
Seperti perkataan Hendra kemarin malam waktu di kantor polisi, pagi-pagi sekali ia dan istri sudh berada di kediaman Wijaya, beberapa kali ia melihat ke arah tangga seperti sedang menunggu seseorang, padahal Farhan dan juga Tika ada disana.
"sebentar Hen, saya panggil Riko sama Nanda duluh, seperti nya kemarin mereka pulang subuh, jadi wajar merka bangunnya siang"ucap tika yang mengerti arah tatapan Hendra.
"maksih tik"ucap Herman
lain hal dengan Rosa, ia masih engga berbicara kepada Tika, kalau tidak gara2 Arni ia tidak akan menginjakkan kaki kerumah Wijaya lagi.
"riko, orang tua Arni ada dibawah nak, cepat kalian temui, ngk enak mereka dari tadi nungguin kalian" teriak Tika sambil mengetuk pintu kamar anak dan menantunya.
"iyh bund, sepuluh menit lagi kami turun, masih nunggu Nanda sebentar"teriak si empedu dari dalam kamar.
"jangan lama2 nak"teriak Tika sambil berjalan meninggalkan pintu kamar mereka.
Setelah menunggu beberapa saat akhir Riko dan Nanda pun turun dari kamar, Riko yang berjalan di depan di ikuti Nanda dari belakang.
"tenang ada aku, semua akan baik-baik saja"bisik Riko.
"sayang, pagi2 kok udh keramas aja, sama2 lagi keramas"ucap Tika mencairkan suasana.
"ahh iyh bund, semalam habisnya ngk sempat keramas, pulang kemalaman"ucap Nanda kikuk
"tapi harus sama-sama ngituh kramasnya"ucap Tika menggoda Nanda.
"ahh bunda, malu tau" rengek nanda
__ADS_1
"syang Nanda jangan di goda lagi"ucap Farhan
"tau nih bunda, emng kalau kita keramas sama-sama ada yang slah ngituh..?"tanya Riko, ia langsung menarik tangan Nanda supaya duduk disampingnya.
Sedangkan Nanda hanya menurut, sebisa mungkin ia tidak menghiraukan Hendra dan juga Rosa yang ada disana, ia juga tidak menatap wajah Hendra, takut masalah kemarin malam terlintas lagi.
"kenapa om, tumben pagi-pagi sudah kerumah..?"tanya Riko langsung to the point.
"mohon maaf sebelumnya,kami menganggu waktu pagi kalian, maksud kedatangan kami kesini ingin meminta tolong kalian mencabut tuntutan kepada Arni"ucap Hendra
"gapain di cabut om, bukan seorang penjahat di tempatkan di dalam penjara..?"tanya Riko
"harusnya seperti itu,tapi kan kita bisa obrolin ini secara kekeluargaan, secara Nanda adalah anak saya"ucap Hendra, berharap bisa meluluhkan hati Riko maupun Nanda.
"keluarga..? bukannya kemarin om hanya mengakui Arni dan juga Denis sebagai anak om, saya pikir istri sya tidak masuk ke daftar anak om kan..?jadi dari jalur mana kita berkeluarga,"ucap Riko.
"Riko kamu tidak bisa menyangkal kalau Nanda anak dari mas Hendra, kan kamu sendri yang membuktikan kemarin malam kalau kamu lupa akan hal itu"ucap Rosa.
"siapa yang menyangkal, pihak kalian atau pihak kami..?kalau kalian bisa menyangkal dengan bukti yang sya perlihatkan kemarin, trus kenapa pihak kami tidak bisa,..?"ucap Riko
"Nanda sekarang istri saya, menantu satu2nya di keluarga ini, saya meminta Nanda dari ibu mertua syaa dengan baik2 dan sakral tanpa paksaan, jadi sudh seharusnya kami berhak penuh atas Nanda"ucap Riko menganggam tangan Nanda.
"Nanda ayah mohon, bujuk Riko supaya mencabut tuntutan itu"ucap Hendra memohon di kaki Nanda.
"bangun lah, anda tida layak memohon di kaki anak seorang j*l*Ng "ucap Nanda membantu hendra berdiri.
__ADS_1
"maaf ayah Nanda,"ucap Hendra menatap Nanda.
"untuk..?"tanya Nanda
"maafkan ayah karna tidak mengakui mu sebagai anak ayah, ayah tau ayah salah,"ucap Hendra.
"ayah....!!,bahkan aku lupa kalau aku masih punya ayah, bahkan aku lupa bahwa selama hidupku aku tidak pernh memanggil ayah dan rasanya ada ngk adanya sosok ayah dalam hidup, tidak membuat perjalanan berhenti"ucap Nanda
"dan disaat seperti ini anda mengakui saya sebagai anak, wah hebat iyh, selama hampir 20 tahun ini kemna aja..?tapi syang sekali saya ngk butuh seorang ayah lagi dalam hidup ini,"ucap Nanda
"kamu jangan seperti itu Nanda, biar ngimna pun mas Hendra tetap ayah kamu, tanpa adanya mas Hendra kamu tidak akan terlahir kedua ini"ucap Rosa
"Anda tau hal paling saya sesali dalam hidup ini..?apakah anda tau hal yang paling saya benci dalam hidup ini..?"tanya Nanda
"saya menyesal kenapa anda berhubungan dengan ibu sya dan menghasilkan saya, dan yang paling syaa benci kenapa anda yang harus menjadi sosok ayah yang syaa rindu selama hampir 20 tahun ini"ucap Nanda menaikan satu tingkat suaranya, sambil menunjuk kearah Hendra.
"Nanda.. Arni itu sudh menjadi saudara kamu, apakah kamu tidak kasihan melihat dia..?"ucap Rosa.
"wahhh "saudara" sebelumnya anda bisa tanyakan kepada putri anda, dia mau ngk punya saudara seperti saya, anak dari seorang j*l*ng"
"karna pada dasarnya saya tidak berharap mempunyai saudara seperti dia, jadi tolong iyh, anggap saja fakta dan kejadian beberapa jam yang lalu tidak pernh terjadi, dan anggap saja kita tidak pernah bertemu, karna saya juga pengeng hidup tenang bersama keluarga syaa"ucap Nanda sambil menahan laju air mata.
"kamu...kok bisa memutuskan hubungan antara ayah dan anak, mas Hendra dan kamu punya ikatan batin, dan darah yang sama"ucap Rosa mulai tersulut emosi
"bukan sedari duluh pihak anda yang memutuskan hubungan itu, kalau ngmng itu di pikir pakai ot*k, jangan asal keluar, biar apa anda omongin tidak membuka aib anda sendiri, saya bisa karna saya terbiasa, saya bisa hidup tanpa ayah karna saya ngk tau apa itu ayah"ucap Nanda
__ADS_1
"yah Bun, Nanda pamit ke kampus"ucap Nanda mencium kedua tangan mertuanya.
"kak, aku tungguh di mobil"ucap Nanda dan di anggukan oleh Riko.