
Satu bulan kemudian He Shu Huan ,Alina,Bi Guan dan Ming Ming serta Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling meninggalkan Ibukota Kekaisaran Ming dengan penampilan sebagai tiga pasang pendekar kaum persilatan Tionggoan.
"Daerah lembah penjahat yang berada di bagian utara Gunung Kun Lun yang kita masuki hari ini."
Kata He Shu Huan mendaki gunung Kun Lun.
"Bunga rumput kuning di gunung Kun Lun ada manfaatnya sebagai penangkal racun senjata rahasia tingkat tinggi."Kata Bi Guan mencari -cari bunga rumput kuning di sekitar lereng gunung Kun Lun.
"Hei lihat ada seorang pendeta sedang bertapa di tebing."Kata Bi Jin Xiao kagum melihat pendeta di atas tebing.
"Ketua Sekte Kun Lun Pai yang baru yang bernama Pendeta Xing Bian."Kata Alina yang mendaki di bantu He Shu Huan.
"Ayo kita sapa Pendeta Xing Bian."Kata He Shu Huan segera mengajak Alina dan para sahabat ke arah Pendeta Xing Bian di tebing kiri dari posisi mereka.
Pendeta Xing Bian ternyata buta dan tuli maka ia tak bisa mendengar sapaan He Shu Huan dan para sahabat yang berada di dekat pendeta itu sampai Alina menggunakan ranting untuk alat tulis di telapak tangan pendeta itu.
"Selamat pagi dari ku Alina untuk mu Pendeta Xing."Sapa Alina ramah.
Pendeta Xing berreaksi dan menulis di telapaknya sendiri.
"Iya ,selamat pagi untuk anda Yang Mulia."Sapa Pendeta Xing sopan.
"Apakah yang sudah terjadi kepada dirimu?"Tanya Alina menulis di telapak tangan pendeta Xing.
"Hamba mengalami keracunan serbuk merah oleh lima penjahat dari gunung Pei beberapa hari lalu sampai hamba kehilangan indera penglihatan dan pendengaran." Jawab Pendeta Xing menulis di atas telapaknya sendiri.
He Shu Huan mencabut rumput terdekat dan ia lemparkan ke segala arah di sekitar tebing secara tak beraturan namun ia tak menyangka kalau Pendeta Xing sanggup menangkap rumput -rumput yang di lemparkannya dengan sangat cepat.
Wer,wush,tep!!
"Kau pura -pura tuli dan buta Kakek ."Kata He Shu Huan cepat menggerakkan telapak tangannya dengan ilmu sinkang naga ea untuk menangkis serangan maut pendeta palsu yang ingin serang Alina dengan ilmu sinkang racun serbuk bulu merak merah.
Wutt,plakk,dess!!
Bruakk!!
"Kurang ajar..!!Pintar juga kau..!" Hardik Iblis tua merak merah yang menyamar sebagai Pendeta Xing Bian untuk mengelabui He Shu Huan dan Alina serta para sahabat.
"Kau harus belajar 35 x dari ku untuk mengelabui ku ."Kata He Shu Huan mengayunkan ujung sepatu ke arah dada kakek itu yang berusaha untuk lawan dirinya dengan gerakan tendangan burung merak.
__ADS_1
Wutt,duk,krekk,kretak,brukk!!
Kakek itu patah tulang dan tewas terjungkal ke jurang oleh He Shu Huan.
"Huan Gege,kau makin cerdik saja."Puji Alina yang melingkarkan lengannya di lengan He Shu Huan.
"Emm,terima kasih pujian mu sayang."Kata He Shu Huan mencium bibir Alina.
"Kita selidiki Sekte Kun Lun Pai agar kita tahu apa yang telah terjadi dengan Ketua Xing Bian."Kata Bi Guan cepat meraih tangan Ming Ming.
Brr!!
Bi Jin Xiao dan Wen Hui Ling melesat ke arah atas puncak gunung Kun Lun .Mereka berdua melihat sejumlah besar anggota Sekte Kun Lun Pai telah tergeletak tak bernyawa lagi di sekitar lokasi itu.
"Ada musibah yang menimpa Sekte Kun Lun Pai...
Ayo kita segera selamatkan mereka."Kata He Shu Huan cepat berkelebat menuju ke arah Sekte Kun Lun Pai.
Brr!!
Di Sekte Kun Lun Pai telah terjadi pertempuran yang sangat berat sebelah yakni murid-murid dari Sekte Kun Lun Pai hanya berjumlah 20 orang yang tersisa sedangkan musuh mereka berjumlah 500 orang dan masih lengkap.
Tar,tar,tar,bruakk!!
"Gadis laknat berani kau mengganggu urusan kami Sekte Gajah Pelangi Sakti dari Lembah Neraka !!" Hardik pimpinan dari sekelompok orang berperawakan besar dan wajah warna pelangi.
"Orang -orang liar yang layak mati di tangan ku.."
Kata Alina menebarkan sabuk sutra putih yang sangat hebat sekali melucuti sejumlah orang itu.
Wut,tar,tar,brukk!!
He Shu Huan meluncur masuk ke dalam aula utama Sekte Kun Lun Pai dan ia menggerakkan tangan kirinya dengan ilmu sinkang naga api ke arah pria bertubuh tengkorak yang sedang hadapi seorang pemuda yang menggunakan pedang.
Wush,plakk,brush,brukk!!
Pria tengkorak itu terbakar hangus oleh He Shu Huan.
"Thaihap ,terimakasih atas pertolongan mu pada teecu."Kata pemuda itu menjura hormat kepada He Shu Huan.
__ADS_1
"Siapakah kau anak muda dan apa hubungan mu dengan Sekte Kun Lun Pai?" Tanya He Shu Huan berwibawa.
"Saya Shi Lin dari Kota Man An dan saya tak sengaja melewati gunung Kun Lun di dalam misi perantauan saya dan saya tak sengaja melihat kakek Xing yang terluka di dekat sungai bawah lembah gunung Kun Lun,lalu locianpwe itu minta tolong kepada hamba untuk menyelamatkan Sekte Kun Lun Pai yang di serang oleh Sekte Iblis Gajah Pelangi dan Sekte Iblis Tengkorak Generasi Baru."Jawab Shi Lin pemuda usia 17 tahun.
"Shi Lin ? Jadi kau Shi Lin yang di buru oleh para kaum dunia hitam karena pusaka yang berada di dalam pedang seruling hitam mu itu?"Tanya He Shu Huan memandang kagum Shi Lin.
"Iya,anda benar sekali saya Shi Lin murid dari Raja Dewa Phoenix Emas dari Sekte Phoenix Emas di daerah perbatasan Tionggoan dan Kerajaan Nepal dan saya dapat tugas dari Guru untuk mencari dan menemukan batu emas pusaka Kerajaan Nepal yang hilang."Jawab Shi Lin seraya bertarung sengit melawan para musuh Kun Lun Pai lainnya di aula utama Sekte Kun Lun Pai.
Wuttt,crak,crak!!
Shi Lin menggunakan pedang kayu hitam di tangan kiri membabat habis para musuh dengan ilmu pedang kayu hitam sakti.
He Shu Huan menggerakkan tangan kanannya membentuk segitiga menghantam hancur para murid Sekte Gajah Pelangi Sakti yang membunuh para murid Sekte Kun Lun Pai.
Wussh,bress!!
"Augghh!! " Teriakan kematian para murid Sekte Gajah Pelangi Sakti .
He Shu Huan melompat dengan gerakan ilmu ginkang naga mencengkeram bumi menghantam hancur para Sekte Iblis Tengkorak melalui ujung sepatunya bergerak bagaikan liukan naga saja.
Wush,dukk,desss!!
Bi Guan membabat para musuh dengan golok langit naga yang dashyat di sekitar pintu masuk di Sekte Kun Lun Pai.
Wutt,crak,crakk!!
Ming Ming menerjang dengan ilmu pedang Gobi membabat habis para musuh di sisi kanan Alina yang mencambuki para musuh dengan sabuk sutra putih.
Tar,tar,tar,kres!!
Bi Jin Xiao meluncur bersama dengan Wen Hui Ling menghancurkan para musuh dengan ilmu pedang gabungan mereka yang sangat hebat di sekitar sisa murid Sekte Kun Lun Pai.
Wush,crakk,bress!!
"Aughh!!"
Teriakan kematian para musuh dari Sekte Gajah Pelangi Sakti dan Sekte Iblis Tengkorak yang sangat ganas sekali sampai sisa Sekte Kun Lun Pai berhasil di selamatkan oleh mereka berdua.
Bersambung..!!
__ADS_1