Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Bumerang Untuk Han Ji Yun.


__ADS_3

Han Ji Yun terbaring di atas tempat tidur dalam keadaan tidak sehat karena ia mengalami sakit aneh akibat permainan ritual sesat yang ia lakukan untuk bunuh Alina menantunya yang sangat di benci olehnya namun sesungguhnya adalah racun yang berada di batu kristal tempat pemujaan nya itu.


" Kristal inilah sekelilingnya di oleskan racun kelabang merah dari tanah makam di pulau abadi. "Kata Bi Guan mengenali racun di cermin batu kristal.


" Bagaimana cara untuk menyembuhkan ibu ?" Tanya Alina datang ke Istana Han Ji Yun bersama dengan He Shu Huan.


"Pil air liur kelabang merah itu sendiri. "Jawab He Shu Huan menggunakan ilmu sinkang naga api untuk membuyarkan racun pada tubuh ibunya.


" Apakah kalian berdua mempunyai pil penawar racun kelabang merah ?" Tanya Ming Ming yang berada di tepi tempat tidur Han Ji Yun.


" Aku tidak punya tetapi gadis itu punya. "Jawab He Shu Huan menarik lengan Guo Jiu yang kaget sekali karena ia menatapnya ganas sekali.


" Yang Mulia, hamba tidak punya penawar nya. "Kata Guo Jiu ketakutan dan ia berusaha keras untuk mengelak dari tuduhan He Shu Huan tetapi Bi Guan sudah merampas botol racun kelabang merah dari dalam bajunya.


" Ini racun ada pada diri mu ? " Tanya Bi Guan menarik lepas kepala Guo Jiu.


Krekkk !!


" Bi Guan. .!!" Teriak Han Ji Yun kaget sekali karena Bi Guan membunuh Guo Jiu begitu saja.


" Ibu, dia meracuni mu dan juga membunuh istri kedua ku dengar licik. " Kata Bi Guan tersenyum ramah sekali kepada Alina yang membalasnya dengan senyum simpul terimakasih.


" Bagaimana kau bisa menuduh Guo Jiu sebagai pembunuh istri kedua mu dan meracuni ku ?" Tanya Han Ji Yun lemah tapi masih dengan nada arogan nya.


" Empedu ular hijau miliknya yang aku temukan di pakaiannya sendiri di rumahku sendiri sebelum kita pergi ke pemakaman Mi Xuan Ji dan mengenai racun yang sudah melukai mu ibu adalah pil racun kelabang merah yang di cairkan melalui ilmu sinkang nya yang cukup tinggi lalu ia mengoleskan cairan racun ini ke batu kristal mu itu menggunakan kuas untuk melukis sebuah lukisan. "Jawab Bi Guan memberikan keterangan kepada Han Ji Yun.


" Berarti aku sudah menuduh yang tidak baik kepada Alina. "Kata Ming Ming yang cepat meminta maaf kepada Alina.


" Soso Alina saya minta maaf karena saya kemarin telah menuduh mu sebagai pembunuh Mi Xuan Ji." Kata Ming Ming dengan nada menyesal.


" Iya, aku sudah memaafkanmu dan aku tidak pernah memasukkan ke dalam hati ku. "Jawab Alina tersenyum lembut dan menyayangi adik iparnya.


" Terimakasih Soso." Kata Ming Ming memeluknya erat dengan kasih sayang.


Melihat hal ini Han Ji Yun merasa dirinya telah gagal dalam misinya dan ia harus mencari cara untuk mengusir Alina dari kehidupan putranya tetapi ia terkejut saat He Shu Huan memberikan tatapan mata tajam sekali untuk ketegasan yang di berikan oleh putranya itu.


"Ibu,tolong sayangilah Alina seperti kamu menyayangi Ming Ming putrimu sendiri " Kata He Shu Huan melalui tatapan matanya kepada Han Ji Yun.


" Iya, nak.Aku pasti akan mengubah sikap ku kepada Alina dan aku juga akan menyayangi nya seperti aku menyayangi kalian berdua anak -anak ku sendiri. "


Kata Han Ji Yun halus untuk menenangkan hati dan pikiran putranya tersayang.


" Ibu silakan anda coba minuman hangat yang saya buatkan untuk mu ."Kata Alina halus membawakan minuman hangat kepada Han Ji Yun.


Han Ji Yun menerima cawan keramik isi minuman hangat dari Alina yang selalu sopan dan hormat kepadanya.


" Terimakasih. " Jawab Han Ji Yun kaku.


" Ibu ,aku yakin suatu hari nanti ibu akan menerima dan menyayangi ku sebagai menantu ibu. " Kata Alina sopan sekali.

__ADS_1


" Ya. " Jawab Han Ji Yun malu sendiri.


Sejak hari itu juga Han Ji Yun semakin merasa tidak nyaman dengan keramahan dan kesopanan yang di berikan oleh Alina terhadap dirinya. Alina merawatnya dengan lembut sampai ia sehat kembali bahkan Alina menemaninya berjalan -jalan di sekitar Istana Kekaisaran Ming.


" Ibu ,apakah ibu ingin lihat taman bunga tulip di alun -alun Ibukota Kekaisaran Ming ?" Tanya Alina tersenyum sopan di hari berikutnya.


" Ya, aku ingin. " Jawab Han Ji Yun memikirkan cara untuk membuang Alina di keramaian.


Mereka berdua pun berjalan -jalan di sekitar alun -alun Ibukota Kekaisaran Ming untuk menikmati keindahan alam taman nasional bunga tulip sambil menikmati berbagai macam camilan yang di jual di sekitar lokasi tersebut, lalu Han Ji Yun memberikan kode kepada seseorang yang di perintahkannya untuk menangani Alina.


" Alina, bisakah kau menolong ku untuk membelikan ku kue bunga persik yang di jual di toko kue itu ?" Pinta Han Ji Yun duduk di bangku taman bunga nasional.


" Ya, Ibu ." Jawab Alina segera berjalan untuk membelikan kue bunga persik untuk ibu mertuanya di toko kue.


Di saat Alina ingin membeli kue bunga persik di toko kue itu tiba-tiba muncul pria tua yang menggunakan ilmu pedang menyerangnya dengan sangat ganas sekali sehingga Alina segera menangkis serangan maut tersebut dengan ilmu pedang naga biru untuk melindungi dirinya.


Wushhh !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!


Wushhh !!


Tetapi sebuah jarum bening telah meluncur ke arah Alina dengan sangat cepat sekali sehingga Alina merasakan tenaganya lemah seketika itu namun ia amat mencemaskan keselamatan dan keamanan ibu mertuanya, maka ia tidak peduli dengan keselamatannya sendiri.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Alina menangkis serangan senjata rahasia milik musuh yang menyerang dirinya di segala penjuru arah alun -alun Ibukota Kekaisaran Ming.


" Celaka ,cepat kita lindungi Permaisuri Alina. .!!" Teriak Para pasukan Kekaisaran Ming segera berkelebat cepat untuk menolong Alina dengan menyerang para musuh dengan sangat hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh serangan maut dari para pasukan Kekaisaran Ming yang di pimpin oleh Bi Guan.


"Alina. .!! " Teriak Bi Guan cepat berkelebat cepat untuk menolong Alina yang di lihat olehnya telah terluka pada lututnya tertusuk jarum bening dari pihak musuh.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Bi Guan menggunakan goloknya membabat habis sejumlah besar musuh yang mengeroyok Alina.


" Sialan ..!Kenapa Bi Guan muncul di sana dan menolongnya?!" Umpat Han Ji Yun di dalam hatinya dengan jengkel dengan kegagalannya.


Han Ji Yun tidak tahu bahwa di belakangnya telah muncul seorang pria lain yang menggerakkan tombak untuk menebas lehernya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Tombak di tangan pria itu telah di sambut oleh Alina yang segera menolong ibu mertuanya dengan gerakan ilmu pedang naga biru di sertai ilmu ginkang walet sakti dan juga ilmu pedang Iblis Aira.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Wanita yang sangat hebat sekali tetapi kau harus mati di tangan ku agar rasa sakit hati ku hilang, " Kata pria berusia 39 tahun yang menjadi lawan Alina yang memutar pedangnya bagaikan perisai di sekitarnya dan membuat pria itu terluka di tebas pedangnya.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Pria itu marah dan menggunakan ilmu pedang tombak yang ganas sekali ke arah Alina yang berkelebat cepat untuk menangkis dengan cepat sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Han Ji Yun yang melihat pertarungan antara Alina melawan musuh di sekitarnya terkejut sekali karena Alina begitu baik hati berusaha untuk melindunginya dari pihak musuh.


Bi Guan membabat habis sejumlah besar musuh di sekitar pertokoan kue bunga persik, lalu ia segera berkelebat cepat untuk menolong Alina yang kelelahan.


" Alina mundurlah ..!! " Teriak Bi Guan cepat melindungi Alina yang merasakan sakit pada perutnya.


" Alina. ." Kata Han Ji Yun pucat melihat darah di sekitar tubuh menantunya.


Han Ji Yun cepat memeluk Alina yang menangis untuk selamatkan bayinya lebih dahulu daripada nyawanya sendiri tetapi Han Ji Yun malah membiarkan bayinya keguguran.


" Ibu, apa salah ku ? " Tanya Alina sedih sekali mengetahui insiden itu adalah hasil perbuatan ibu mertuanya sendiri yang ingin mencelakakan dirinya tetapi justru membuat dirinya kehilangan bayinya.


Han Ji Yun tidak tahu harus bicara dan berbuat apa untuk menyelamatkan Alina karena Bi Guan yang sudah membunuh musuh dengan ilmu golok naga langit.


Wushhh !!


Crakkkkkk !!

__ADS_1


" Alina. .Bertahanlah. ." Kata Bi Guan cepat memanggil para pasukan Kekaisaran Ming untuk melindungi Han Ji Yun, dan ia segera menggendong Alina yang kini pingsan karena kehabisan darah.


Bersambung. .


__ADS_2