
"cinta..??balikkan..? gue bahkan udh lupa apa itu cinta, bahkan gue udh lupa kalau hidup ini butuh cinta, dan satu lagi gue juga lupa tujuan balikkan itu apa.."
"Bukannya Lo udh jatuh cinta sama gue, kan Lo sendiri yang ngmong waktu itu, itu sebab gue selalu nungguin Lo,bahkan gue berniat nyusul Lo ke Jogja nan"ucap Gilang menundukkan kepalanya berasa bersalah
"jatuh cinta..?" ucap Nanda dengan senyum
getir
"bahkan gue lupa kalau gue pernh jatuh cinta sama Lo"
"Lo dengar gue baik2, satu hal terbodoh yang pernh gue lakukan seumur hidup gue adalah ketika gue jatuh cinta sama Lo, dan itu juga satu hal yang paling gue sesali, andai waktu bisa di putar gue ngk mau kenal sama seorng gilang Abraham laki2 pengecut yang hanya bisa mempermainkan wanita"ucap Nanda menekankan setiap kata2nya
"atau Lo waktu kecil ngk pernh dibelikan mainan makaya pas besar Lo malah hobby mempermainkan wanita, beruntung Lo ngk punyak adek perempuan" ucap Nanda lagi, sedangkan Riko hanya berdiam diri, mungkin ia akan menjadi pendengar yang baik, ia juga akan memberikan waktu mereka untuk berbicara.
Sebenarnya Riko ngak suka kalau Nanda lebih banyak mengobrol dengan pria lain, apalagi ini mantan sendiri, ditambah lagi di depan matanya si mantan mengajak Nanda balikan, ingin rasanya ia memukul lemes si pria,tapi ia tidak mau memperkeru suasana lebih baik ia diam sambil menahan emosi.
"gue harus gapain nan supaya Lo mau maafin gue dan supaya Lo mau balikkan sama gue,asal Lo tau nan gue juga udh jatuh cinta sama Lo jauh sebelm Lo jatuh cinta sama gue"ucap Gilang menatap Nanda
"gue minta Lo jgn pernh hadir di hidup gue lagi, bahkan gue minta tolong sama Lo dan sangat minta tolong, Tolong Lo bantu gue mengganggap kalau kita tidak pernah ada hubungan, dengan cara seperti yang gue bilang, Lo pergi dari hidup gue, karna gue terlalu sakit Lang"ucap Nanda mengingat kembali kejadian itu.
"maaf nan, untuk itu gue ngk bisa, dan gue bakal kejar apa yang jadi milik gue, dan itu lo, Lo harus jadi milik gue nan"ucap Gilang
"udh yuk syang, kita langsung balik aja, udh sore Lo padahal kita belm belanja"ucap Riko mengacak rambut Nanda lembut, ia sudah muak dengan drama2 Gilang saat ini, ia berpikir benar2 cowok yang ngk punya otak.
__ADS_1
Melihat kepergian nanda Gilang bangkit berdiri dan berlari mengejar Nanda yang sudh semakin jauh, alhasil Gilang memeluk Nanda dari belakang.
"please nan, kasih gue kesempatan"ucap Gilang dengan Suara serak
melihat tindakan gilang untuk sepersekian detiknya Nanda langsung melepaskan kasar pelukkan Gilang, lalu ia berbalik badan diikutin Riko untuk menatap Gilang.
Sedangkan Riko tidak bisa menahan emosinya lagi, alhasil dia memukul Gilang tepat di pipinya, perlakuan Gilang saat ini udh diluar batas, ia cukup bersabar karna sejak tadi Gilang meminta Nanda balikkan
"jangan sikap Lo, masih punya muka Lo pelukk pelukk cewek orang"ucap Riko menatap tajam Gilang
"Lo siapanya nanda"ucap Gilang,
"cukup Gilang, sekrng hidup gue udh berantakan jadi gue mohon Lo jangan bikin tambah berantakan lagi dengan hadirnya Lo secaraa tiba2, gue udh terlalu pusing dengan keadaan yang sekrng"ucap Nanda yang sudh muak dengan permainan Gilang
Mendengar ucapan Nanda, perasaan Riko seperti berbunga2, ia semua diluar pemikiran dia, yang tadi ia berpikir kalau Nanda hanya mengakuinya sebagai pacar, Ini malah ia mengakuinya sebagai calon suami, seketika Riko melupakan emosi hanya karna mendengar kata2 sederhana dari mulut Nanda yaitu calon suami gue.
Melihat pergerakan Gilang yang cuma diam saja, Riko langsung menarik tangan Nanda, karna mereka saat ini sudh menjadi pusat perhatian para pengunjung
Riko menarik tangan Nanda ke sebuah toko khusus pakaian wanita, melihat tindakan Riko lagi2 Nanda dibuat bingung.
"knp kesini ko, kan mau cari baju buat kamu"ucap Nanda melihat Riko yang sibuk mencari-cari baju dan mencocokkan dengan tubuh nand, sedangkan Riko hanya diam saja.
Setelah menemukan baju yang cocok untuk Nanda, Riko meminta pengawai disana mencarikan pakai dalam dan bra, si pegawai agak bingung kenap harus menyuruh dia padahal pacarnya ada bersama dia.
__ADS_1
Setelah membayar semua belanjaannya lagi2 Riko menarik tangan Nanda kesebuah toko perlengkapan mandi, sedangkan Nanda hanya menurut saja. disnaa mereka membeli sabun untuk mandi.
Kini Riko dan nanda sedang berada disebuah restoran mewah yang berada di mall
"selamt datang di restoran kami"ucap pelayan membungkukkan badan.
"saya mau pesan ruang VIP yang ada kamar mandi"ucap Riko sambil memengan tangan Nanda
Pelayan itu sedikit terkejut,tapi ia juga mengarahkan Nanda dan Riko sebuah ruangan VIP di restoran itu.
"sekrng Lo mandi Nanda, Lo gosok semua badan Lo dan paling penting dimana mana saja yang di sentuh sama cowok sialan itu"ucap Riko mendorong Nanda masuk kedalam kamar mandi
"Lo gila ko, nyuruh gue mandi disini, kan bisa dirumah ko"ucap Nanda protes dengan tindakan Riko.
"gua akan lebih gila kalau Lo ngk mandi sekrng nan, gue ngk mau kita pulang dengan membawa bekas tangan pria itu di tubuh Lo"ucap Riko tak ambil pusing protesnya Nanda
"tapi ko,jangan...."ucap nanda terpotong
"Lo mandi sendiri atau gue yang mandikan"ucap Riko hendak masuk ke kamar mandi
"gue mandi sendri aj,"ucap Nanda mendorong tubuh Riko keluar kamar mandi
Alhasil Riko menyuruh nanda mandi hanya untuk menghilangkan bekas sentuhan Gilang di tubuh Riko.
__ADS_1