
Kini riko dan Nanda sudh berada ruang apartemen, ternyata Yogi egan dan riyan sudh berada di sana, mereka sedang menonton sambil menunggu Nanda dan Riko sampai.
"akhirnya Lo berdua sampai juga, lumutan gue nunggu Lo pada"ucap Yogi
"sorry ada drama duluh tadi" jawab Riko sambil duduk disamping teman2nya sedangkan Nanda hanya mengangguk tersenyum lalu berjalan menuju kamar riko, ia masih canggung bertmu dengan teman2nya Riko apalagi Nanda sangat jarang berbicara dengan mereka.
"ada info apa.?"tanya egan sambil menatap kepergian nanda
"nanda di skors satu Minggu kedepan, dan ia memutuskan untuk pulang kampung"ucap Riko
"lah, bukan foto aslinya belm cukup membuktikan kalau Nanda tidak bersalah"tanya Riyan bingung
"harusnya sih begitu, tapi lagi2 Arni melaporkan bahwa Nanda sudh mencelakainya waktu dikantin"jelas Riko memandang teman2nya bergantian
"anjay, kencang juga si Arni, pokoknya harus kita bals dia itu,"ucap Yogi yang sudh kesal dengan tingkahnya Arni
"Lo tenang aja, gue udh punya kartunya Arni, tunggu kami pulang dari kampungnya Nanda baru kita beraksi"ucap Riko tersenyum licik
"jadi Lo ikut ke kampung nya nanda..?"
"seperti yang kalian dengar, gue mau lebih dekat dengan dunianya Nanda, bahkan lebih dekat dengan ortunya Nanda"ucap Riko
Sementara ketiga temannya hanya mengangguk dengan muka terkejut, mereka salut dengan sikap Riko,yang duluh enggan mengenal wanita,tapi sekali dekat langsung dikupas sampai ke akar-akarnya.
__ADS_1
###
clek
Nanda keluar kamar Riko memakai kemeja riko yang sampai selutut hingga memperlihatkan kaki jenjang Nanda, sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk ia berjalan menuju dapur, bahkan ia tidak menyadari empat pasang menatapnya dengan tatapan kagum.
Mereka masih menatap Nanda tanpa berkedip, lagi-lagi mereka melihat sisi lain dari Nanda.
"dibalik tubuh Nanda yang selalu tertutup, terdapat body bak gitar spanyol"ucap egan dan di anggukan oleh Yogi dan Riyan
Sementara Riko langsung berlari ke dapur dan memakainkan jaketnya untuk menutup paha Nanda yang kelihatan hampir setengahnya.
hukkk...hukkk
"Lo gapain keluar kamar dengan pakaian seperti ini, "ucap Riko sambil mengikatkan jaketnya di pinggang Nanda, sementara Nanda menatap penampilan sebentar tapi masih belum sadar dengan situasi saat ini
"teman2 Gue lihat kamu trus itu nah, karna kamu memakai baju yang agak terbuka sayang"ucap Riko sambil menatap teman2 tajam
"maaf, soalnya celana lo kebesaran semua jadi gue pakai shot aja sudh, tadi gue haus jadi keluar mau ambil minum, ehh gue ngk sadar kalau ada teman2 mu"jelas Nanda sambil memperhatikan ikatan jaketnya Riko
"lain kali jangan diulangi, ayo ngumpul smaa mereka dulluh bentar, baru kita ke kos beresin barang, kita nginap dirumah bunda"ucap Riko menuntun Nanda gabung sama teman2nya
###
__ADS_1
"baru mandi nan..?"tanya egan sambil menatap Nanda, ia akui kalau Nanda benar2 cantik tanpa polesan apa pun.
"iyh kak,, sorry..?"jawab Nanda sambil mengangguk
"ngpp, santai aja nan, kita paham kok Lo belm pernh dikelilingi banyak pria kayak kita ini"ucap Yogi yang tau sudah paham dengan arah pembicaraan nanda.
Sementara Nanda hanya tersenyum dan mengangguk, ia berpikir berteman dengan teman2nya Riko tidak seburuk yang ia bayangkan
"oo iyh guys, kalian mau disini kah, soalnya gue sama Nanda mau pergi ke kosnya sekalian mau berees2 barangnya"tanya Riko menatap mereka bergantian
"ngk usah kita balik aja, ngk enak kita disini si tuan rumah malah pergi"ucap Riyan dan dianggukan oleh Yogi dan egan
"ohh iyh sudh, kita jalan duluan iyh, jgn lupa rencana kita setelah kamu pulang dari sana"ucap Riko sambil menarik tangan Nanda berdiri
"atur aja ko, kita mah tinggal disuruh bergerak aja lagi, anggap kalian lagi liburan dah, kerumah camer"ucap egan dan hanya di anggukan oleh Riko
"permisi kak,, aku duluan"ucap Nanda tersenyum manis dan dibalas ketiganya dengan senyum.
"ngk nyangka gue, Nanda bisa secantik itu ketika dirumah bah, tanpa polesan make up aja udh cantik banget"ucap Riyan sambil menatap ketiga temannya
"sama bro, Riko beruntung dapatkan nanda,"ucap Yogi
setelah kepergian Riko dan nanda akhirnya mereka bertiga pun berjalan meninggalkan apartemen itu, karna tidak etis rasanya bertamu tapi tidak ada tuan rumahnya.
__ADS_1
terimakasih atas kunjungan dan dukungan sya minta saran dan kritik yang membangun 🙏🙏🙏