Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 83


__ADS_3

"keluarga pasien"teriak dokter yang memeriksa Nanda


"ngimna keadaan menantu sya dok, kenapa dia tiba2 teriak seperti itu..?"tanya bunda Tika


"menantu anda seperti mengalami kekerasan fisik dan mental nyonya, yang menyebabkan dia trauma berat"ucap dokter menatap mereka bergantian.


"trus ngimna dok, apakah ada cara menghilangkan trauma istri saya dok.?"timpal Riko


"bantu dia melupakan kejadian buruk yang pernah dia alami, dan pastikan dia tidak pernh dan jangan sampai mengalami kejadian buruk lagi, dan bantu dia untuk melakukan kegiatan positif setelah sadar nanti."jelas dokter itu, sedangkan mereka hanya mengangguk tanda mengerti.


"kalau begitu saya permisi"ucap dokter itu.


Setelah kepergian dokter, Riko langsung masuk keruangan Nanda, ia tidak mau meninggalkan Nanda sebentar saja, ia sangat khawatir dengan keadaan wanitanya.


"maaf"cicit Riko sambil mengelus rambut Nanda lembut


"cepat bangun sayang, aku pengeng cerita banyak cerita sama kamu, apa kamu tega lihat aku banyak cewek-cewek diluar sana yang lihatin aku terus, kamu ngk mau lindungin aku dari cewek-cewek diluar sana"ucap Riko menatap Nanda sambil mengelus rambut Nanda.


Karna Nanda belm sadarkan diri Riko sampai tertidur di samping ranjang Nanda, dengan posisi ia memengang erat tangan Nanda.


Sedangkan bunda dan ayah sudh kembali ke rumah, karna mereka dapat kabar dari pembantu rumah tangga kalau ada tamu yang ingin bertemu, Mau tidak mau mereka harus kembali kerumah, nanti mereka akan kembali lagi kerumah sakit.


****


Sementara ditempat lagi Yogi cs masih terus berjaga menunggu ridho sadarkan diri, karna Riko menghajar Ridho dengan membabi buta sehingga membuatnya pingsang dengan cukup lama.


"gue ngk nyangka kalau ridho ada dibalik semua ini"ucap egan menatap mereka bergantian.


"sama aja bro, padahal dia kan suka sma Nanda, harusnya kan dia jaga Nanda bukan malah menculik Nanda"ucap Yogi


"Iyah,, dan kalian lihat dia hampir saja melecekan Nanda, gila ngk tuh, ini yang katanya ketua BEM"ucap Riyan


"gue jamin Riko ngk bakal kasih Ampun sama anak, gue pastikan anak ini bakal mata ditangan Riko, istri Riko kok di usik"ucap egan tersenyum mengejek ke arah ridho yang masih pingsang


tok..tokk..tok


"kak ini Vivi, bisa tolong buka pintunya kah"teriak Vivi dari balik pintu.

__ADS_1


"biar gue aja"ucap Riyan karna melihat Yogi hendak berdiri, sedangkan mereka hanya mengangguk


"eh Vi sudh datang kamu"ucap Riyan menatap Vivi dengan tersenyum tipis, sedangkan Vivi hanya mengangguk


"ayo masuk, takut ada yang lihat nanti"ucap Riyan menarik tangan Vivi, sedangkan Vivi menatap tangan Riyan yang terus memengang tangannya.


."malam kak"sapa Vivi tersenyum menatap Yogi dan egan secara bergantian


"malam Vi,"ucap Yogi dan egan secara bergantian


"duduk"ucap Riyan menarik kursi buat tempat duduk Vivi,sedangkan Vivi hanya mengangguk sambil mendudukkan dirinya di kursi yang di berikan Riyan.


"trus ngimna kak, apa yang terjadi sama nanda..?"tanya Vivi dengan khawatir menatap mereka bergantian.


"beberapa hari ini Nanda di sekap oleh ridho, dan tadi hampir saja dia melecekan Nanda, untung kami datang tepat waktu"jelas Yogi


"trus Nanda ngk papa kan..?dia ngk ada terluka kan..?"tanya Vivi dengan mata berkaca-kaca.


"Nanda pingsang tadi, dan langsung dilarikan sama Riko kerumah sakit, Lo ngk usah khawatir Nanda akan baik-baik aja"jelas egan


"ngk usah Vi, ini udh malam, lagian jam besuk juga sudh habis kan, besok kita sama-sama jenguk Nanda, lagian ada Riko sama bunda juga disana kan.."jelas Riyan yang mengerti akan ke khawatiran Vivi,


"tapi kak.."ucap Vivi


"Vi..."ucap Riyan menatap Vivi sambil tersenyum, melihat tatapan Riyan, Vivi kembali duduk.


"elahh, udh mulai nurut aja nih, susah kalau udh ketemu sama pawangnya nih"ucap Yogi, tersenyum jail menatap Vivi tertentunya.


"kak..kalian kepikiran ngk sih, kalau ridho ngk sendirian bertindak sendirian, maksudnya pasti ada seseorang yang mendorong ridho melakukan hal ini, atau yang bekerjasama, ngk mungkin kan dia bertindak sendiri, jangan salah Lo, ini tindakan yang sangat berbahaya buka.?"ucap Vivi menatap mereka bergantian.


"iyh juga sih, knp kita ngk kepikiran sampai kesana, ngk mungkin juga manusia satu ini bertindak sendiri"ucap Yogi sedangkan mereka hanya mengangguk


"trus gimna sekrang..?"tanya egan berpikir mencari ide.


"kita buat dia bangun sekrng juga, lalu kita paksa dia buka mulut, kalau dia ngk mau buka mulut, langsung bunuh aja sekalian tanpa sisa, manusia biadab itu jangan dibiarkan hidup terlalu lama"ucap Vivi menatap tajam ke arah ridho


Mendengar ucapan Vivi, mereka langsung menelan salivanya dengan susah, mereka tidak menyangka Vivi yang notabennya si pendiam ternyata kalau marah bisa memakan manusia juga sekalinya

__ADS_1


####


Mendengar kabar dari ART kalau ada tamu yang ingin bertemu, Farhan dan Tika terpaksa langsung pulang dari rumah sakit.


"selamat malam, maaf menunggu lama iyh"ucap Tika sambil menyalim tamunya secara bergantian.


"ehh tik, ngk kok santai aja, ngimna kabar kamu, makin cantik aja"ucap Rosa memengang tangan Tika


"baik Ros, kamu bisa aja, kamu juga makin awet mudah aja nih"ucap Tika tersenyum


"Lo tik, sendiri, pak Farhan mana, kok ngk ada"tanya Hendra


"suami sya di garasi, biasa parkirin mobil, tuh dia datang"ucap Tika sambil melihat ke arah pintu


"ehh bro, lama ngk muncul kemana aja nih,"ucap farhan memeluk Hendra sekilas.


"biasalah Han, sibuk ngurusin perusahaan, anak-anak ngk ada yang mau ambil alih,anak pertama aku sudh dosen, sedangkan Arni masih kuliah dia"ucap Hendra menatap mereka bergantian, sedangkan Arni hanya tersenyum kikuk di samping ayahnya.


"ooo Iyah bund, Riko mana, kok ngk ada"tanya Arni mengalihkan pandangan mencari sosok Riko.


"Riko dirumah sa.."ucapan bunda


"Riko jalan, biasalah anak mudah zaman sekrng, mungkin dia lagi ngumpul di apartemen bersama teman2nya"ucap Farhan memotong ucapan istri, mengerti arah ucapan suaminya Tika hanya mengangguk.


"iyh syang Riko tadi izin, katanya mau main sama yang lain"ucap binda, sedangkan Arni hanya mengangguk tersenyum


"berarti sampai sekrng Riko belm menemukan Nanda, bahkan ngk ada niatan mencari, Nanda


..Nanda terbuang kan Lo sekrng, Arni Lo lawan"batin arni


"kedatangan kami kesini ingin mengundang kalian di acara universery sya sma istri sya, hanya acaran sederhana aja sih, tadi kebetulan kami ada acaran sekitaran sini, jadi sekalian aja mampir, dan kami harap kalian bisa datang"ucap Hendra menjelaskan maksud kedatangan mereka.


"iyh pasti dong, kita pasti datang, sekalian nanti saya bawah anak saya Riko, pasti jarang kan ketemu sma anak itu.."jawab tika menatap mereka bergantian


"maksih iyh tik,, acaran Minggu depan iyh,"ucap Rosa


Setelah mengobrol dengan cukup lama, bertukar cerita diantara mereka biasalah teman lama bertemu kembali, pasti banyak yang mau di ceritakan, akhirnya orangtua Arni berpamitan pulang, karna hari pun mulai malam.

__ADS_1


__ADS_2