Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 94


__ADS_3

Semenjak kejadian Riko mulai meminta hak, Nanda semakin berpikir keras, ia harus memastikan hatinya sbelmnya memberikan kepada Riko, apakah dia sudh benar2 sayang dan cinta pada Riko, atau sebaliknya ia hanya menghargai Riko sebagai suaminya, sehingga membuat dia selalu betah disamping Riko


Dan semenjak kejadian itu juga Nanda lebih banyak diam, tidak banyak bicara dan tidak bertingkah, ia akan menjadi pendengar yang baik, Riko memang menyadari perubahan nanda, ia tau Nanda lebih banyak diam dari hari2 sebelmnya.


****


Setelah beberapa hari istirahat dirumah, lebih tepatnya Riko lah yang memaksa Nanda untuk selalu beristirahat dirumah, kini Nanda sudh kembali ke kampus, seperti biasa Riko terlebih dahulu mengantar Nanda sampai ke kelas.


Tidak sedikit yang melihat mereka, banyak yang terkejut melihat Nanda tiba2 kembali lagi kekampus, bahkan mereka sempat berpikir kalau Nanda bakal pindah kampus karna tidak tahan dengan bullying yang di perbuat Arni.


"yank nanti ketemu dikantin"ucap Riko


"iyh kak, nanti Nanda ke kantin, aku masuk duluh iyh"ucap Nanda, tapi langsung ditahan Riko


"ngk ada ngituh salam perpisahan dari kamu, nanti kalau aku rindu ngimna"ucap Riko memelas


"ngk usah gadi-gadi kalau ngomng, ini kampus, tempat umum, hargai orang disini"ucap Nanda yang tau arah pembicaraan Riko


"trus kalau aku rindu ngimna"tanya Riko


"aduhhh kak Riko, kelas kita dekat aja, lagian tadi pagi kan sudh,"ucap Nanda dengan wajah panas sambil mengeleng.


"iyh sudh ngih, masuk belajar yang benar"ucap Riko sambil mencium kening Nanda lalu mengacak rambut Nanda


Dengan perbuatan Riko, tanpa sadar mereka sudh menjadi pusat perhatian, sebagian besar banyak yang ingin menjadi sosok Nanda yang bisa membuat Riko bucin akut


Tanpa mereka sadar sepasang mata menatap aktivitas yang di lakukan Riko dan Nanda


"sebenarnya sedekat apa hubungan mereka, aku rasa mereka sudah lebih dari seorang kekasih, tapi aku ngk boleh mundur, mereka hanya pacaran, aku harus mengambil hati nanda"batin Denis


Yap seseorang yang melihat Riko dan Nanda adalah Denis, dosen yang baru bebrapa bulan ini mengajar dikampus itu, lebih tepat banyak menghabis waktu mengajar dikelas Nanda


"selamat pagi ini anak-anak, saya minta kumpulkan tugas yang Minggu kemarin, satu menit kedepan sudh harus tertata rapih di Meja sya"ucap Denis dingin tapi matanya tertuju kepada Nanda yang sedang melamun

__ADS_1


Mendengar perintah dosen, seluruh mahasiswa berhambur mengumpul tugasnya, sebelmnya mendapat semprotan rohani dari Denis


"ini masih 44, dikelas ini ada 45 mahasiswa, sudah tau kan, apa maksudnya saya"ucap Denis dingin.


Vivi langsung menyenggol bahu nanda pelan, menyadarkan Nanda dari lamunan


"tugasmu belm dikumpul, kamu maju ngih, kasih alasan sama bapaknya"bisik vivi


"saya hitung satu sampai tiga, kalau tidak ada yang maju, jangan harap tugas yang dikumpul bakal saya periksa"ucap Denis dingin


Mendengar hal itu, semua mahasiswa banyak yang menatap Nanda, mengerti tatapan teman2nya Nanda langsung berdiri dari kursi lalu berjalan menghadap dosen.


"maaf pak, saya tidak mengerjakan tugasnya, ada urusan keluarga yang tidak bisa saya tinggal"ucap Nanda cuek


"harusnya kamu bisa membedakan urusan keluarga dan urusan pacaran, tolong iyh saat mau mulai jam kelas saya, jangan pacaran duluh"ucap Denis dingin,sedangkan Nanda tidak paham maksud ucapan Denis


"lagian urusan keluarga apa..?"tanya Denis penasaran, baru pertama kalinya ia kepo dengan urusan orang lain


"ok, kamu saya hukum, karna beberpa hari ini kamu tidak pernh muncul di jam saya, kamu kerjakan soal ini di papan tulis, saya ingin tau sampai mana otak mu yang sibuk dengan dunia pacaran mu"ucap Denis sambil memberikan spidol kepada Nanda lalu menatap papa tulis


Nanda tidak mengangguk atau mengeleng, ia langsung berjaln mendekati papa tulis untuk mengerjakan soal yang denis.


"jangan sampai ada yang salah, sedikit aja berbeda dari yang syaa terangkan, jangan harap kamu bisa masuk kedalam jam pelajaran sya"ucap Denis


"mmm"hanya itu jawabanya Nanda,sambil mengerjakan soal yang ada di papan tulis, beberapa hari tidak masuk kuliah, membuat Nanda harus berpikir keras cara menyelesaikan soalnya, pasalnya ia tidak tau bagaimana cara dosen menerangkan soal tersebut.


Melihat soal yang dikerjakn nanda, banyak mahasiswa yang khawatir, dan banyak juga yang tersenyum mengejek.


"itu kan soalnya belm pernh di terangkan sama pak Denis, ngimna ceritanya Nanda bisa mengerjakan soal seperti itu"


"gila memang dosen yang satu ini"


"materinya kan belm sampai kesana"

__ADS_1


Nanda mendengar semua bisikan mahasiswa, ia dapat simpulkan bahwa Denis sedangkan mengerjainya dengan tidak masuk logika,


Nanda mengerjakan soalnya dengan santai, ketika soal sudh sampai tahap akhir Nanda tersenyum licik.


"sudah pak.."ucap Nanda menatap Denis cuek


"yang syaa terangkan bukan seperti itu, saya mau kamu kerjakn persis seperti yang terangkan,"ucap Denis sedikit salut dengan kemampuan nanda.


"kalau pun sya kerjan dengan cara yang bapak punya, tetap saja hasilnya segitu, kalau ada cara yang lebih simpel gapain sibuk mikirin cara lain"ucap Nanda


"lagian menghitung suatu hasil produk itu bukan bagaimana caranya, tapi seperti apa hasil akhirnya, karna ngk selama kita teori tentang angka2 ini, kita juga bakal menghitung berapa hasil produk nantinya dengan cara yang berbeda-beda"ucap Nanda lagi


"saya juga tau, materi ini belm bapak jelaskan, jadi bapak hanya menguji kemampuan syaa kan, sekrang apakah bapak sudh tau sampai dimana kemampuan yang syaa milik"ucap nanda sambil meletakan spidol di meja Denis lalu berjalan menuju bangkunya


seluruh mahasiswa banyak terkejut dengan keberanian Nanda, selama ini yang mereka tau Nanda ada sosok pendiam yang selalu "iyh" terhadap perkataan dosen,tapi sekrng, Nanda bahkan jauh diluar pemikiran mereka.


Sedangkan Denis hanya diam kagum dengan kemampuan nanda, ia akui bahwa Nanda adalah mahasiswi pintar, pantas saja banyak dosen yang selalu membahas kepintaran Nanda.


"ini salah satu yang membuat saya tertarik smaa kamu Nanda, selain kamu cantik ternyata kamu juga pintar"batin Denis tersenyum tipis.


Setelah melewati beberapa jam pelajaran, kini jam istirahat pun tiba, semua mahasiswa dan dosen pun menyudahi aktivitas belajar dan mengajar mereka.


Denis belum keluar dari ruangan itu, padahal sudh banyak mahasiswa yang sudh keluar, kini hanya ada Denis, Vivi dan Nanda yang ada diruangan itu.


"Nanda, kamu datang keruangan sya, saya mau bicara serius"ucap Denis


"ngomong disini aja pak, ngk ada orang juga"ucap Nanda dengan nada kesal


"ini masalh pribadi dan privasi"ucap Denis


"masalahnya saya tidak mempunyai masalah pribadi dan privasi sama bapak, permisi"ucap Nanda sambil menarik tangan Vivi.


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like

__ADS_1


__ADS_2