
Riko dan Nanda kini sudh berada di ruangan kerjanya Riko, Riko yang sibuk dengan laptop dan berkas2nya sedangkan Nanda hanya duduk tepat dikursi depan meja Riko.
"kak"panggil Nanda menatap riko
"apa..kamu panggil aku apa barusan"tanya Riko terkejut sambil menurun layar laptopnya sedikit, ia sangat terkejut ketika Nanda memanggilnya dengan sebutan kak, pas mereka lagi berdua, biasanya Nanda akan memanggil nya kak kalau ada orang tua mereka.
"kak"jawab Nanda pelan, segitu senangnya Riko ketika dia memanggilnya dengan sebutan kak pikir Nanda
"apa sayang"jawab Riko gemas
"masih lama kah, bosan soalnya"ucap nanda sambil memasang wajah gemas
"bentar iyh masih ada beberapa dokumen yang mau aku periksa duluh"ucap Riko lembut sambil melanjutkan pekerjaannya,sedangkan nanda hanya mengangguk berdiri dari kursi berjalan ke arah jendela ruangan itu, Riko yang melihat Nanda yang sedang berdiri di depan jendela hanya tersenyum.
waktu terus berjalan detik berganti menit, dan menit berganti jam, dan kini malam pun tiba, Setelah berperang di beberapa dokumen dan bertatapan dengan layar laptop kini Riko pun mengajak Nanda untuk pulang kerumah, Tapi sebelm pulang kerumah mereka mampir dulu ke supermarket untuk membeli beberapa cemilan, karna akhir2 ini Nanda cepat cepat lapar.
kini mereka sudah sampai dirumah, Riko langsung memasukkan mobil dalam garasi sedangkan Nanda menunggu Riko di teras rumah supaya mereka sama2 masuk kedalam. rumah.
"malam bund"teriak Riko sambil menatap mengelilingi setiap sudut rumah itu
"malam sayang"ucap bunda berjalan dari arah dapur, sedangkan Riko dan Nanda langsung mencium tangan bunda bergantian
"baru pulang syang"tanya bunda menatap Riko dan Nanda bergantian
"iyh bund, tadi Nanda temanin kak Riko kerja di kantor"ucap Nanda sambil menatap riko, sedangkan bunda hanya tersenyum, ia bersyukur karena Nanda sudh mulai belajar menyesuaikan diri
"malam ko, baru pulang iyh, ini aku bawakan air putih"ucap seseorang perempuan yang tiba2 datang dari dapur,
"Arni"ucap Riko menatap bunda dan Arni bergantian
"tadi Arni kesini sore2 katanya ada yang mau di omongin sama kamu ko"tanya bunda mengerti lirikan Riko
__ADS_1
Mendengar hal itu lagi, Riko menarik napas panjang lalu membuang secara kasar, ia menatap kearah tangga lalu menatap Nanda, paham akan tatapan Riko, nanda hanya mengangguk mengambil alih tas kerja Riko lalu berjalan ke arah tangga.
"bund, Nanda naik keatas duluan"ucap Nanda tersenyum sambil menatap bunda, sedangkan ibu hanya tersenyum dan mengangguk
sedangkan Arni dilanda kebingungan melihat Nanda yang seenaknya naik ke arah kamar Riko.
"sebenarnya apa hubungan Nanda Sama Riko, kok Nanda dengan santai masuk kekamar Riko, sedangkan bunda hanya diam aja"batin arni bingung
"iyh sudh ibu tinggal iyy ko ni"ucap bunda berjalan kearah kamarnya, sedangkan Arni dan Riko hanya mengangguk.
"mau ngomongin apa"tanya Riko dingin
"ohh knp Nanda bisa masuk ke kamar kamu.?"tanya Arni, bukannya menjawab malah bertanya lagi
"apa pentingnya buat Lo, sekrng kamu mau ngomongin apa"tanya Riko ketus tanpa menatap Arni
"foto cewek yang post siapa ko, "tanya Arni menatap Riko.
"bukan urusan mu"ucap Riko sambil melonggarkan dasinya.
"Lo ngk salah, cuma hati Lo aja yang salah tempat, perasaan ngk bisa di paksa, gue ngk memiliki sedikit pun perasaan sama kamu, dan kamu juga tau akal hal itu, seharusnya kamu mundur, ngk selamanya cinta itu harus terbalas"ucap Riko tanpa menatap Arni
"knp Lo ngk bisa suka sama gue, karna Lo udh jatuh cinta pada cewek kampung itu kan, gue baru tau selera Lo ternyata rendahan ko"ucap Nanda menaikan satu tingkat suaranya.
"namanya Nanda bukan cewek kampung"ucap Riko sambil berjalan meninggalkan Arni
"kalau gue ngk bisa miliki Lo, siapapun ngk bisa milik Lo, kita lihat sampai kapan Nanda bakal ada samping Lo"teriak Arni
"jgn coba macam2 sama Nanda, karna Lo bakal berurusan sama gue"ucap Riko berbalik badan kembali menemui Arni
"knp..?Lo udh pasang badan sama si cewek kampung itu..? apa sih istimewanya dia..?"ucap Arni tersenyum sinis
__ADS_1
"stop panggil Nanda dengan cewek kampung, jelas dia lebih istimewa dari pada lo, kalau ngk ada urusan Lo langsung pulang aja"ucap Riko menatap tajam Arni lalu berlari ke arah tangga
"kurang ajar, awas Lo Nanda, gue pastikan lo habis ditangan gue"guman Riko sambil mendudukkan bokongnya di kursi
####
Sementara dikamar setelah membersihkan diri Nanda terus mengerutu di depan kaca sambil memakai pelembab di wajahnya.
"knp sih si Arni itu lengket Mulu sama Riko, udah di tolak juga, masih aja nempel"ucap Nanda
"Riko juga masih aja mau di dekatin sama Arni,tegas dikit kek, heran, kalau sama aku aja ngk boleh dekat sini dan boleh dekat situ, giliran dia dekat2 trus sama Arni,,knp ngk sekalian aja cewek-cewek dikampus di Pepet trus" guman Nanda kesal
Tanpa ia sadari ternyata Riko sedari tadi mendengar ucapannya, ia tersenyum mengetahui Nanda cemburu, tanpa menunggu lama Riko langsung memeluk Nanda dari belakang
"jadi cemburu nih ceritanya"ucap Riko sambil menengelamkan wajah di leher Nanda
"eh kak Riko, siapa yang cemburu..?lagian buat apa juga cemburu.?"ucap Nanda terkejut Karna Riko tiba2 memeluknya dari belkang.
"oh jadi ngk cemburu..?"tanya Riko sesekali mencium leher putih Nanda, sedangkan Nanda hanya mengeleng
"ihh kak Riko, geli tau"ucap Nanda karna merasa kegelian dibagian lehernya
"jadi benaran nih ngk cemburu"tanya Riko lagi terkekeh melihat rengekan Nanda, sedangkan Nanda lagi2 hanya menggeleng,
"iyh sudh aku temui aja lagi Arni, sekalian antar di balik kerumahnya"ucap Riko melepas pelukkannya sambil berjalan ke arah pintu
"malam ini tidur di bawah, ngk ada istilah tidur satu kasur, kalau perlu tidur diluar sana, tidur di rumh Arni"ucap Nanda sambil berjaln ke arah lemari mempersiapkan baju tidur buat Riko.
mendengar ancaman Nanda Riko langsung berbalik badan dan berjalan cepat menghampiri Nanda yang sedang memilih milih pakaian di lemari, ia langsung memeluk Nanda dari belkang.
"sejak kapan istri aku pandai mengancam, belajar dari siapa hmm"ucap Riko lagi2 mencium leher Nanda
__ADS_1
"kak geli,,sana mandi, aromanya Arni terbawa sampai ke kamar"ucap Nanda sambil melepas pelukan dari Riko lalu mendorong tubuh Riko sampai menuju kamar mandi
Akhirnya Riko pun mandi setelah Nanda mendorong paksa tubuhnya ke kamar mandi.