
Setelah beberapa saat bunda Tika dan teman2 Riko pun datang.
"pagi sayang, ngimna udh enakan badannya..?"tanya bunda sambil meletakkan bekal di atas meja.
"sudh Bun, badan Nanda sudah baikan kok, kabar bunda ngimna, kangen aku tuh."ucap Nanda manja kepada bunda Tika.
"ehh kamu yang sakit, kok malah nanya kabar bunda sih sayang.."tanya bunda mencium kening Nanda, sedangkan Nanda hanya tersenyum mendapat ciuman hangat dari bunda Tika.
"ayah mana Bun, kok ngk ada..?"tanya bunda sambil melihat kearah pintu.
"ayah langsung ke kantor syaang, nanti pas makan siang ayah kesini katanya, kamu makan duluh ngih, pesanan kamu sudah bunda bawakan nih"sambil membantu Nanda makan, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil menerima suapan dari bunda Tika.
Sedangkan Riko,Yogi, dan egan terlibat obrolan kecil di sofa yang ada dikamar, membiarkan bunda tika dan Nanda melepas masa rindunya.
"Riyan mana?"Riko karna tidak melihat batang hidung sahabat bijaknya itu.
"nanti nyusul njar, masih ada urusan.."jawab egan
"trus selanjutnya ridho kita apain nih, atau langsung diserahkan ke polisi"tanya Yogi.
"gue belm kepikiran langkah selanjutnya, yang gue pikirin sekrng adalah kesehatan Nanda, dia menjadi trauma berat, ditambah lagi luka goresan di wajah sama leher Nanda,"ucap Riko khawatir mengingat kondisi Nanda, gadis itu selalu saja terlihat baik2 aja, dia selalu mencoba tersenyum untuk menutup ketakutannya, padahal Riko tau dibalik senyuman Nanda terdapat trauma yang harus di hilangkan
"apa mungkin ridho sempat bermain benda tajam, kenapa Nanda mendapat sebuah goresan..??tanya egan
"sepertinya begitu, tapi gue belum nanya pastinya sama Nanda, takut dia histeris lagi, pokoknya sekap aja duluh ridho disana, pastikan tidak ada yang tau tempat itu,gue mau bals dendamnya Nanda duluh baru kita serahkan kepolisian"ucap Riko menahan emosi,sedangkan mereka hanya mengangguk tersenyum.
tok
tok
__ADS_1
tok
Pintu terbuka, ternyata Vivi dan Riyan sudh datang,Mereka mengedarkan pandangannya mencari sosok Nanda.
"Nanda.."teriak Vivi sambil berhambur ke dalam pelukkan nanda, sedangkan Nanda hanya tersenyum sambil menyambut pelukkan Vivi.
"kangen banget aku tuh, kamu udah baikan, ngk ada yang terluka kan,aku khawatir tau.."ucap Vivi, sambil memeriksa badan Nanda.
"aku udh sehat kok, palingan besok udh bisa pulang juga"ucap Nanda sambil tersenyum.
"ehh Tante, kenalin Vivi teman kelasnya nanda"ucap Vivi menyalim tangan bunda Tika, sedangkan hanya tersenyum sambil mengelus rambut Vivi.
"panggil bunda sayang, jangan panggil Tante, saya orang tua Riko, mertuanya Nanda"ucap bunda Tika
"iyh Tan....eh bunda"ucap Vivi.
Setelah beberapa saat menjenguk Nanda, akhirnya mereka pun undur diri, membiarkan Nanda beristirahat supaya lekas sembuh,
Sekrng yang ada diruangan cuma tersisa Riko dan Nanda, Nanda yang sedang beristirahat sementara Riko berselancar di dunia kerja lewat laptopnya, karna beberapa hari ini pekerjaan sudh menumpuk.
"ngimna udh dapat apa yang pesan, saya butuh besok"tanya Riko dibalik telponnya.
"sudh tuan, barang sudh dpat,tinggal tungguh kpn mainnya aja"ucap seseorang diseberang.
"tunggu instruksi dari sana"ucap Riko langsung mematikan telepon sepihak.
Setelah selesai berselancar dengan laptop dan ponselnya kini Riko memandangi Nanda yang sedang tertidur pulas, sesekali Riko mengelus lembut pipi Nanda, bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman, meskipun terdapat luka goresan di pipi Nanda tetap saja gadis itu tetap cantik, itu yang membuat Riko terpikat dengan Nanda, masih tetap cantik tanpa polesan make up sedikit pun.
"gue bakal balas, apa yang terjadi selama ini smaa Lo nan, gue bakal habisin sampai ke akar-akarnya"batin Riko tersenyum licik.
__ADS_1
Karna merasa ada yang mengusik tidurnya Nanda pun terbangun dari tidurnya, ditambah lagi efek tenggorokan mulai kering.
"kak.."panggil Nanda pelan
"apa sayang."jawab Riko
"tolong minum"ucap Nanda
Riko dengan sigap mengambilkan minum buat Nanda dan membantu Nanda minum.
"kak.."panggil Nanda lagi
"apa syangku.."jawab Riko gemas.
"kapan aku pulang, aku bosan tau disini, lagian aku udh sehat kok"ucap Nanda memohon kepada Riko
"belm bisa syang, kamu harus sembuh betul,lihat luka di lehermu aja belm kering betul itu"ucap Riko berusaha memberi pengertian kepada Nanda
"kenapa bosan hmm..? kan ada aku disini, kalau kamu bosan ngimna kalau kita jalan-jalan ke taman dekat sini"tawar Riko mencoba mengurangi kebosanan nanda
"emang dokter bolehkan kak..?"tanya Nanda ragu
"boleh dong sayang, kan cuma jalan-jalan aja, bukan pulang"ucap Riko sambil membantu Nanda naik ke kursi roda.
Kini Riko dan Nanda sudh berada di taman di samping rumah sakit, disana banyak orang-orang yang sedang sakit, mungkin mereka sama seperti Nanda, bosan dikamar dan memutuskan pergi ketaman.
"Nanda.."sapa seseorang, Mendengar suara Riko dan Nanda langsung mencari asal suara
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like
__ADS_1