Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 86


__ADS_3

"Nanda.."sapa seseorang, Mendengar suara Riko dan Nanda langsung mencari asal suara


Melihat sosok tersebut, Nanda dan Riko sama2 terkejut, Nanda menatap Riko sedangkan Riko hanya mengeleng pertanda tidak tau.


"gi..gilang...ga..gapain Lo disini.?"tanya Nanda tanpa menatap Gilang,sedangkan Riko hanya diam melihat mantan kekasih istrinya muncul lagi, yang membuat Nanda susah membuka hati buat dia


"jenguk teman tadi, eh pas lewat sini gue lihat lo, btw Lo sakit apa..?kok bisa sampai dirawat"tanya Gilang khawatir.


"emang sepenting itu buat Lo.?lagian bukan urusan Lo kan kalau gue sakit apa..?"tanya Nanda cuek, bukannya menjawab malah bertanya balik.


"astaga nan, gue cuma khawatir sma Lo, lagian Lo masih ingat kejadian pas SMA itu..?gue sendiri aja udh melupakan itu nan, gue akan berubah lebih baik lagi.."ucap Gilang dengan nada bersalah.


"mm..lupa..?Lo mudah melupakan itu karna ngk merasa tersakiti, dalam artian Lo yang menyakiti, iyh ngk masalh dong kalau kamu melupakan itu, trus apa kabar sama gue, Gue ngk tau apa-apa tiba2 dijadikan begitu, emang masih bisa ngituh gue lupain..?"ucap Nanda "gampang banget Lo iyh bilang lupakan, Lo tau ngk sih artian lupakan itu apa..?kalau ngk tau ngk usah so bijak di depan gue.."ucap Nanda


"ok nan, gue minta maaf, gue minta maaf karna udh pernh jadiin Lo sebagai bahan taruhan, tapi dari situ gue mengerti apa artian cinta yang sesungguhnya, dari situ gue merasakan sebuah ketulusan, sebelm berakhirnya hubungan kita gue udh jatuh cinta sama Lo"ucap Gilang hendak memengang tangan Nanda, tapi langsung di tepis oleh Nanda.

__ADS_1


Mendengar pernyataan Gilang Nanda hanya ber o ria saja.


Melihat ketidak nyamanan nanda, Riko langsung mengajak Gilang untuk berbicara empat.


"gue perlu bicara berdua smaa Lo"ucap Riko menatap tajam gilang


"sayang bentar iyh, jangan kemana-mana, aku mau ngomong bentar"ucap Riko mengelus rambut Nanda, lalu mencium pucuk kepala Nanda, sedangkan Nanda hanya mengangguk tersenyum.


Melihat kemesraan Nanda dan Riko Gilang hanya bisa tersenyum getir, harusnya dia lah yang di posisi itu bukan Riko, tapi karna kelakuannya membuat semua hancur dalam sekejam.


"Lo mau apa lagi muncul dihadapan kami,..?Lo belm puas udh nyakitin Nanda, emng Lo pikir hati Nanda itu kayak apa sih..?"ucap Riko


"oo iyh sorry, manusia tidak ada Titik kepuasannya, kayak belajar ekonomi pemasaran aja gue"ucap Riko tersenyum mengejek.


"gue akui, gue memang salah, dan gue kesini mau memperbaiki hubungan gue sama Nanda, duluh gue khilaf"ucap Gilang menatap punggung Riko.

__ADS_1


"ternyata semudah itu memperbaiki hubungan iyh, udh nyakitin,habis tuh kejar lagi lalu baikan"ucap Riko membalikkan badan


"gue heran dah, ternyata Lo masih punya muka iyh muncul dihadapan kita, mulai dari bandara sampai kesini, gue akui ke hebatan Lo, tapi nih kalau gue boleh kasih saran, Lo berhenti sampai disini, karna ujungnya perjuangan lo akan sia2"ucap Riko menekan setiap kata2nya.


"Lo siapanya nanda nyuruh gue berhenti berjuang, apapun caranya gue bakal tetap ngejar Nanda"ucap Gilang tersulut .


"kalau gue kasih hubungan gue smaa Nanda itu apa, takut Lo mati berdiri disini, jadi gue tekankan sekali lagi, Lo jauhin Nanda sebelm gue sendiri yang turun tangan,kali ini gue masih bisa ngomong baik2, tapi kalau Lo nganggu Nanda, gue ngk janji bisa ngomong baik2"ucap Riko menekankan setiap kata2nya, sambil mendorong bahu Gilang pelan.


"jangan pernh Lo sentuh gue dengan tangan kotor Lo bang..."ucap Gilang menepis tangan Riko dengan kasar


"kak..."teriak Nanda, ucapan Gilang terpotong karna teriakan nanda


"ayo masuk, aku mau pipis nih"teriak Nanda lagi, Mendengar hal itu Riko langsung berlari mendekati nanda


"maaf nunggu lama iyh sayang.."ucap Riko sambil mendorong kursi roda Nanda, sedangkan hanya tersenyum mengangguk, ia tidak ingin bertanya apa yang di omongin Riko sama Gilang, baginya itu suatu hal yang tidak penting.

__ADS_1


"sebahagia itu Lo ketika sama dia nan, gue mau mundur tapi gue masih syang banget sama Lo, disaat gue mau maju, Lo udh punya pawang di luar kendali gue nan"guman Gilang sambil menatap kepergian Riko dan nanda.


__ADS_2