PENDEKAR TRISULA MAUT

PENDEKAR TRISULA MAUT
PUKULAN PENCABUT SUKMA


__ADS_3

"He... he, dua tokoh silat yang katanya lihay dan terkenal, nyatanya hanya nama-nama kosong belaka, menyerang main keroyok!”, kata Iblis Pencabut Sukma dengan suara lantang.


Pengemis Mata Buta, meskipun tokoh silat jahat golongan hitam, tapi mendengar ini segera bersurut mundur dan berkata . "Saudara Pengemis Kaki Pincang, bereskan biang malapetaka ini!". 


"Tak usah khawatir, Saudara Mata Buta”, menyahut Pengemis Kaki Pincang. "Tapi aku tidak begitu senang menghadapi manusia yang sembunyikan muka dibalik kerudung". 


Habis berkata begini, dengan keluarkan jurus "garuda sakti,” maka berkelebatlah Pengemis Kaki Pincang. Demikian cepat gerakannya sehingga tak terduga sama sekali oleh Iblis Pencabut Sukma. 


"Sreet" ! 


Maka robek dan tanggallah kerudung merah Iblis Pencabut Sukma. Dan terkejutlah Pengemis Kaki Pincang. Muka Iblis Pencabut Sukma nyatanya benar-benar menyeramkan seperti iblis. Keseluruhan mukanya hancur oleh bopeng-bopeng yang besar-besar (bopeng \= burik). Kedua matanya sangat besar dan menjorok ke muka serta jereng (juling). Hidungnya hampir sebesar telapak tangan dan pesek lebar menutupi pipinya yang cekung. Bibirnya sangat tebal dan tak bisa dikatupkan sehingga kelihatanlah gigi-giginya yang besar-besar dan busuk.


Kejut Pengemis Kaki Pincang hanya seketika. Menyusul terdengar suara tertawanya membahak. "Aha... kiranya Iblis Pencabut Sukma bermuka terlalu buruk, lebih buruk dari iblis sungguhan. Pantas sembunyikan muka dibalik kerudung". 


Iblis Pencabut Sukma mendongak ke atas. Hidungnya keluarkan suara mendengus. "Jangan harap kau bisa selamat dalam tiga jurus, setan alas!”, bentaknya. 


Dan disaat itu Pengemis Kaki Pincang sudah melayang sebat ke mukanya. Dua tangan terpentang kemudian membuat enam serangan beruntun yang disusul oleh empat tendangan dahsyat. Iblis Pencabut Sukma mengaum macam harimau lapar. Sekali dia berkelebat maka lenyaplah tubuhnya dan pada sekejapan mata kemudian sinar merah berbentuk kipas menggelombang menyerang Pengemis Kaki Pincang.


 "Saudara Kaki Pincang! Hati-hatilah", memperingatkan Pengemis Mata Buta. 

__ADS_1


"Ah, cuma pukulan picisan begini siapa yang takut!", sahut Pengemis Kaki Pincang seraya lompat tiga tombak ke atas. 


Serangan lawan berhasil dielakkan oleh Pengemis Kaki Pincang. Dengan geram Iblis Pencabut Sukma lompatkan diri pula ke udara seraya lancarkan jurus "menendang langit menjungkir awan". Karena jurus ini mempergunakan lebih dari setengah bagian tenaga dalamnya, maka tak ampun Pengemis Kaki Pincang mencelat ke atas panglari (loteng). Loteng bobol. Beringas sekali, sesudah berhasil lepaskan diri dari jepitan papan-papan loteng, Pengemis Kaki Pincang cabut pipa besarnya dari balik pakaian yang bertambal-tambal. Sekali menyedot, sekali menghembus maka melesatlah asap pipa yang pekat kelabu dan mengandung racun ganas. 


"Ilmu rongsokan macam ini tak perlu dipertontonkan padaku, Kaki Pincang!”, ejek Iblis Pencabut Sukma. 


Tangan kanannya diangkat ke atas lalu ditarik ke belakang. “Pukulan pencabut sukma”. Pengemis Kaki Pincang dengan cepat kerahkan tenaga dalamnya. Tapi apa daya. Dia tak bisa selamatkan diri. Isi perutnya serasa dibetot, nafasnya serasa disedot dan "puah...!". 


Pengemis Kaki Pincang muntah darah. Laksana daun kering, tubuhnya yang tak bernyawa itu melayang ke bawah dan terhampar di lantai. Perkataan Iblis Pencabut Sukma yang menyatakan bahwa dia akan membunuh lawan dalam tiga jurus, kini terbukti. Dengan tengadahkan mukanya yang seram itu, Iblis Pencabut Sukma tertawa panjang laksana serigala lapar di malam buta. Mengkerutlah wajah Pengemis Mata Buta. Urat-urat lehernya menggelembung. Pelipisnya bergerak-gerak sedang rahang-rahangnya bertonjolan. 


"Pengemis Mata Buta, hanya kau yang tinggal kini. Apa masih berkeras kepala untuk tidak mau serahkan apa yang kuminta...?!". 


"Akh... kalau begitu kasihan sekali. Perkumpulan Pengemis Darah Hitam rupanya sudah ditakdirkan para iblis musti musnah hari ini". 


"Perkumpulan Pengemis Darah Hitam tidak musnah! Sebaiknya bersiaplah untuk menghadap setan neraka, manusia iblis! Manusia iblis macammu memang tempatnya pantas di neraka!". 


Habis berkata demikian maka Pengemis Mata Buta masukkan tangan kanan ke balik jubah bertambal-tambalnya. Begitu tangan keluar maka bergemerlaplah sinar hitam sebilah pedang. Tergetar juga Iblis Pencabut Sukma melihat sinar senjata ini. 


"Jika kau punya senjata bagusnya lekas dikeluarkan, Iblis!", berkata Pengemis Mata Buta. 

__ADS_1


"Untuk menghadapi manusia buta macam kau, perlu apa pakai senjata segala?! Majulah, tanganku sudah gatal-gatal untuk mencabut nyawamu!". 


"Jangan mimpi Iblis!", bentak Pengemis Mata Buta. Sekali dia melompat ke muka maka berkiblatlah taburan sinar hitam dari sambaran pedangnya. 


Dan... "Plak"


Tubuh Iblis Pencabut Sukma terdorong beberapa langkah kebelakang. Terkejutlah Pengemis Mata Buta ketika mengetahui bahwa lawannya tidak mendapat satu celaka apapun, akibat ilmu pukulan "telapak tangan minta sedekah" yang sangat diandalkannya itu, padahal dalam ilmu pukulan ini dia sudah melatih diri sampai sepuluh tahun. 


Rasa terkejut dan kecewa melihat pukulannya hampa belaka membuat dalam kejapan itu Pengemis Mata Buta menjadi sedikit lengah. Dan kesempatan ini tiada disia-siakan oleh lawan. Iblis Pencabut Sukma kirimkan satu tendangan ke perut lawan. Tak ampun lagi Pengemis Mata Buta jatuh duduk terkapar di lantai. Belum lagi dia sempat bangun maka lawan sudah gerakkan tangan lancarkan pukulan "pencabut sukma". 


Pengemis Mata Buta merasakan adanya kekuatan dahsyat yang menyedot tubuhnya, segera dia buang diri ke samping. Tapi kasip. Perutnya terbetot menggelegak. Darah segar menyembur dari mulut. Tubuhnya kelojotan seketika. Sebelum meregang nyawa, manusia ini masih bisa keruk saku jubahnya dan lemparkan selusin paku darah hitam ke arah lawan. Ini tiada artinya bagi Iblis Pencabut Sukma. Dengan satu kebutan lengan baju maka mentallah paku-paku beracun itu. 


Selama beberapa ketika terdengarlah suara tertawa Iblis Pencabut Sukma. Tertawa yang membuat kedua matanya yang juling menjadi basah oleh air mata. Manusia bermuka seram bopeng ini kemudian membungkuk di hadapan Pengemis Mata Buta. Tangannya menggeledah di balik jubah bertambal-tambal mencari keris Tumbal Wilayuda. Bila bertemu segera diselipkan dibalik pinggangnya. Kemudian dia melangkah ke hadapan sosok tubuh Anjarsari yang saat itu tiada sadarkan diri karena telah ditotok jalan darahnya sewaktu dilarikan oleh Lah Simpong. 


Iblis Pencabut Sukma memandang dengan mata berkilat-kilat ke tubuh Anjarsari yang pakaiannya berada dalam keadaan tak menentu. Dia menyeringai penuh arti. Dibelainya pipi gadis itu. Betapa lembut dan halusnya. Dirabanya dadanya. Menggeletar tubuh Iblis Pencabut Sukma. Kalau tidak ingat bahwa dia musti lekas-lekas meninggalkan tempat itu maulah dia mengikuti segala lampiasan nafsunya. 


Dipanggulnya tubuh gadis itu di bahu kiri kemudian dia melangkah ke hadapan Sultan yang terbujur di lantai dan juga dalam keadaan tak berdaya karena ditotok. Sewaktu Iblis Pencabut Jiwa membungkuk pula untuk mengempit tubuh Sultan, tiba-tiba berkelebatlah sesosok bayangan biru dan tahu-tahu tubuh Sultan disambar lalu dibawa lari. 


Kejut Iblis Pencabut Sukma tentu saja tiada terlukiskan. "Kurang ajar! Hai, berhenti!", teriaknya memerintah.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2