
clekkkk
Nanda langsung menatap sosok siapa yang membuka pintu itu, disetiap seseorang yang masuk ruangan itu ia selalu berharap kalau yang datang itu adalah Riko yang akan menyelamatkannya. Tapi sayang harapannya tidak pernh kenyataan.
"Nanda..Lo knp nangis dan ini kenapa wajahmu ada goresan"ucap seseorang sambil memeriksa wajah Nanda.
Nanda masih diam, sebentar ia menutup matanya, berharap seseorang yang hadapannya sekrng hanyalah sebagai mimpi bualan semata, lama menutup matanya Nanda membuka mata kembali, dan iyh orng itu benar-benar nyata. Bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman berharap orang yang di depannya bisa mengakhiri semua penyiksaan yang di alami sedari tadi.
"kak...kak..kak Rid..kak ridho"guman Nanda tersenyum, sedangkan ridho hanya tersenyum mengangguk
"kak ridho bisa tolong bantu lepas ngk..aku mau pulang.."ucap Nanda berharap sama ridho, sedangkan ridho hanya mengeleng, melihat gelengan ridho, Nanda lagi2 ia menutup matanya berharap ia salah melihat gelengan itu.
"aku ngk bodoh Nanda, melepas kamu begitu aja, aku udh susah2 buat bawah kamu kesini"jawab ridho dengan sini
"maksudnya..?"tanya Nanda terkejut
"aku tau aiqumu tinggi Nanda, jadi harus kmu udh paham tujuan omongan aku kearah mana"ucap ridho, sedangkan Nanda hanya diam membisu memikirkan ucapan ridho
"jangan bilang kakak juga ikut campur dalam hal ini..?"tanya Nanda dengan mata berkaca-kaca, sedangkan ridho hanya mengangguk
"ternyata dalam kondisi kayak gini otak kamu cepat juga mikirnya iyh, ngk slaah Riko milih kamu jadi kekasihnya"ucap ridho menatap Nanda, lagi2 Nanda hanya diam mencerna ucapkan ridho
1detik
__ADS_1
2detik
dan
"kenapa kak..kenapa kakak sekap aku disini, aku salah apa ..?"teriak Nanda histeris setelah melihat anggukan ridho
"jawab...jawab...knp ..?"teriak Nanda lagi sampai terbatuk batuk, melihat Nanda dengan keadaan begitu ridho langsung menyuruh orang untuk mengambil air minum.
"nih minum duluh"ucap ridho sambil menyodorkan gelas ke mulut Nanda.
"gue ngk butuh minum, gua butuh alasan kenap Lo sekap gue disini, gue salah apa sama Lo"teriak Nanda sambil menatap tajam ridho, Mendengar Nanda memanggilnya pakai gue Lo, emosi ridho langsung naik, karna untuk pertama kalinya ia mendengar dari mulut Nanda gue Lo ketika memanggilnya, karna biasanya gadis itu memanggilnya dengan sebutan aku kakak.
"salah Lo, karna Lo udh nolak cinta gue Nanda, Lo nolak cinta gue dan malah jadian sama Riko"teriak ridho sambil melempar gelas yang ia pegang ke arah dinding
"apa...apa...Lo udh puas bukan melihat kondisi gue kayak gini, Lo udh puas lihat luka goresan dileher sama wajah gue...kurang apa lagi..jawab kurang apa lagi"teriak Nanda lagi menatap tajam ridho dengan keadaan pipinya sudh basah karena air matanya
"gue belm puas...gue belm puas, sebelm Riko sampai gila mencari keberadaan Lo, dan Lo ingat Riko ngk bakal datang kesini Nanda,.."teriak ridho sambil meninju tembok yang ada, sedangkan Nanda hanya bisa menangis dan menangis, ia tidak punya tenaga untuk melawan, selain perutnya yang kosong ditambah dengan kerongkongan yang kering.
"Lo ngk usah nangis lagi, gue ngk bisa lihat wanitaku menangis seperti ini"ucap ridho menurun satu tingkat suaranya sambil mengusap pipinya Nanda, sedangkan Nanda langsung memalingkan wajah ke arah lain.
"Lo tau ngk satu hal yang baru aja gue syukuri,,,gue bersyukur karna gue sudh menolak cinta Lo sebagai laki2 biadab, pengecut dan brengsek, gue benci sama Lo"teriak Nanda tanpa menatap ridho, Mendengar hal itu lagi2 emosi ridho naik tangan terangkat untuk menampar nanda
brammmmm
__ADS_1
Setelah menampar pipi nanda, ridho langsung melihat tanganya, ia akui, saat ini ia sangat membenci tangannya yang sudh menampar nanda.
Sedangkan Nanda hanya dia setelah ditampar sama ridho, ia merasa pipinya panas dan bibirnya seperti mengeluarkan sesuatu.
"so...so..sorry"ucap ridho hendak meraba pipi nanda
"jangan pernh Lo mendekat sama gue, dasar laki2 psikopat, asal Lo tau kalau pun gue disuruh memilih antara mati dan pacaran sama Lo, gue tidak akan raguka memilih mati, dan gue berharap ini yang terakhir kita bertmu, gue benci lihat muka Lo"teriak Nanda histeris menatap ridho tajam.
"Lo bakal lihat bagaimana laki2 kamu bilang psikopat ini memiliki kamu seutuhnya, dan Lo bakal lihat bagaimana laki2 yang Lo bilang ini biadab, pengecut , brengsek membunuh seorng Riko Wijaya"ucap ridho menekan setiap kata-kata sambil memegang pipinya Nanda, lalu menghempaskan nya dengan sedikit kasar.
"jangan pernh Lo sentuh Riko, dia ngk ada urusannya sama masalah ini, jgn coba-coba Lo libatkan Riko Bangs*k"teriak Nanda
"jangan pernh Lo sebut nama orng itu di depan gue, gue benci Nanda, karna Riko membuat lo menolak gue"teriak ridho
"keluar Lo, keluar Lo, gue benci lihat muka Lo, keluarrrrr"teriak Nanda sekencang mungkin
"kalau gue ngk bisa dapatin Lo, maka Riko pun tidak bisa dapatin Lo, Lo bakal lihat gue bakal membawa kepada Riko di depan Lo"bisik ridho di telinga Nanda lalu keluar dari ruangan itu
"anj*Ng"teriak Nanda
setelah kepergian ridho, Nanda langsung menangis histeris, yang ia pikirkan saat ini adalah bukan nasipnya, tapi nasipnya Riko. Ia tidak bisa bayangin kalau ridho sampai membawa kepala Riko kehadapannya.
Terimaksih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏 jangan lupa like
__ADS_1