
toktoktok
"nan gue masuk iyh"teriak Vivi sambil mengetuk pintu
"iyh masuk aja Vi,,"ucap Nanda sama menahan air matanya
"nan are you ok"ucap Vivi sambil membawa menarik Nanda kepelukannya
"yes i'm ok vi"jawab Nanda dengan suara serak
setelah bebrapa lama mereka berpelukan, Vivi memandang wajah Nanda lekat disana ada bekas tamparan Arni yang masih terlihat.
"gue bantu obatin pipi lo nan,,"ucap pipi sambil menuntun Nanda duduk di sofa yang ada ruang kesehatan, Nanda hanya mengangguk
"sakit ngk..?"tanya Vivi dan digelengkan oleh Nanda
"lo yang sabar iyh hadapin sikap Arni yang sok berkuasa itu"ucap Vivi sambil mengobati pipi Nanda
"santai aja kali Vi, gue udh biasa hadapin orang kayak Arni dari zaman sekolah malh."ucap Nanda
"gue percaya smaa Lo nan, udh nih Lo mau ke kelas atau mau istirhat dsini duluh, nanti aku izinkan sama dosen"tanya Nanda sambil membereskan obat-obatan yang ada diatas meja
"gue ke kelas aja, gapain juga gue disini,lagian gue ngk papa kok"ucap Nanda dan dianggukan oleh Vivi
Setelah mengobati pipinya, akhirnya Nanda dan Vivi kembali ke kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya. Banyak mata menatap mereka terutama Nanda ada yang menatap kasihan dan ada juga yang menatap jijik karna mereka sempat dengar kalau Nanda telah memamerkan tubuh kepada laki-laki
__ADS_1
"cantik si cantik tapi jgn jual tubuh juga kali"
"muka aja lugu, ternyata kelakuan mah rendahan"
"kalau gue jadi dia langsung berhenti kuliah gue"
"kasihan Nanda iyh,, lagi-lagi harus berurusan sama arni
Dan masih banyak lagi ucapan mahasiswa lainnya,tapi Nanda tidak memperdulikan hal itu.
#
Sementara ditempat lain Riko CS masih betah dikantin, mereka sama-sama terkejut dengan kejadian bebrap menit yang lalu, terutama Riko yang diam sedari tadi,kata-kata Nanda berbunyi kalau dia ngk tertarik sedikit pun kepadanya masih terngiang-ngiang di pikirannya
"""gue ngk tertarik sedikitpun sama riko, kok gue merasa sakit hati banget iyh dengar Nanda ngomong kayak ngituh,apa ini Karna gue terlalu berharap sama Nanda"batin riko
"sama, di balik wajahnya yang cantik terdapat juga wajahnya yang menyeramkan ketika marah"jawab Riyan
Sementara egan hanya diam dan fokus menatap Riko yang sedari tadi tidak bergeming,
egan memberi kode kepada Yogi dan riyan supaya mereka memperhatikan Riko juga
"knp ko diam-diam aja Lo dari tadi..?tanya Yogi
"ngk usah dipikirin Nanda wanita kuat kok"ucap Riyan
__ADS_1
"ngpp lo ko..?"tanya egan lagi
Riko hanya mengeleng sambil beranjak dari kursinya.
"kemana ko"teriak Yogi yang bingun melihat kepergian Riko
"toilet Lo pada duluan aja ke kelas nanti gue nyusul"teriak Riko sambil berjlan keluar kantin
Mereka hanya mengeleng sambil menatap kepergian Riko, lalu mereka kembali ke kelasnya
Setelah kepergian Riko dari kantin ternyata ia tidak ke toilet melainkan membelokkan langkah ke roftop disana ia meluapkan segala bentuk emosinya
"dari kedektann kita yang sekrng apa gue slah berharap lebih sama Lo nan, apa Lo cuma anggap gue sebagai atasan Lo dikantor aja"
"knp lo membuat gue jatuh cinta sedalam-dalamnya sedangkan Lo ngk punya rasa sedikit pun sama gue, knp nan..knp??"teriak riko
"Tuhan aku ngk pernh jatuh cinta sama kaum hawa yang telah kau ciptakan, dan untuk sekrng aku jatuh cinta rasa bahagia sekali, Tapi setelah saya tau kalau wanita itu tidak memiliki perasaan sedikit pun sama saya knp rasanya sesakit ini Tuhan.."batik Riko dengan mata yang berkaca-kaca
"apa karna wanita sering disakitin jadi sekali mereka bertindak bakal semenyakitkan ini"guman riko
#
Kini Nanda dan Vivi sudh berada di kelas untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya, Mereka sama-sama fokus memperhatikan dosen yang mengajar meskipun masih banyak tatapan tidak suka melihat nanda.tapi Nanda tidak memperdulika itu, ia tetap fokus mengikuti pelajaran
Sama hal seperti Riko ia sudh kembali ke kelas dengan wajah lesu
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏