PENDEKAR TRISULA MAUT

PENDEKAR TRISULA MAUT
TAK TAHU MALU!!


__ADS_3

Dengan ilmu silat ini Si Bayangan Setan bermaksud menjepit lengan kanan lawan kemudian mematahkannya. Tapi lagi-lagi Si Bayangan Setan tertipu, karena begitu dia merasa ilmu silatnya tadi akan berhasil mencelakai lawan, tiba-tiba Candra Masa berseru keras. "Awas leher!" 


Dan laksana pedang lengan kanannya berkiblat menyaput dan menderu ke batang leher Si Bayangan Setan. 


"Heyyah!" 


Si Bayangan Setan membentak nyaring sehingga lantai panggung yang terbuat dari papan menjadi bergetar sedang tubuhnya sendiri lenyap dari pemandangan. Dengan ilmu meringankan tubuh. Candra Masa meskipun kalah pengalaman masih dapat melayani lawan dalam jurus kedua yang hampir tamat dan mencapai puncaknya itu."Jaga kepala!" seru murid Partai Telaga Wangi itu. 


Sewaktu lengan lawan menebas ke arah leher, Si Bayangan Setan berhasil mengelakkan dan kini begitu terdengar seruan lawan maka tak ayal lagi dia segera merunduk cepat dan laksana kilat menyodokkan ke muka dua jotosan sekaligus. Satu menyerang dada satu menyerang ulu hati. Namun cara mengelak dan menyerang yang dilancarkan oleh Si Bayangan Setan ini terlalu kesusu dan sembrono sekali. Lengan lawan yang ,memang disangkanya hendak menetak kepalanya, tiba-tiba dengan kecepatan yang luar biasa berputar ke bawah dan naik lagi ke atas di antara kedua lengannya dan..... "Buk!" 


Tubuh Si Bayangan Setan terjajar ke belakang. Tangan kanannya mengusap-usap dada yang kena terpukul. Sorak sorai para hadirin tiada terlukiskan. Banyak di antara mereka yang benar-benar mengagumi kegesitan dan kecepatan serta kehebatan permainan silat Candra Masa. Meski muda belia dan baru muncul di dunia persilatan, namun telah berhasil melayani nama besar Si Bayangan Setan, bahkan mengalahkannya dalam dua jurus pertandingan. 


Candra Masa menjura kepada para hadirin. Dan karena merasa bahwa pertandingan tersebut sudah selesai dimana dia berhasil memukul lawan dalam jurus kedua tadi, maka Candra Masa memutar tubuh dan siap-siap untuk menjura ke hadapan guru atau Ketua Partai Telaga Wangi, untuk kemudian kembali ke tempatnya. Namun di saat itu pula terdengar Sentakan Si Bayangan Setan. 


"Orang muda, tunggu dulu! Aku masih belum kalah!" 


Pihak Partai Telaga Wangi lebih-lebih Candra masa sendiri jadi terkejut dan heran. Demikian pula para hadirin.  


"Bayangan Setan, apakah maksudmu. ..? " tanya Candra Masa pula. 


"Aku belum kalah! Aku sama sekali tidak mengaku kalah!" 


Candra Masa hendak menyahuti, namun dari deretan hadirin sebelah Barat lagi-lagi terdengar suara manusia yang tak dikenal tadi. 


"Bayangan Setan, apakah kau betul-betul tak punya hati setan dan bermuka tembok? Sudah kena Digebuk dalam dua jurus masih mau menantang? Sesuai dengan janjimu mustinya kau sudah minggat dari atas panggung dan tak perlu memakai gelar Si Bayangan Setan lagi!" 

__ADS_1


"Keparat bangsat rendah!" hardik Si Bayangan Setan sambil memutar badannya ke arah Barat. Pandangan matanya liar dan memancarkan amarah yang meluap. "Jika punya nyali harap unjukkan diri dan naik ke atas panggung!" 


Jawaban dari panggung sebelah Barat adalah suara tertawa mengekeh yang membuat. Semakin meluapnya amarah Si Bayangan Setan. "Pemuda yang katamu masih bau air ***** itu saja belum sanggup kau hadapi, apalagi mau menantang aku!" 


Si Bayangan Setan benar-benar kehilangan muka diejek demikian rupa di hadapan sekian banyak tokoh-tokoh persilatan. "Bocah bau air ***** ini masih mending dari kau yang tak punya nyali untuk naik ke atas panggung!" 


Kemudian dengan cepat Si Bayangan Setan memutar tubuh menghadapi Candra Masa kembali. Tangan kanannya bergerak ke balik jubah dan sesaat kemudian dia sudah memegang sebuah senjata berbentuk pendayung yang terbuat dari besi hitam legam!


"Orang muda harap keluarkan kau punya senjata dan mari hadapi lagi aku barang satu dua jurus!" kata Si Bayangan Setan pula. 


Melihat gelagat yang tidak baik ini, sedang dipihak hadirin ada yang terus bersorak membakar semangat Si Bayangan Setan dan ada pula yang memaki manusia ini, maka Ketua Partai Telaga Wangi segera berkata: "Saudara Bayangan Setan, kuharap kau sudah menuruti segala aturan yang kau buat sendiri tadi dan mohon supaya meninggalkan panggung. Bukankah maksudmu untuk menguji terhadap Partaiku sudah kesampaian... Dan kami berterima kasih atas kesediaanmu untuk mau melakukan ujian itu tadi “. 


"Jika aku bisa buat aturan, aku bisa pula melanggarnya!" jawab Si Bayangan Setan dengan suara keras lantang. 


"Aku datang ke sini bukan untuk mengikuti dan menghormat kepada segala macam aturan apapun! Kalau muridmu tidak punya nyali, kau sendiri pun maju akan lebih baik”. 


Kelamlah paras keseluruhan anggota Partai Telaga Wangi, lebih-lebih ketiga putera Dewa Pedang serta Suwita isteri Dewa Pedang mendengar ucapan Si Bayangan Setan yang mengandung penghinaan itu. Namun Dewa Pedang sendiri anehnya masih tetap bisa berlaku tenang-tenang duduk di kursinya. 


"Ketua!" seru Candra Masa pula. "Harap kau memberi izin padaku untuk menghadapi lagi manusia yang tidak tahu aturan dan tak tahu peradatan serta tak tahu diri ini!" 


"Baik Candra, tapi kali ini hati-hatilah ...." jawab Ketua Partai Telaga Wangi pula. 


Mendengar ini maka tak menunggu lebih lama Candra Masa segera cabut pedangnya yang terbuat dari perak murni sehingga sinar matahari membuat senjata itu berkilauan.


Begitu melihat lawan memegang senjata, maka Si Bayangan Setan dengan penuh bernafsu segera melancarkan serangan ganas diiringi bentakan dahsyat: "Terima jurus kematianmu ini orang muda!" 

__ADS_1


Besi hitam yang berbentuk pendayung itu menderu ke arah Candra Masa dengan dahsyatnya. Si pemuda dengan gesit melompat ke samping, dan dari samping kemudian dengan cepat mengirimkan serangan pedang. Maka kelihatanlah sinar hitam dari senjata Si Bayangan Setan saling gulung bergulung dengan sinar putih pedang Candra Masa. 


Hampir berakhir jurus yang sangat hebat itu tiba-tiba terdengarlah jeritan Candra Masa. Pedangnya mental tapi lekas disambar kembali dengan tangan kiri. Pemuda ini kemudian melompat mundur ke belakang. Lengan kanannya kelihatan terkulai dan mengucurkan darah. Senjata lawan telah mematahkan tulang lengan itu. 


"Bayangan Setan!" seru Dewa Pedang. "Pertandingan ini diadakan bukan untuk saling mencelakai satu sama lain, tapi hanya untuk menguji tingkat kepandaian dalam ilmu silat ...." 


Si Bayangan Setan mendengus dan tertawa buruk. "Kalau pihakmu kalah, kau banyak bicara. Silahkan suruh maju anggotamu yang lain!" 


Semantara itu Candra Masa setelah menjura terlebih dahulu kepada Ketua Partainya segera kembali ke tempat, dan beberapa anggota Partai turun memberi bantuan mengobati tangan Candra Masa yang patah. Dari samping kanan tiba-tiba melompat sesosok tubuh. Ternyata dia adalah Suralangi, Pengurus Partai Telaga Wangi daerah Selatan. 


Sambil menjura di hadapan Dewa Pedang berkatalah laki-laki berbadan pendek tapi tegap kekar ini: "Ketua, mohon izinmu untuk menghadapi manusia ini!" 


Dewa Pedang menjawab dengan anggukkan kepala. Suralangi cabut pedangnya dan melangkah ke hadapan Si Bayangan Setan.


"Harap kau sudi memberi sedikit pelajaran padaku," kata Pengurus Partai Daerah Selatan ini. 


Bayangan Setan menyeringai. "Silahkan kau memulai lebih dahulu," katanya. 


Maka tidak sungkan-sungkan lagi Suralangi segera kiblatkan pedang peraknya. Dengan mengeluarkan jurus terhebat dari ilmu pedang ciptaan Dewa Pedang yang dinamai "Seribu Pedang Mengamuk", maka Suralangi dalam sekejapan mata sudah mengurung lawan dengan sambaran-sambaran pedang yang dahsyat.Jubah hitam Si Bayangan Setan sampai berkibar-kibar oleh siuran angin pedang. Diam-diam Si Bayangan Setan terkejut juga melihat permainan pedang lawan. Segera diputarnya senjatanya dengan sebat. Beberapa kali senjata kedua orang itu saling beradu keras dan nyaring serta memercikkan bunga api. 


Lima jurus berlalu dengan cepat. Sampai sekian lama keduanya kelihatan seimbang. Lima jurus lagi berlalu di bawah penyaksian puluhan pasang mata para hadirin.


BERSAMBUNG....


( Jangan lupa like nya ya teman-teman, biar author lebih semangat updatenya. mumpung bulan puasa, author libur sebulan dari kegiatan motret ) 😅

__ADS_1


__ADS_2