Perjalanan Cinta Nanda

Perjalanan Cinta Nanda
bab 113


__ADS_3

"Apa salah aku berharap banyak sama kamu, lagian kalau kamu terus hidup di dalam trauma, kamu ngk bakal jadi apa-apa Vi, kita hidup untuk masa depan, bukan untuk membahas tentang trauma mu, justru kamu harus melawan rasa trauma itu Vi makaya aku bantu kamu bantu buat hilangin itu semua"ucap Riyan frustrasi, ia kesal melihat Vivi yang masih hidup dimasa lalu.


"iyh memang benar, banyak perempuan diluar sana yang mau smaa aku tapi hati aku milih kamu aku bisa apa Vi, aku hanya ikutin kata hati aku aja ngk lebih aku suka sma kamu, dan aku ingin kamu membuka hati buat aku secara perlahan aku cuma minta itu Vi, sangat sederhana"ucap Riyan mulai melemah.


Deg


Mendengar ungkapan Riyan, jantung Vivi berdetak lebih kencang dari biasanya, sejenak ia menatap wajah Riyan sekedar mencari kebohongan, tapi apa, yang ia dapat lihat adalah sebuah ketulusan.


"aku ngk bisa hati aku benar-benar ngk bisa,aku belm siap kecewa yan, disaat aku ingin membuka hati buat seseorang wajah ia kembali muncul di ingatan aku, wajah bahagia dia ketika membawa perempuan itu datang lagi, wajah dia ketika mengendong anak itu muncul lagi"ucap Vivi menangis histeris.


"aku juga ngk mau hidup seperti ini, aku juga mau hidup normal seperti perempuan pada umumnya, tapi apa, bayang-bayang mereka selalu muncul diingatan aku, bahkan sampai kebawah mimpi mereka bahagia diatas penderitaan aku sama ibuku, mereka bahagia disaat ibu berjuang untuk menghidupi aku"ucap Vivi menangis, melihat Vivi menangis Riyan langsung membawa Vivi ke dalam dekapannya untuk kesekian kalinya ia melihat kerapuan Vivi, ia kembali melihat Vivi menangis seorang pria yang notabennya ayah kandungnya sendri, pria yang membuat Vivi tenggelam terlalu dalam di masa lalunya.


"aku juga capek kayak gini trus aku mau hidup tanpa dihantui wajah itu dan wajah itu lagi"ucap Vivi menangis histeris di dekapan Riyan dapat Riyan rasakan kalau kemejanya mulai basah karna air mata Vivi, tetap ia membiarkan vivi menangis disna sampai dirasa Vivi benar-benar membaik ketika gadis itu berhenti menangis dan aliran napasnya mulai teratur.


"kamu terlalu dalam tenggelam dimasa lalu mu Vi sampai kamu lupa kalau kamu punya masa depan yang panjang, sampai kamu lupa kalau kamu melanjutkan hidup kedepan, please Vi keluar dari sama lalu mu, aku ngk mau kamu terjebak disna terlalu lama"ucap Riyan sendu, untuk pertama kalinya, ia ingin menangis hanya gara-gara cewek, sebut aja ia terlalu memaksa Vivi membuka hati buat dia,


Tapi dapat di ketahui bahwa ia mulai jenuh menunggu vivi merespon hati saat ini, karna pada dasar sejak Vivi menceritakan masa lalu kepada Riyan, sejak saat itu juga Vivi berhasil mengambil hati Riyan seutuhnya.

__ADS_1


"aku mau kamu berjaln kedepan, secara perlahan melupakan masa lalu mu, kita berjalan secara perlahan, aku akan buktikan kalau aku benar-benar serius sama kamu Vi, jadi tolong jangan menghindar dari aku"ucap Riyan menatap wajah Vivi lekat, mendapatkan tatapan seperti itu lagi-lagi jantung Vivi berdetak kencang kencang lagi, Riyan menyadari detak jantung Vivi,tapi ia berusaha cuek akan hal itu.


"a.a..aku..aku ngk bisa janji soal itu, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin, bantu aku"ucap Vivi gugup


"jalani secara perlahan, aku akan selalu membantu kamu"ucap Riyan lembut


"aku juga kan berusaha membuka hati buat kamu, jadi tolong bersabar akan hal itu"ucap Vivi tanpa menatap Riyan, dapat ia rasakan wajahnya saat ini berubah menjadi warna merah dan panas.


"terimakasih karna kamu sudh mau membuka hati buat aku, kita jalanin secara perlahan""ucap Riyan membawa Vivi kedalam dekapannya,sesekali ia mencium pucuk kepada Vivi.


Tanpa sadari sepasang mata menatap mereka dengan tatapan sendu, ia tidak bisa mengambarkan kondisi hati saat ini, tidak bisa di devinisikan saat ini.


"kamu bahagian sama dia Vi"ucapnya lalu meninggal tempat itu tanpa perasaan menentu.


Setelah berbicara empat mata kepada Vivi, Riyan langsung mengantar Vivi sampai depan kelas, meskipun mereka harus melakukan perdebatan yang cukup rumit.


"aku antar ke kelas yuk, sekalian aku jauh mau ke kelas"ucap Riyan

__ADS_1


"kamu jalan duluan, nanti aku nyusul"ucap Vivi


"kamu bukan pembantuku yang selalu jalan dibelakang"ucap Riyan menarik tangan Vivi


"tapi kalau ada yang lihat bagaimana..?"tanya Vivi


"malah bagus dong, jadi mereka tau kalau kita dalam masa pendekatan"ucap Riyan seadanya.


"oo iyh, nanti ketemu dikantin iyh, dan aku yang akan mengantar kamu pulang, pokoknya mulai hari ini aku yang akan mengantar jemput kmu ke kampus"ucap Riyan tegas


"pokoknya Vi kita harus sering berdua supaya hati kamu cepat kebuka, kapan-kapan aku ajak deh ketemu mamaku"ucap Riyan.


"secepat itu..?"tanya Vivi memberhentikan langkah Riyan,.


"iyh Vivi syaang, "ucap Riyan


Akhrinya Riyan benar-benar mengantar Vivi sampai depan kelas, banyak yang menatap mereka heran, apalagi Riyan yang menarik tangan Vivi secara posesif.

__ADS_1


Terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏 jangan lupa like


__ADS_2