
Setelah kepergian Riko, Yogi egan dan Riyan masih berdiam diri, mereka tidak habis pikir dengan tindakan Riko, bahkan untuk pertama kalinya mereka melihat Riko semarah itu.
"trus kita gapain disini..?"ucap egan menatap Yogi sama Riyan, sedangkan mereka hanya bisa menggelengkan.
"masak kita disuruh pantau si manusia satu ini, gue ma ogah kali"ucap Yogi sambil menatap sekilas cowok jadian-jadian yg ada diruangan itu
"cabut Gyus"ucap egan
"nikmatin masa belaianmu kawan, bersyukur Lo doa Lo langsung di jawab, butuh belaian langsung dikirim, yang unlimited lagi"ucap Riyan menepuk2 pipi ridho pelan
"makaya kalau cari lawan tuh mikir duluh, punya otak kok ngk jalan sih"bisik yogi
"gue bals Lo semua."teriak ridho
"nikmati duluh masa belaianmu kawan, baru Lo pikirin cara membalas kita, bisa jadi Lo bakal ganti profesi kayak mereka setelah kejadian ini"ucap Riyan dengan senyum mengejek
"Bangs*k.."teriak ridho.
setelah meninggalkan ridho bersama cowok setengah dewa, Riko cs pun kembali ke rumah masing-masing, karna hari sudh semakin larut.
***
Setelah memberi pelajaran kepada ridho, Riko langsung kembali kerumah, ia belm berani meninggalkan Nanda terlalu lama, apalagi kondisi saat ini malam, ia takut Nanda akan mengingau dengan histeris.
Sesampai dikamar Riko menatap wajah Nanda dengan hangat, ia bahagia melihat Nanda tidur dengan damai tanpa terusik.
"gue sayang banget sama Lo nan, tetap disisi ku apapun yang terjadi, gue janji bakal jagain Lo ,Lo harta berharga dalam hidup gue"guman Riko, sambil mencium kening Nanda beralih ke mata Nanda bergantian, tidak lupa ia juga mencium bibir Nanda dengan sangat lama.
Setelah memandang wajah Nanda, Riko langsung membersihkan diri, lalu menyusul Nanda ke alam mimpi, ia memeluk Nanda dengan erat, ia menenggelamkan wajah Nanda di dadanya, sesekali ia mencium pucuk kepala Nanda dengan penuh kasih sayang.
"selamat tidur syang"guman Riko menyusul Nanda ke alam mimpi.
Setelah seluruh umat manusia menjelahi dialam mimpi indahnya, kini matahari pun menyapa, suara burung bersautan membangunkan manusia.
Nanda lebih duluh membuka matanya, ia menatap langit-langit kamar sambil mengumpulkan kesadaran, ia hendak bergerak tapi merasa perut di timpang suatu yang berat, ia menatap sebuah tangan kekar memeluknya dengan sangat erat.
Lalu ia menoleh kesamping, pemandangan yang sangat indah, ia melihat Riko masih terlelap dengan damai, ia menatap Riko dengan lekat, tangan terangkat untuk mengelus pipi Riko lembut.
"akunya yang jelek atau kamunya yang terlalu tampan, kok aku merasa minder gini sih"guman Nanda sambil melepas pelan tangan Riko dari tubuhnya.
__ADS_1
Bukannya terlepas pelukkan malah di pererat oleh si empedu.
"biar gini duluh sayang, aku masih nyamn dengan posisi ini, lagian aku kangen banget sama kamu sayang"ucap Riko masih dengan keadaan menutup mata, sedangkan Nanda hanya diam sambil tersenyum.
5menit.
10menit
15menit
"kak lepas duluh, aku mau pipis nih, aku udh tahan dari tadi,"cicit Nanda pelan.
"kenapa baru bilang sayang"ucap Riko melepas pelukkannya sambil menatap Nanda
"kamunya lagi tidur, ngk tega bangunin kamu"ucap Nanda pelan
"gemas banget sih istri kamu"ucap Riko
"sana ngih pipis, sekalian aja mandi sayang"ucap Riko, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil berlari ke arah kamar mandi.
Setelah Nanda selesai mandi kini Riko pun langsung mandi, karna pagi ini ia akan menghadiri rapat penting, selagi Riko mandi Nanda pun mempersiapkan pakai Riko.
"iyh syaang,maksih"teriak Riko di kamar mandi
Tidak ada sahutan dari Nanda, ia langsung turun ke arah meja makan.
"pagi yah, Bun"sapa Nanda
"pagi sayang, ngimna udh enakan badannya"ucap bunda, sedangkan Nanda hanya mengangguk sambil tersenyum.
"dimana Riko nak, kok kamu turun sendiri"tanya ayah karna tidak melihat sosok jagoannya.
"kak Riko masih mandi nyah, mungkin bentar lagi turun"ucap Nanda
"iyh udh, sarapan yuk"ucap bunda
"tungguh kak Riko bund"ucap Nanda menatap kearah tangga.
Setelah menunggu beberapa saat Riko pun turun dengan stelan jas.
__ADS_1
"pagi yah, Bun"sapa Riko sambil menarik kuris di samping Nanda,
"pagi sayang"bals bunda
"mau langsung kekantor nak.?"tanya ayah
"iyh yah, ada rapat pagi ini"jawab Riko
"iyh sudh sarapan duluh ngih"ucap bunda
"kak mau roti atau nasi goreng?"tanya Nanda
"nasi goreng aja sayang"ucap Riko, Nanda langsung mengisi piring Riko dengan menu nasi goreng
Akhirnya mereka makan dalam diam, tidak ada yang membuka suara yang ada hanya suara detakan sendok yang saling bersautan.
"kak mau minum kopi atau teh"ucap Nanda, karna sudh selesai mkn
"teh aja sayang"ucap Riko
"iyh sudh aku bikin duluh bentar, ayah mau sekalian kah"tawar Nanda menatap ayah Farhan
"kopi aja nak"ucap ayah
"maksih syang,"ucap bunda, sedangkan Nanda hanya mengangguk.
Setelah menghabiskan tehnya, Riko langsung berangkat ke kantor, sementara ayah sudah berangkat duluan, Nanda mengantar Riko sampai teras rumah.
"berangkat duluh syang, ingat habis ini langsung istirahat, jangan pergi kemana-mana, kalau aku tau kamu keluar, aku kembalikan kerumah sakit, biar dirawat disna aja"ucap Riko menasihati Nanda.
"tega kakak kembalikan aku kerumah sakit"ucap Nanda cemberut
"jangan cemberut ngituh syaang, jadi gemas aku tuh, ingat pesan suami"ucap Riko sambil mengacak rambut Nanda
"Iyah bawel"ucap Nanda menyalim tangan Riko, sedangkan Riko membalas dengan mencium kening Nanda beralih ke mata secara bergantian tidak lupa ia juga mencium bibir Nanda lembut.
Setelah mobil Riko meninggalkan pekarangan rumah, Nanda langsung masuk dan berjalan ke arah kamar, saat di rumah hanya bibi dan empat orang bodyguard yang menjaga di gerbang dan di pintu utama.
Setelah kejadian Nanda di culik, Riko langsung memperkerjakan bodyguard di rumah,
__ADS_1