
Setelah beberapa saat Nanda berada di pelukkan Riko, dan Riko pun merasaa kalau Nanda sudh mulai tenang, pelan-pelan ia melepas pelukkanya dan menatap wajah Nanda sambil memegang kedua pipinya
Ia melihat mata Nanda yang merah ditambah matanya yang mulai bengkak, efek kebanyakan menangis, karna tak perlu di heranin dari kemarin Nanda selalu menangis karna masalah datang silih berganti.
"gue ada buat Lo nan, bahkan Yogi,egan sama Riyan ada buat Lo, kita bakal bantu Lo buat jalanin semua ini"ucap Riko sambil memegang kedua pipi Nanda.
"makasih ko, Lo selalu ada buat gue"ucap Nanda
"iyh sudh sekrng kita pulang, kita bicara di apartemen dan kita rencanakan apa yang bakal kita lakukan kedepannya"ucap Riko sambil membantu Nanda berdiri
"lap duluh air matanya sayang, entar dikira anak-anak gue nyakitin Lo lagi"ucap Riko sambil mengusap pipi Nanda pelan
Mendengar kata syang dari mulut riko,dengan masih sempat-sempatnya wajah Nanda berubah menjadi merah karna tersipu malu.
"itu sih maunya Lo"ucap Nanda tersenyum sambil memukul lengan Riko
"setidaknya Lo tidak lupa caranya tersenyum walaupun Lo masih berusaha menutup masalh Lo nan"batin Riko ketika melihat Nanda tersenyum manis
##
Setelah mereka sampai diparkiran Riko mencoba membuka pintu mobil buat Nanda, tapi di mencegahnya nanda
"ngk usah, emng gue selemah itu, sampai-sampai buka pintu mobil aja ngk sanggup"ucap Nanda tersipu malu sambil menahan tangan Riko
"kan gue mau kelihatan romantis aja nan, biar kayak orang pacar"ucap Riko
"itu sih maunya Lo juga ko"ucap Nanda tersenyum sambil masuk ke dalam mobil
Dari kejauhan Arni menatap mereka heran, lebih tepatnya ia menatap Nanda dengan bingung dan terkejut, ia heran melihat sikap Nanda yang masih bisa tersenyum padahal ia sedang menghadapi masalah besar, pendidikannnya saat ini sedang di ujung tanduk
__ADS_1
"gila kuat juga tuh Nanda masih bisa tersenyum padahl dia udh di skors, bahkan makin lengket lagi sama Riko, Riko juga mau aja dekat-dekat sama Manusia yang hidupnya penuh dengan masalah, dasar cewek murahan"batin arni kesal
kini riko dan Nanda sudah berada di dalam mobil, Nanda yang fokus ke arah kaca mobil sedang Riko fokus menyetir sesekali menatap Nanda.
"nan"panggil Riko membuka suara,mendengar namanya dipanggil Nanda menatap Riko pertanda ia mengizinkan Riko melanjutkan kata-katanya
"soalnya diruang rektor Lo belm cerita"ucap Riko sambil memegang tangan Nanda, melihat si empedu hanya diam saja "tapi kalau lo belum siap cerita ngk papa ko, tapi gue bakal tungguh sampai Lo siap cerita"ucap Riko masih dengan memegang tangan Nanda
"untuk satu Minggu kedepan gue ngk bakal masuk kuliah, yang dalam artian gue di skors, bahkan foto aslinya hanya bisa meringankan hukumanku bukan untuk melepaskan aku dari hukuman itu"ucap Nanda
"ditambah Arni tadi melaporkan bahwa aku sudh mencelakai dia pas di kantin yang menyebabkan tulang punggunya hampir cedera"ucap Nanda menatap lurus kedepan
Mendengar nama Arni disebut nanda, Riko tiba-tiba langsung menginjak rem mobil secara tiba-tiba, alhasil kepala Nanda hampir terbentur kedepan untung Riko dengan sigap menahan menggunakan tangannya
"sorry, berarti semua ini ada campur tangan Arni,"ucap Riko dan dianggukan oleh Nanda
"trus apa rencana Lo selanjutnya.?"tanya Riko menatap nanda yang diam sedari tadi
"kalau boleh gue izin balik ke Balikpapan untuk satu Minggu kedepan"ucap Nanda masih menatap kedepan, "gue mau tenangin pikiran gue ko"
Mendengar permintaan Nanda, Riko diam seketika, ia berpikir belm siap pisah sama Nanda walau hanya sebentar, baru wanita ini mengizinkannya untuk ikut campuur menghilangkan trauma dimasa lalu lebih tepatnya di bidang asmara
"ok,Lo bisa pulkam tapi dengan satu syarat gue harus ikut sama Lo ke Balikpapan"ucap Riko
"ngk boleh, Lo disini aja, Lo harus kuliah sama ngurus hotel juga"ucap Nanda menatap Riko, ia terkejut mendengar permintaan Nanda di luar pikirannya
"semua bisa di atur Nanda, Lo tenang aja"ucap Riko
"tetap aja ko ngk bisa, gua pulang mau ketemu sama ibuku"ucap riko
__ADS_1
"iyh sudh sekalian gua mau ketemu sama camer"ucap Riko tersenyum
"camer palamu peang"ucap Nanda mencubit lengan Riko
"pokoknya Lo bisa ikut"
"bisa"
"ngk bisa"
"bisa"
"ngk bisa Riko Wijaya
"bisa syang"
"bisa"ucap Nanda ceplos
"yes final, maksih syang"ucap Riko sambil mengacak rambut Nanda
"kapn kita berangkat..?"tanya Riko
"besok"jawab Nanda
"tapi Lo di izinkan bunda sama om ngk"tanya nanda dan di anggukan oleh Riko
setelah perdebatan diantara mereka tanpa terasa kini Nanda dan Riko sudah pakai di depan gedung apartemen.
Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏
__ADS_1