Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.

Pendekar Serigala Emas Sakti Season 2.
Arti Rasa Sahabat..


__ADS_3

He Shu Huan menghadapi Kakek tua yang duduk bersila di sudut kanan aula utama Sekte Naga Kuo yang merupakan ahli ilmu sihir hitam cukup tinggi karena dapat menguasai seluruh orang yang ada di Sekte Naga Kuo termasuk Alina.


Namun Kakek itu tak bisa menguasai He Shu Huan karena ilmu kebatinan He Shu Huan sangat tinggi sekali yang sanggup memulihkan Alina dan semua sahabatnya dari kekuasaan ilmu sihir hitam sang kakek sakti itu.


"Bocah cobalah lihat aku adalah kakek mu sendiri yang berada di hadapanmu."Kata Kakek Gimalu.


"Kakek sinting ,aku tahu kakek kandung adalah pria tampan baik hati tidak seperti mu sudah jelek jahatnya minta ampun."Kata He Shu Huan nada mengejek yang mengejutkan Sang Kakek yang kini berubah wajahnya menjadi hitam mirip arang.


Sementara itu Alina bertarung menghadapi Wen Bai Zen yang menggunakan pedang yang mirip gada dengan berat 70 kg yang sanggup mengetuk besi dan baja mana pun jua.


Trang,trang,trang..!!


Alina menangkis serangan pedang gada Wen Bai Zen dengan gergaji yang sangat tajam sekali yang di sertai ilmu pedang naga biru sehingga pedang gada melenceng dari targetnya.


Wutt,crang...!!


Alina melihat pedang gada melenceng ke samping pinggang kecil Alina segera melompat cepat telah menggerakkan gergaji dengan tepat sekali telah mengenai tubuh Wen Bai Zen yang di mutilasi oleh Alina.


"Hyaaahhh...!!"Pekik Alina.


Crakkk ,crakk,crakk..!!


"Auw.."Keluh Alina duduk lemas di lantai ruangan Sekte Naga Kuo.


"Nyonya Besar He,apakah kau tak apa -apa?" Tanya Lan Xue Ling cepat memeriksa keadaan Alina yang tampak lemas.


"Aku tidak apa -apa ,terimakasih Nona."Jawab Alina tersenyum ramah kepada Lan Xue Ling.


"Apakah kau sedang mengandung saat ini?"Tanya Lan Xue Ling merasa cemas melihat Alina yang akhirnya roboh pingsan di bahu Lan Xue Ling.

__ADS_1


"Iya,Xue Ling..Alina sedang mengandung saat ini.


Apakah dia baik -baik saja?!"Sahut He Shu Huan yang masih fokus menghadapi Kakek Gimalu yang terkejut sekali karena kekuatan ilmu sihir hitam si Kakek terdorong kembali masuk ke tubuh kakek itu oleh kekuatan ilmu kebatinan alamiah He Shu Huan yang sangat kuat sekali.


"Akhh...Dadaku sesak..!" Kata Kakek Gimalu yang semakin hitam wajahnya karena desakan ilmu kebatinan He Shu Huan melalui tatapan sepasang mata tajam sekali menyorot bagaikan sinar mata ganas serigala marah.


"Matilah kau kakek jahanam yang sudah berani menculik dan menyakiti istri dan anakku...!!" Kata He Shu Huan menggunakan kekuatan matanya itu meledakkan kakek Gimalu yang dadanya tiba-tiba mengembung bagai balon lalu meledak hingga berantakan di sekitar ruangan utama Sekte Naga Kuo.


Blaarr!!


He Shu Huan tak memperdulikan musuhnya yang sudah hancur untuk menolong Alina yang sedang berusaha di selamatkan oleh Lan Xue Ling yang menaruh telapak tangan di dada dan punggung Alina dengan duduk bersila dan memejamkan mata.


"Shu Huan ,kau jangan khawatir isteri dan anakmu bisa ku selamatkan."Kata Lan Xue Ling dengan nada bersahabat kepada He Shu Huan yang amat mencemaskan keselamatan dan keamanan Alina dan calon bayi mereka berdua.


"Iya,tapi aku harus mencari rumput bunga kuo untuk memulihkan tubuh Alina yang sangat lemah karena ia terlalu lama berada di bawah pengaruh sihir hitam kakek sinting itu."Kata He Shu Huan di samping Alina memeluk sang isteri dengan kasih sayang.


"Di manakah kamu mencari dan menemukan rumput bunga Kuo?"Tanya Chang Wu Lin duduk di depan He Shu Huan usai merapikan ruangan itu.


"Baiklah..Kalau begitu kami akan menjamin hidup Alina dan calon bayi kalian yang ke 5 dengan nyawa kami."Kata Chang Wu Lin tegas dan tulus.


"Terimakasih sahabat."Kata He Shu Huan dengan perasaan penuh haru akan rasa persahabatan di antara mereka semua untuknya.


"Sama -sama ,Huan..Sana cepatlah kau pergi cari obat untuk menyembuhkan istrimu di lembah gunung Kuo dan cepatlah kembali kepada kami dengan hasil yang menjanjikan untuk istrimu yang kau cintai itu."Kata Lan Xue Ling menepuk bahu He Shu Huan dengan perasaan bersahabat erat.


Brrrr...!!


He Shu Huan berkelebat cepat keluar dari Sekte Naga Kuo untuk menuju ke lembah gunung Kuo di barat daya dari pegunungan Kuo.Dan setibanya ia di lokasi yang ingin ia datangi itu.Ia bertemu lima orang sakti yang menghalangi jalannya menuju ke tebing barat daya dari pegunungan Kuo.


"Kalian mau apakah menghalangi jalan ku?"Tanya He Shu Huan nada dingn.

__ADS_1


"Tentu saja kami ingin membunuh mu ,bocah keji yang sombong..!"Jawab lima orang sakti itu nada bengis sekali kepada He Shu Huan.


"Cih..Lima tikus tua busuk tak tahu malu."Kata He Shu Huan yang berdiri tegak dengan sikap tenang sekali terhadap lima orang sakti yang marah di remehkan oleh He Shu Huan.


Lima orang itu memang berjuluk Lima Tikus Tua Gunung Kuo yang cukup ternama di seluruh dunia kangouw khususnya di dunia kaum hitam maka perkataan He Shu Huan tidak salah cuma salah di sikap He Shu Huan yang terlalu tenang di nilai merendahkan lima orang itu.


"Bocah sombong..Lihat serangan kami agar kau tak mati dengan penasaran karena terbunuh oleh kami dengan mudah."Kata lima orang itu yang kini melesat bersamaan untuk menyerang He Shu Huan secara serempak.


Wushh...!!


He Shu Huan melihat lima orang tua itu bagaikan bayangan yang mengelilinginya sehingga kelima orang itu berubah menjadi banyak sekali dengan wajah sama dan senjata tajam berupa pedang di arahkan ke arah He Shu Huan.


"Emmmm..Kalian ingin main kucing tangkap tikus dengan ku..Baiklah !Jangan salahkan aku jika aku kirim kalian ke raja neraka lebih cepat dari jadwal kalian harus menghadap Sang penguasa akhirat."


Kata He Shu Huan tiba-tiba bergerak bagaikan kincir angin yang menerjang kelima orang yang bergerak menerjangnya juga.


Wushhh...Crangg...Bruakk!!


Kelima tikus tua gunung Kuo terjengkang tak beraturan di tendang He Shu Huan yang juga menghancurkan pedang mereka dengan seruling bambu yang bergerak memukul kelima pedang di tangan kelima orang itu yang goyah dan menjadi patah terkena seruling bambu He Shu Huan.


"K..Kau sungguh manusia tak punya hati..!"Kata kelima orang tua yang kini menerjang He Shu Huan dengan tangan kosong yang mengandung ilmu sinkang tapak tikus Kuo melalui gerakan telapak tangan membentuk cakar tikus tajam ke arah titik penting di tubuh He Shu Huan.


Wutt,wutt,wutt..!!


He Shu Huan pun tak gunakan seruling bambu melainkan telapak tangan kosong menyambut serangan ilmu sinkang tapak tikus Kuo dari Lima Tikus Tua Gunung Kuo dengan ilmu tapak delapan belas naga api menghempaskan lima orang tua itu yang terjungkal tewas tertusuk batu karang di lembah gunung Kuo.


Plak ,dess!!!


He Shu Huan sudah terjun ke lembah gunung Kuo di bagian barat daya dengan ilmu ginkang naga terbang.

__ADS_1


Brrr..!!


__ADS_2