Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 101


__ADS_3

Setelah selesai bertemu dengan teman-temannya Riko langsung ke pergi kekantor karna ada berkas yang mau di periksa, dia memutuskan tidak berangkat ke kampus karna hanya ada satu mata kuliah aja, sedangkan Nanda juga begitu, ia memutuskan tidak ke kampus karna masih malas bertemu sama pak Denis belm lagi bagian sensitif nya masih terasa perih.


"permisi pak, ini pesanan anda, satu set gaun sama jasnya"ucap sekretaris Riko


"letakkan di atas sofa, terimaksih"ucap Riko tanpa menatap lawan bicaranya.


Setelah meletakkan paper bagnya sang sekretaris pun mengundurkan diri.


Setelah dirasa pekerjaannya selesai, Riko langsung beranjak keluar ruangan, tak lupa ia menenteng paper bag yang diberikan oleh Rinda.


Hari ini Riko pulang kerumah menjelang malam, hari ini sungguh sangat melelahkan baginya, tapi rasa lelah itu akan hilang ketika melihat wajah Nanda sang istri.


clekkk


Riko masuk kekamar, ia mengarahkan tatapannya ke setiap sudut kamar, matanya berhenti pada sosok gadis, ehh bukan gadis lagi tetapi sosok wanita yang sedang berdiri dibalkon.


Perlahan Riko berjalan mendekati si empedu, sangat pelan sekali, sampai2 si empedu tidak menyadari hadir sosok tersebut dari belakang.


"mikirin apa sih hmm..?"tanya Riko sambil menyenderkan dagu di bahu Nanda, tangan bergerak untuk memeluk Nanda dari belakang.


"sudah pulang..?"tanya Nanda


"jangan jawab pertanyaan ku dengan pertanyaan juga sayang..mikirin apa kamu..?"tanya Riko dengan lembut.


"apakah ayah bahagia melihat Nanda di posisi ini sekrng..?tanya Nanda sambil menatap ke arah lagi


"aku ngk papa kan rindu sama ayah,, aku rindu banget tau sama ayah"ucap Nanda dengan suara serak

__ADS_1


"itu salah satu bintang yang paling terang diantara yang lain, aku percaya senyum ayah pasti seterang itu ketika melihat aku disini, sudah menikah, punya suami yang perhatian, dan mertua yang baik"ucap Nanda sambil menunjuk ke arah salah satu bintang yang memancarkan cahaya nya.


"apakah aku bisa menganggap kak Riko ayah sekaligus suami buat aku"tanya Nanda sambil memengang tangan Riko yang sedang memeluknya dari belakang.


"ayah yang kamu rindukan masih ada nan, dia belm pergi jauh nan, bahkan tinggal satu kota sama kamu,"batin Riko


"cepat atau lambat kamu bakal tau, seperti apa ayah yang kamu rindukan itu nan,"batin Riko


"kak Riko" panggil Nanda menaikan satu tingkat suarahnya.


"ehhh iyh, apa syang, ngomong apa tadi hmm"tanya Riko


"kakak tadi nanya aku mikirin apa, bukan kamu yang seharusnya nanya begitu, tapi aku, kakak mikirin apa?"tanya Nanda sambil membalikkan badannya menatap Riko.


"menurut kamu aku mikirin apa..?"tanya Riko balik


"aku bakal berusaha menjadi sosok ayah dan juga suami buat kamu, ayah yang selalu mendukung putri kecilnya, dan suami yang selalu menjaga dan melindungi istri kecilnya"ucap Riko tulus sambil membawa Nanda kedalam dekapannya


Mendengar pernyataan tulus dari Riko, seketika hatinya menghangat, air matanya lolos begitu saja.


"maksih kak, aku janji bakal menjadi ank dan istri yang baik buat ayahnya dan suaminya"ucap Nanda berusaha tersenyum


"pasti itu, sebagai anak yang baik kamu nurut sama ayah, dan sebagai istri yang baik kamu harus bisa menampung anak"ucap Riko


"emang istri bisa menampung anak, kamu kira istri itu kanguru, bisa kantongin anaknya"ucap Nanda sedikit kesal sambil menghapus sisa air mata.


"bukannya istri itu bisa mengandung sayang, dan untuk sembilan bulan kedepan kamu harus menampung anak dong"ucap Riko sambil menatap wajah Nanda

__ADS_1


"ohh mengandung anak, sedikasihnya aja kak"ucap Nanda.


"iyh syaang,"ucap Riko mencium kedua mata Nanda bergantian, tidak lupa ia juga mencium bibir Nanda singkat.


"iyh sudh yuk, masuk angin ngk baik buat tubuh sayang"ucap Riko sambil menuntun Nanda masuk.


"oiyah ini ada s'telan gaun dan jas, buat besok dipakai ke acara ulang tahun Arni"ucap Riko


Mendengar nama Arni seketika tubuh Nanda bergetar, kejadian beberapa Minggu yang lalu terlintas lagi di pikirannya, untuk sepersekian detik nya ketakutan itu kembali menghantui pikiran Nanda.


"kakak yakin, akan mengajak aku kesana,"ucap Nanda dengan suara bergetar.


"hey kenapa syang, kamu ngk usah takut, ada ayah sama bunda juga, ada egan, Yogi sama Riyan juga disana, kalau kamu bersma aku jangan pernh merasa takut syang, karna aku akan menjaga dan melindungi kamu sebisaku"ucap Riko menyadari ketakutan Nanda, sejenak ia membawah Nanda ke dalam dekapannya.


"kan aku udh janji, menjadi sosok ayah dan juga sosok suami buat kamu"ucap Riko sambil mencium pucuk kepala Nanda.


"aku percaya sama kak, makasih iyh"ucap Nanda lirih menyenderkan kepalanya di dada bidang Riko.


"iyh sayang, iyh sudh aku mandi duluh"ucap Riko


"besok dandannya ngk usah cantik, soalnya tanpa polesan apapun kamu sudah cantik, nanti makin banyak lagi saingan aku"ucap Riko sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Iyah bawel, sana mandi, kakak bau assap"ucap Nanda tersenyum


Lalu Riko melaksanakan ritual mandinya, lain hal dengan nanda, ia menyiapkan baju buat Riko, sambil menunggu Riko mandi, Nanda keluar dari kamar berjalan menuju dapur untuk membuat Riko segelas kopi hangat.


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 lupa like

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak kesalahannya, mulai dari s'pasi, titik koma, dan pemilihan katanya


__ADS_2