Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 112


__ADS_3

Sampai di mobil air mata Nanda pun keluar begitu saja, ia menangis tanpa suara disana.


"kalau begitu saya pamit duluh, mau antar Nanda ke kampus"ucap riko.


"Riko om harap, kamu bisa memikirkan permintaan om"ucap Hendra menghentikan langkah Riko.


"yang jadi korban disini istri syaa om, walaupun saya pelapor, tapi semua keputusan ada ditangan Nanda, hanya ingin keadilan buat sesuatu yang menimpah nanda"ucap Riko


"dan lagi syaa kan coba diskusi sama Nanda, tapi saya tidak janji, karna pada garis besarnya pun syaa tidak setuju kalau Arni dikeluarkan begitu saja"ucap Riko lagi.


sampai di mobil Riko langsung membawa Nanda kedalam dekapannya,


"are you ok sayang..?"bisik Riko


"l'm ok "ucap Nanda lemah.


"kamu mau aku cabut tuntutan itu, semua tergantung kamu syaang, karna semua kakak lakukan buat kamu"ucap riko, mencium pucuk kepala Nanda.


"maksih kak, biarkan aku berpikir untuk beberapa hari ini"ucap Nanda.


"iyh sudh, keputusan tergantung kamu syang, sekrang kita berangkat kekampus, katanya ada kelas pagi kan"ucap Riko lembut, sedangkan Nanda hanya mengangguk.


Ketika sampai di kampus ternyata disana sudh ada Riko cs, Riko langsung membuka pintu mobil buat nanda.


"maksih kak.."ucap Nanda.


"kayaknya bahagia benar tuh muka.."ucap Yogi.


"iyh dong, kan sudh dikasih asupan gizi sama istri"ucap Riko


"asupan gizi apa..?"tanya egan penasaran.

__ADS_1


"yang jomblo ngk perlu tau, nanti kalian malah pengen lagi"ucap Riko meledek mereka.


"anj*r Luh, mentang2 udh nikah Lo"ucap egan yang menyadari arah ucapan Riko.


"kalau ngituh gue duluan, takut telat,"ucap Nanda malu.


"iyh sudh, aku berangkat ke kantor duluh, nanti pulang kuliah aku jemput iyh"ucap Riko, sekilas mencium kening Nanda.


"uhhh jomblo, jomblo"teriak Mereka serentak.


"iri aja Lo pada, eh btw gue titip absen lah, biasalah pagi ini gue ada meeting"ucap Riko


"aman ko, yang penting traktiran tetap jalan"ucap Yogi.


"Vi tungguin "teriak Nanda ketika melihat Vivi baru keluar dari mobil.


"ehh Nanda ,udh masuk aja Lo, iyh udh langsung masuk aja"ucap Vivi.


"astga kayak sama siapa aja, bisa dong, aku duluan Vi"ucap Nanda, ia mengerti kalau Vivi dan Riyan butuh waktu berdua untuk berbicara, meskipun ia tidak tau betul sampai dimna kedekatan mereka.


"Vi, boleh minta waktu sebentar.."ucap Riyan, Vivi hanya mengangguk, lalu ia berjalan kearah taman diikutin Riyan dari belakang.


"kalian duluan ke kelas"ucap Riyan seraya menyusul Vivi.


"sukses yan"teriak egan dan juga Yogi


####


Saat ini Riyan dan Vivi sudah berada disebuah taman kecil yang ada di kampus itu, untung saat ini kondisi sangat sepi, karna sebagain mahasiswa belm datang dan sebagian lagi sudh memulai mata kuliah, tergantung dosen pengampu, beberapa menit hanya tercipta keheningan, merka sama-sama hanya sekedar menyapa satu smaa lain.


"yang tadi malam siapa Vi..?"tanya Riyan dingin membuka obrolan.

__ADS_1


"siapa yang mana..?" tanya Vivi cuek.


"jangan jawab pertanyaan dengan pertanyaan Vi." ucap Riyan dingin, seketika Vivi diam.


"siapa yang tadi malam Vi..?"tanya Riyan lagi.


"cuma teman aja"


"teman aja, tapi harus lengket begitu, pakai acara gantarin kamu segala lagi"


"kamu kenapa sih, kok posesif ngituh smaa aku, terserah ku dong mau dekat smaa siapa, situ siapa ngatur-ngatur gue"


"kamu kenapa sih Vi setiap aku ingin mengenggam mu, disaat itu juga kamu semakin jauh"ucap Riyan.


"jangan terlalu mengenggam seseorang dengan perasaan, Karna seseorang itu bisa aja menghempaskan mu tanpa perasaan" ucap Vivi dingin.


"aku kamu tidak masuk dalam tipikal seseorang itu"


"disaat aku maju satu langkah, tapi kamu malah mundur dua langkah, emng kamu ngk bisa ngituh buka hati sedikit aja buat aku"ucap Riyan lagi


"kamu sadar atau pura-pura ngk tau kalau saat ini aku sedang berusaha dekat sma kamu, tolong bantu aku vi, aku ngk minta kamu buat langsung menerima aku, kita jalanin perlahan, dan aku hanya ingin membuktikan sama sama kamu kalau tidak semua laki2 itu sama"ucap riyan menaikan satu tingkat suaranya.


"aku sudh mencoba yan, memang hati aku belm siap."ucap Vivi


"kamu mencoba tapi bukan buat aku Vi, buat orang lain, kamu ngk lihat aku disini, kamu fokusnya sama orang lain"ucap Riyan.


"maksudnya ngimna"ucap Vivi


"kamu dengan mudah menerima orang lain ketimbang aku Vi, buktinya pas kemarin mau pesta aku tawarin buat jemput kamu, kamu malah bilang bawah mobil sendiri, tapi nyata nya, kamu diantar jemput sama orang itu Vi"ucap Riyan kesal.


"aku ngk mau kamu terlalu berharap banyak sama aku yan, aku ngk seperti perempuan pada umumnya, aku punya trauma sama laki2, masih banyak perempuan diluar sana yang mau smaa kamu, yang tidak mempunyai masa lalu buruk"teriak Vivi mulai menangis.

__ADS_1


terimakasih atas kunjungan dan dukungan


__ADS_2