari ini."Kata Alina yang baik hati itu.
Sesudah Alina pergi dari Graha Bunga Matahari.Ia Shi Lin gemetaran sekali karena menahan dirinya tidak menimbulkan kecurigaan Alina terhadap Shi Lin yang sangat aneh di benak Alina yang terbaca jelas dari raut wajah jelita Alina oleh Shi Lin yang lihai itu.
Brrr..!!
"Tuan Putri..Ada surat perintah dari Kaisar Liu Ze Bun untuk Anda."Kata seorang gadis yang muncul dari atas genteng Graha Bunga Matahari.Gadis itu memberikan surat yang di sembunyikan di balik baju tebal gadis itu yang berwarna hitam kepada Shi Lin.
"Shi Lin..Aku membawakan mu Mu Thing Thing kehadapan mu untuk menjadi kaki tanganmu dan aku sudah perintahkan Chen Yi Han untuk pura -pura menjadi Putri Hua Lin yang di sekap oleh Han Ji Won di sebuah gudang kosong di bagian selatan Istana para Kasim Kekaisaran Ming agar Si bajingan He Shu Huan dapat kita permainkan sampai Klan Han dan Klan Feng jatuh ke tanganku di saat Klan perdamaian Liu datang di hari ulang tahun Alina yang akan jatuh pada tanggal 14 bulan dua tahun esok."Kata Liu Ze Bun di dalam surat.
Shi Lin memerhatikan pengawal pribadi yang baru saja di kirimkan Liu Ze Bun untuknya.
"Apakah nama mu adalah Mu Thing Thing ?"Tanya Shi Lin dengan nada berwibawa kepada gadis usia 16 tahun yang sujud di bawah kedua kakinya yang bersepatu sulam indah bunga anggrek kuning.
"Lapor Paduka Putri..Iya,benar nama hamba Mu Thimg Thing."Jawab Mu Thing Thing begitu luwes dan manis sekali baik nada suaranya maupun dari wajah itu.
"Baiklah mulai dari saat ini juga kau adalah salah satu pelayan sekaligus pengawal pribadi dari ku Putri Shi Lin bukan pelayan atau pengawal pribadi Kaisar Liu Ze Bun."Kata Shi Lin merengkuh wajah Mu Thing Thing dengan cengkeraman tangannya serta melalui tatapan yang sangat menggentarkan jiwa dan raga Mu Thing Thing yang ketakutan.
"Iya,ya Paduka Putri hamba akan selalu mematuhi perintah Sang Putri berikan kepada hamba Mu Thing Thing."Jawab Mu Thing Thing dengan wajah pucat sekali karena takut akan di buat cacat oleh Putri Shi Lin majikan barunya itu.
__ADS_1
Sementara itu He Shu Huan memberikan perintah kepada seluruh pasukan Kekaisaran Ming untuk mencari dan menemukan Putri Hua Lin yang telah menghilang tanpa jejak setelah Amei di ketahui adalah salah satu anggota Sekte Elang Hitam dan juga majikan kedua dari Sekte Macan Kumbang Han yang meracuni sukma Shi Lin dengan pil tidur cantik yang berasal dari teh yang terbuat dari obat terlarang dari Kerajaan Mu yang kini telah musnah oleh Kekaisaran Liu yang di pimpin oleh Pangeran Liu Chi Hua yang telah terpenggal kepalanya oleh Putri Ma Ye Ri dari Kerajaan Mongolia.
"Ma Ye Ri ?Aku harus menjalin koalisi dengan Ma Ye Ri untuk memusnahkan Liu Ze Bun dan para biadab yang di pimpin sepasang Iblis Kembar dari Pulau Matahari Darah."Kata He Shu Huan yang kini berada di Singasana di Balairung Utama.
He Shu Huan memeriksa dokumen laporan kerja di ruang utama tersebut.Ia sangat sibuk sekali dan nyaris tak ada waktu luang untuk istirahat dan tidur di malam harinya.He Shu Huan juga sibuk menunggu laporan dari Bi Guan yang di tugaskan untuk menyelidiki pergerakan Sekte Elang Hitam yang berada di luar Ibukota Kekaisaran Ming oleh He Shu Huan.
Syut..!!
Tep..!!
Sebatang anak panah meluncur dan menancap di dinding kamar tidur Alina sampai Alina terbeliak kaget melihat anak panah yang ada ukiran mata ulat sutra emas di anak panah tersebut.
Alina mengambil anak panah itu dan mengambil sehelai surat yang tertancap di ujung anak panah itu lalu Alina membuka dan terkejut dengan asap yang menyesakkan dadanya.Alina pun terjatuh di lantai kamar dalam keadaan pingsan.
"Yang Mulia Permaisuri Alina..!!"Teriakan panik di seluruh Istana Kasih Abadi.
"Ibunda..!!"Jerit Ming Shu Long memeluk ibunya.
"Cepat..Cepatlah kalian panggil Ayahanda untuk datang dan melihat Ibu kami..!!"Perintah Ming Shu Huo dengan berwibawa khas He Shu Huan dan keganasan Alina kepada para pengawal Istana Kasih Abadi.
"Siap ,Pangeran Kedua."Jawab para pengawal itu serentak dan berlarian untuk pergi ke Balairung Utama Kekaisaran Ming.
He Shu Huan begitu mendapatkan laporan dari para pengawal pribadi Istana Kasih Abadi segera meluncur dan melihat istrinya.Ia termangu saat ia melihat sekujur tubuh Alina membiru dan kaku di tempat tidur.
"Alina...!!Tidakk..!!"Pekiknya cepat memeluk Alina.
"Yang Mulia Kaisar...Anda harus tabah dan tegar menerima kenyataan bahwa Permaisuri Alina telah meninggal dunia akibat racun kelelawar es di surat itu."Lapor para tabib Istana Kekaisaran Ming kepada He Shu Huan.
He Shu Huan menampar para tabib dengan kasar karena ia tidak percaya kalau istrinya telah tewas terbunuh oleh pihak musuh rahasia yang telah menyerang istrinya dengan racun di sampul surat yang tertancap pada anak panah ukiran mata ulat sutra emas.
__ADS_1
Bersambung..!!