Penyesalan Suami: Mengejar Cinta Mantan Istri

Penyesalan Suami: Mengejar Cinta Mantan Istri
Part 53 ~ Teman lama


__ADS_3

Raka mulai mendatangi restoran yang pernah menjadi tempat pertemuan Riska dan Resti. Kali ini, Riska tidak menemaninya. Wanita itu, sedang ada pekerjaan lain. Setelah menunggu hampir dua jam, Raka belum bisa menemukan mantan istrinya itu.


Ia pun memilih melanjutkan pekerjaannya lebih dulu. Sore harinya, Raka kembali ke tempat itu. Lagi, lagi, ia tak menemukan Resti. Tak berhenti sampai di situ, Raka terus melakukan hal yang sama selama satu minggu.


Raka mulai frustasi. Ia mulai berpikir, bila Resti akan menghindarinya. Itu benar! Resti pasti berpikir, Riska akan memberitahu keberadaanku. Astaga ... apa karena ini dia tak muncul? Raka hanya mampu menghela napasnya panjang.


Dengan langkah lunglai, Raka meninggalkan restoran itu. Langkahnya terhenti, kala seorang bocah menabrak dia. Anak tersebut hampir terjatuh, bila Raka tak menangkap tubuh mungilnya.


"Kamu gak apa-apa?" tanya Raka panik.


"Gak kok, Om. Adam baik-baik aja. Maaf, ya, Adam udah nabrak, Om," ucap Adam dengan nada lembut.


"Gak apa, Sayang. Yang penting, kamu gak luka." Raka mengusap lembut rambut Adam.


"Adam! Mama, 'kan udah bilang, jangan lari-lari," omel Chintya.


Mendengar omelan sang ibu, Adam bersembunyi di balik punggung Raka. Melihat tingkah lucu anak itu, senyum Raka mengembang.


"Kamu ...." Chintya baru menyadari keberadaan Raka di sana, saat menatap pria di depannya.

__ADS_1


Raka mengangkat pandangannya pada perempuan itu. "Loh, Chintya!" Raka terkejut melihat siapa wanita di depannya.


"Raka!" Chintya menepuk keras lengan Raka. Wanita itu tersenyum senang melihat teman sekolahnya dulu.


Mereka pun mencari tempat untuk saling bertukar kabar. Hampir sepuluh tahun mereka tidak bertemu. Chyntia menyadari, ada sesuatu yang terjadi pada temannya itu.


"Lo ke Yogya ngapain?" tanya Chintya mengawali.


"Mencari seseorang," jawab Raka. Wajahnya terlihat sendu.


"Siapa? Sorry, gak maksud kepo dengan urusan lo. Cuma, siapa tahu gue bisa bantu."


Chintya terkejut mendengar ucapan raka. Selama beberapa detik, wanita itu terdiam. Ia baru tersadar, saat Raka menepuk punggung tangannya.


"Sorry. Gue gak tahu Lo udah merried. Ngomong-ngomong, boleh tahu alasan kalian bercerai?" tanya Chintya hati-hati.


Raka menatap dalam Chintya. Hal itu membuat Chintya tak enak hati. Namun, Raka mulai menceritakan tentang hubungannya dengan mantan istri, tanpa menyebutkan nama Resti. Bagaimana ia telah menyakiti hati wanita itu, bahkan membuatnya kehilangan bayi mereka.


"Lo keterlaluan!" geram Chintya dengan nada rendah.

__ADS_1


Tak ada pembelaan dari Raka. Ia hanya menundukkan kepala dan menerima setiap ucapan Chintya. Sebagai wanita, jelas Chintya bisa merasakan apa yang mantan istrinya alami.


"Jadi, siapa selingkuhan Lo?" tanya Chintya.


"Riska Maharani."


Dahi Chintya berkerut dalam mendengar nama itu. "Model?"


Raka menganggukkan kepala membenarkan. Terdengar helaan napas panjang dari Chintya. Hal itu, membuat Raka penasaran.


"Apa lo mengenal dia?" tanya Raka.


"Tentu saja. Kau tahu, dia adalah model yang rela menjual tubuhnya, demi mendapatkan job. Gaya hidupnya yang glamour, semakin menjerumuskan dia."


Raka tertawa mendengar penuturan Chintya. Melihat itu, Chintya tahu pasti, bila temannya itu tidak mengenal Riska dengan baik.


"Oh, ayolah. Jangan melebih-lebihkan. Dia tidak seburuk itu."


Sebelah alis Chintya terangkat. "Lo masih cinta dia?"

__ADS_1


"Gak. Gue sadar, kalau cinta itu untuk mantan istri gue." Tatapan Raka terlihat menerawang.


__ADS_2